Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.
Total Koleksi
241 Buku
Total Pembaca
3806 Kali
Lokasi Layanan
Desa Sriwidadi
Menampilkan 241 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 13
Sinopsis Singkat: Saat musim kemarau panjang melanda hutan, Kancil yang kelaparan menemukan ladang mentimun milik Petani. Tanpa berpikir panjang, ia pun memakan mentimun tersebut dan kembali lagi setiap hari karena merasa nyaman. Petani yang geram melihat mentimunnya terus hilang, lalu membuat orang-orangan sawah dari baju bekas, taping, dan kelapa untuk menakut-nakuti pencuri. Kancil yang datang kembali dengan niat mencuri banyak mentimun menjadi terkejut dan takut melihat orang-orangan itu. Ia menunggu lama, tetapi orang-orangan sawah itu tak pernah pergi, sehingga Kancil akhirnya pulang dengan perut kosong. Pesan Moral: Mencuri adalah perbuatan yang tidak baik dan dibenci oleh orang lain maupun Tuhan.
Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 8
Sinopsis: Suatu hari, Si Kancil berjalan di pinggir hutan setelah hujan deras dan terkena cipratan lumpur dari seekor Kuda besar yang berlari kencang. Bukannya meminta maaf, Kuda malah mengejek dan menyombongkan kekuatan serta kecepatannya. Merasa terhina, Kancil menantang Kuda untuk adu lari esok hari. Saat pertandingan tiba, Kuda unggul di awal karena larinya kencang di jalur terbuka. Namun, saat memasuki hutan yang penuh pohon tinggi, akar melintang, kubangan, dan semak belukar, Kuda kesulitan bergerak. Sebaliknya, Kancil yang sudah berlatih dan hafal medan justru melesat dengan gesit dan tiba di garis akhir terlebih dahulu. Seluruh penghuni hutan bersorak kegirangan, sementara Kuda menahan malu atas kekalahannya. Sejak itu, Kuda tidak lagi menyombongkan diri. Cerita ini mengajarkan bahwa setiap makhluk memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan kesombongan hanya akan membawa kerugian.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 8
Sinopsis: Buaya sudah lama mengincar Si Kancil untuk dijadikan santapan, tetapi Kancil selalu lolos berkat kecerdikannya. Karena khawatir, Kancil pindah ke hilir sungai dan tinggal di bawah pohon besar, namun Buaya berhasil menemukannya dan mengawasi kebiasaannya. Buaya mengetahui bahwa Kancil sering menyeberang ke pulau kecil dengan melompati batu-batu di tengah sungai, lalu ia bersembunyi di salah satu batu untuk menjebak. Saat Kancil hendak melompati batu itu, ia curiga karena bayangan batu terlihat lebih tinggi dari biasanya. Dengan cerdik, Kancil menyapa "batu" tersebut dan Buaya yang bodoh menjawab, sehingga penyamarannya terbongkar. Kancil pun meminta Buaya membuka mulut lebar-lebar, lalu dengan lincah ia melompat ke atas kepala Buaya dan berhasil kabur ke tepi sungai. Lagi-lagi Kancil selamat berkat kecerdasannya, sementara Buaya gagal total. Cerita ini mengajarkan bahwa kecerdasan dan pengetahuan lebih berharga daripada kekuatan fisik.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 9
Sinopsis: Seluruh penghuni hutan ketakutan oleh kemunculan seekor binatang asing berbadan besar, bercakar tajam, dan berbulu gelap yang belum pernah mereka lihat. Selama dua hari, semua hewan bersembunyi sementara Burung Gagak mengawasi dari kejauhan. Si Kancil yang berani memberanikan diri mendekati binatang tersebut dan ternyata menemukan bahwa ia adalah seekor Beruang yang sedang tersesat dan baru selamat dari kejaran pemburu. Tubuhnya penuh luka dan ia sama sekali tidak tahu ada penghuni di hutan itu. Kancil pun merasa iba dan mengajak Beruang tinggal di rumahnya sementara. Setelah Kancil menjelaskan kepada seluruh penghuni hutan, mereka akhirnya menerima Beruang dan bahkan membantu membuatkan rumah untuknya. Cerita ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh langsung berburuk sangka pada hal yang baru, serta pentingnya keberanian untuk mencoba dan menolong sesama.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
Sinopsis: Di sebuah hutan, hiduplah seekor Babi gemuk bertaring tajam yang menjadi raja hutan karena kekuatannya yang luar biasa. Namun, ia sangat sombong dan selalu menantang siapa pun yang berani melawannya. Suatu hari, Si Kancil datang dan menantang Babi untuk bertanding kekuatan keesokan harinya. Saat pertandingan tiba, Babi menyeruduk Kancil berkali-kali, tetapi moncongnya justru terluka karena kepala Kancil terasa sangat keras. Ternyata, Kancil memakai topeng kayu keras yang menyerupai wajahnya. Babi yang kelelahan dan kesakitan akhirnya menyerah, dan Kancil keluar sebagai pemenang. Cerita ini mengajarkan bahwa kesombongan hanya membawa kehancuran, dan kecerdikan selalu lebih ampuh daripada kekuatan fisik belaka.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 9
Sinopsis: Di tengah hutan lebat, Si Kancil yang cerdik kembali berhadapan dengan Harimau yang berniat memangsanya. Saat terdesak, Si Kancil menggunakan akalnya dengan berpura-pura membawa kabar tentang "Raja Hutan baru" yang lebih kuat dari Harimau. Ia pun membawa Harimau ke tepi sungai dan menunjukkan sebongkah batu besar sebagai "raja" tersebut. Harimau yang tertipu emosi menerjang batu itu hingga sakit, sementara Si Kancil tertawa dan kabur dengan selamat. Cerita ini mengisahkan kecerdikan Si Kancil yang selalu mampu mengelabui musuh-musuhnya, menjadikannya legenda hewan paling cerdik di hutan.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 9
SINOPSIS BUKU LITERASI SEJARAH DESA Membangun Identitas, Memori Kolektif, dan Peradaban Lokal Buku ini lahir dari keprihatinan atas semakin memudarnya kesadaran masyarakat terhadap sejarah lokalnya sendiri. Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, desa—sebagai entitas sosial, budaya, dan historis—sering kali dipahami hanya dalam konteks administratif dan pembangunan fisik semata. Padahal, desa menyimpan jejak panjang perjalanan peradaban, nilai-nilai kearifan lokal, serta dinamika sosial yang membentuk identitas kolektif masyarakatnya. Melalui pendekatan konseptual dan praktis, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa sejarah desa bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi identitas, modal sosial, dan energi peradaban yang menentukan arah masa depan. Buku ini mengupas secara sistematis bagaimana desa dapat membangun literasi sejarah yang kokoh—mulai dari pemahaman teoritis, metodologi penelitian, teknik penulisan narasi, hingga strategi pelestarian dan digitalisasi. Pembahasan utama buku ini meliputi: Desa dalam perspektif historis dan peradaban Identitas desa, memori kolektif, dan modal sosial Konsep dan teori literasi sejarah Metodologi penelitian sejarah desa (heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi) Teknik penulisan narasi sejarah yang komunikatif dan reflektif Dinamika sosial, ekonomi, dan politik desa sepanjang masa Transformasi budaya dan tantangan modernitas Strategi pelestarian dan digitalisasi arsip sejarah desa Peran generasi muda dan integrasi sejarah dalam pendidikan lokal Sejarah desa sebagai basis pembangunan berkelanjutan Rekomendasi strategis untuk penguatan kebijakan dan kelembagaan Buku ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan aplikatif, menjadikannya referensi penting bagi kepala desa, perangkat desa, pegiat literasi, pendidik, akademisi, serta generasi muda yang ingin memahami dan melestarikan sejarah desanya. Lebih dari sekadar panduan dokumentasi, buku ini adalah ajakan untuk menjadikan sejarah sebagai kompas moral dan energi peradaban dalam membangun masa depan desa yang berakar, adaptif, dan bermartabat. "Desa yang merawat sejarahnya adalah desa yang merawat peradabannya." Target Pembaca: Pemerintah desa dan aparatur desa Pegiat literasi dan dokumentasi sejarah lokal Guru dan tenaga pendidik di pedesaan Generasi muda dan komunitas pemuda desa Akademisi dan peneliti bidang sejarah, sosiologi, dan pengembangan masyarakat Mahasiswa KKN dan pegiat pemberdayaan desa Membangun masa depan desa tidak bisa dilakukan dengan melupakan masa lalu. Literasi sejarah adalah jembatan yang menghubungkan akar, identitas, dan arah perjalanan desa menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 9
SINOPSIS BUKU OPINI DAN STRATEGI DALAM PENGELOLAAN WEBSITE DESA BAGI PEMERINTAH DESA Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan analitis bagi pemerintah desa dalam mengelola website desa sebagai instrumen strategis digitalisasi pemerintahan. Di era transformasi digital, website desa bukan lagi sekadar sarana publikasi, melainkan menjadi jendela informasi, media transparansi, alat pelayanan publik, dan ruang partisipasi masyarakat yang vital. Dengan pendekatan opini kritis dan strategi terapan, buku ini mengupas secara komprehensif berbagai aspek pengelolaan website desa, mulai dari kebijakan dan regulasi, struktur pengelolaan, peran pihak ketiga, hingga tantangan teknis dan SDM. Penulis menguraikan permasalahan nyata yang dihadapi desa—seperti keterbatasan SDM digital, anggaran terbatas, ketergantungan pada pihak ketiga, serta rendahnya konsistensi konten—sekaligus menawarkan solusi konkret yang dapat segera diterapkan. Pembahasan utama buku ini meliputi: Landasan hukum dan regulasi (UU Desa, Permendagri, Permen Kominfo) Peran kepala desa, perangkat desa, admin, kontributor, dan pengelola konten Mekanisme update informasi, monitoring, dan evaluasi konten Kerja sama dengan penyedia domain, hosting, dan pengembang aplikasi Strategi peningkatan partisipasi masyarakat dan literasi digital Penganggaran berbasis APBDes, hibah, CSR, dan partisipasi warga Penanganan masalah teknis: server down, keamanan data, koneksi internet terbatas Rekomendasi praktis: pelatihan SDM, SOP pengelolaan, template CMS desa, integrasi media sosial Buku ini disusun dengan bahasa yang lugas dan aplikatif, menjadikannya referensi penting bagi kepala desa, perangkat desa, admin website, kontributor, serta pihak ketiga yang terlibat dalam digitalisasi desa. Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa website desa adalah cerminan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, modern, dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat. "Website desa bukan sekadar simbol kemajuan digital, tetapi representasi tata kelola desa yang profesional dan berkelanjutan." Target Pembaca: Kepala Desa dan perangkat desa Admin dan pengelola website desa Pegiat literasi dan kontributor konten desa Pemerintah kecamatan, kabupaten, dan lembaga terkait Mahasiswa dan peneliti bidang pemerintahan desa dan digitalisasi Membangun desa digital dimulai dari pengelolaan informasi yang terbuka, partisipatif, dan berkelanjutan. Buku ini adalah langkah awal menuju tata kelola desa yang modern dan responsif.
Mulai Membaca