🏛️
PerpusDig Sriwidadi
Desa Sriwidadi
PROKER KKN '26
📦Rak Offline
Sistem Perpustakaan Aktif

Jendela Pengetahuan Desa

Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.

🔍
📑
✨
📚

Total Koleksi

241 Buku

👁️

Total Pembaca

3811 Kali

🏛️

Lokasi Layanan

Desa Sriwidadi

📚 Koleksi Terbaru

Menampilkan 241 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

BUKU LENTERA ILMU DESA
Buka Detail ↗

BUKU LENTERA ILMU DESA

Pendidikan & Ilmu Pengetahuan

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 8

SINOPSIS BUKU LENTERA ILMU DESA Membangun Perpustakaan Digital Desa Secara Mandiri Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan inspiratif bagi desa-desa di Indonesia yang ingin membangun perpustakaan digital secara mandiri. Di tengah derasnya arus transformasi digital, disparitas akses terhadap bahan bacaan berkualitas masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat desa. Buku ini menawarkan solusi konkret dengan memanfaatkan teknologi sederhana, gratis, dan mudah diakses, seperti platform Blogger dan Website Desa. Mengambil latar belakang kisah sukses Perpustakaan Digital Lentera Ilmu di Desa Sriwidadi, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, buku ini mendokumentasikan secara utuh perjalanan perintisan perpustakaan digital yang berhasil menghimpun lebih dari 100 judul karya literasi dari kontributor lokal. Dari cerita anak, puisi, artikel pengetahuan umum, hingga dokumentasi sejarah dan budaya desa—semua terangkum dalam satu platform digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Buku ini membahas secara komprehensif: Konsep literasi digital dan urgensinya bagi pembangunan desa Model pengelolaan perpustakaan digital berbasis komunitas Langkah-langkah teknis memanfaatkan Blogger dan Website Desa Peran strategis pegiat literasi, guru, pemuda, dan aparat desa Strategi pengembangan konten literasi yang menarik dan relevan Analisis tantangan dan solusi untuk keberlanjutan program Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini adalah manifestasi semangat gotong royong, kemandirian, dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Ditulis oleh para pegiat literasi desa yang terlibat langsung dalam perintisan Perpustakaan Digital Lentera Ilmu, buku ini menjadi "obor" bagi desa-desa lain untuk menyalakan lentera ilmu di wilayahnya masing-masing. "Dari desalah Indonesia akan cerdas dan maju." Target Pembaca: Pemerintah desa dan aparatur desa Pengelola perpustakaan desa Pegiat literasi dan komunitas baca Karang taruna dan pemuda desa Guru dan tenaga pendidik di pedesaan Mahasiswa dan peneliti bidang pengembangan masyarakat Mari kita bersama-sama menyalakan Lentera Ilmu di setiap desa!

"

Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

🎓 Proker KKN 2026

Sistem Informasi Perpustakaan Digital, dedikasi mahasiswa untuk memajukan literasi warga Desa Sriwidadi.

Dibuat dengan ❤️ di tahun 2026© Perpustakaan Digital Desa Sriwidadi. All Rights Reserved.
Mulai Membaca
BUKU DINAMIKA SOSIAL TINGKAT DESA
Buka Detail ↗

BUKU DINAMIKA SOSIAL TINGKAT DESA

Pendidikan & Ilmu Pengetahuan

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 9

SINOPSIS BUKU Memahami Perubahan, Pemberdayaan, dan Pembangunan Masyarakat Desa Buku ini menghadirkan pemahaman komprehensif tentang dinamika sosial masyarakat desa sebagai entitas hidup yang terus bergerak, berubah, dan beradaptasi dengan berbagai pengaruh—baik dari dalam maupun dari luar. Desa bukanlah objek pembangunan yang pasif, melainkan subjek dengan sistem sosial yang kompleks, di mana interaksi nilai, norma, kekuasaan, dan kepentingan senantiasa berdinamika dan menentukan arah perubahan serta kemajuan masyarakat itu sendiri. Melalui 30 bab yang sistematis, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek kehidupan desa—mulai dari konsep dasar dinamika sosial, struktur sosial, karakteristik sosial budaya, unsur-unsur dinamika, hingga faktor-faktor perubahan sosial. Pembaca diajak memahami peran vital nilai dan norma, interaksi sosial dalam komunitas, lembaga-lembaga sosial, serta kepemimpinan sosial di desa. Buku ini juga menguraikan secara mendalam peran pemerintah desa, tokoh masyarakat dan adat, pemuda, serta perempuan dalam pembangunan desa. Pada bagian selanjutnya, buku ini membahas modal sosial sebagai fondasi pembangunan, strategi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, pengembangan sumber daya manusia, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Konflik sosial dan cara penyelesaiannya, transformasi sosial di era modernisasi, pengaruh teknologi dan digitalisasi, hingga ekonomi sosial dan kemandirian desa turut dibahas secara kritis. Kearifan lokal sebagai filter budaya dan fondasi pembangunan berkelanjutan juga mendapat perhatian khusus. Bab-bab akhir buku ini menyoroti manfaat dinamika sosial bagi kemajuan desa, dampak perubahan sosial, tantangan pembangunan sosial, strategi penguatan ketahanan sosial desa, serta sinergi antar pemangku kepentingan. Model-model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dipaparkan sebagai penutup, sebelum akhirnya buku ini memproyeksikan masa depan desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berkarakter—sebuah desa cerdas (smart village) yang memadukan teknologi dengan kearifan lokal. Buku ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi pembangunan, aparat desa, serta masyarakat desa itu sendiri untuk bersama-sama merefleksikan dan memajukan kehidupan desa. Dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial, pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan dapat terwujud—karena desa bukanlah masa lalu yang statis, melainkan masa depan bangsa yang dinamis. "Desa bukanlah masa lalu yang statis, tetapi masa depan yang dinamis. Di sanalah akar budaya kita tumbuh, di sanalah masa depan bangsa kita dibangun."

Mulai Membaca
BUKU KIAT-KIAT PENGELOLAAN WEBSITE DESA
Buka Detail ↗

BUKU KIAT-KIAT PENGELOLAAN WEBSITE DESA

Pendidikan & Ilmu Pengetahuan

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 9

SINOPSIS BUKU Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan komprehensif bagi pemerintah desa, perangkat desa, admin, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun dan mengelola website desa secara profesional, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Di era digital yang terus bergerak cepat, website desa bukan lagi sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan strategis yang menjadi cermin transparansi, akuntabilitas, dan keseriusan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Penulis menyajikan pembahasan sistematis mulai dari urgensi digitalisasi desa, dasar hukum pengelolaan website, hingga langkah-langkah teknis dan strategis yang aplikatif. Buku ini menguraikan pentingnya legalitas tim pengelola melalui Surat Keputusan Kepala Desa, struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas admin, editor, dan operator, serta mekanisme evaluasi kinerja. Tanpa landasan legal dan struktur yang tertata, pengelolaan website berisiko berjalan sporadis dan bergantung pada individu tertentu. Aspek pendukung seperti dukungan anggaran dalam APBDes, konektivitas internet, sarana dan prasarana, hingga bimbingan teknis bagi sumber daya manusia juga dibahas secara mendalam. Penulis menekankan bahwa website desa membutuhkan perencanaan biaya yang matang—mulai dari domain, hosting, pemeliharaan sistem, hingga produksi konten dan publikasi. Keterbatasan anggaran bukanlah halangan, melainkan tantangan yang dapat diatasi melalui strategi efisiensi dan kolaborasi. Buku ini juga menyoroti pentingnya kerja sama internal dan eksternal. Sinergi antarperangkat desa, koordinasi dengan BPD dan lembaga desa, kolaborasi dengan kecamatan dan kabupaten, serta kemitraan dengan pihak ketiga seperti media lokal, perguruan tinggi, dan komunitas IT menjadi kunci keberhasilan pengelolaan website yang profesional. Pelibatan masyarakat sebagai kontributor konten juga didorong untuk menciptakan website yang partisipatif dan representatif. Pada bagian akhir, buku ini mengupas pemanfaatan platform Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi pengelolaan website—mulai dari pembuatan konten, desain grafis, visualisasi data, hingga analisis pengunjung. Namun demikian, penulis mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai etika dan batasan yang jelas agar tetap aman, akuntabel, dan sesuai dengan nilai-nilai sosial serta regulasi yang berlaku. Buku ini diakhiri dengan refleksi bahwa website desa yang dikelola dengan baik akan menjadi pusat informasi, sarana dokumentasi pembangunan, media promosi potensi desa, serta instrumen penguatan partisipasi masyarakat. Dengan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi, website desa dapat menjadi wajah digital yang membanggakan dan warisan informasi berharga bagi generasi mendatang. "Website desa bukan sekadar teknologi, melainkan jembatan menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik."

Mulai Membaca
BUKU EDUKASI TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR
Buka Detail ↗

BUKU EDUKASI TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR

Pendidikan & Ilmu Pengetahuan

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPSIS BUKU Buku ini hadir sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat desa dalam menghadapi tantangan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang semakin meningkat. Berbeda dengan penyakit menular, PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, kanker, penyakit paru kronis, dan penyakit ginjal kronis berkembang secara perlahan, bersifat kronis, dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini menyebabkan banyak penderita baru menyadari penyakitnya ketika sudah memasuki tahap lanjut dan memerlukan penanganan medis yang kompleks serta biaya yang tidak sedikit. Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan sistematis, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek penting seputar PTM. Pembaca diajak memahami konsep dasar penyakit tidak menular, karakteristiknya, serta perbedaannya dengan penyakit menular. Buku ini juga menguraikan secara mendalam berbagai jenis PTM yang paling banyak terjadi di masyarakat, lengkap dengan faktor risiko, gejala, dan cara pencegahannya. Salah satu pesan utama buku ini adalah bahwa sebagian besar PTM sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres berkepanjangan merupakan faktor risiko yang dapat dikendalikan. Dengan menerapkan pola makan seimbang (konsep "Isi Piringku"), rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, berhenti merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat dapat menekan risiko terkena PTM secara signifikan. Buku ini juga menekankan pentingnya deteksi dini melalui skrining kesehatan rutin. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan penunjang lainnya membantu menemukan gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Edukasi mengenai cara melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk deteksi dini kanker payudara, serta vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker serviks, turut disajikan sebagai langkah preventif yang konkret. Pada bagian akhir, buku ini menyoroti peran penting keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. Dukungan keluarga, keterlibatan kader kesehatan, serta kebijakan publik yang berpihak pada kesehatan menjadi fondasi keberhasilan pengendalian PTM secara berkelanjutan. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat demi masa depan yang lebih produktif dan sejahtera. "Pencegahan adalah investasi kesehatan terbaik. Mulailah dari diri sendiri, kuatkan dengan keluarga, dukung dengan masyarakat, dan rawat dengan kebijakan yang sehat."

Mulai Membaca
BUKU KEPEMIMPINAN VISIONER
Buka Detail ↗

BUKU KEPEMIMPINAN VISIONER

Pendidikan & Ilmu Pengetahuan

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 8

SINOPSIS BUKU PEMIMPIN YANG VISIONER: Membangun Visi, Menjalankan Regulasi, dan Menghadirkan Dampak Nyata Buku ini mengupas tuntas esensi kepemimpinan visioner sebagai jawaban atas tantangan perubahan zaman yang semakin kompleks, cepat, dan dinamis. Di tengah era digital yang penuh disrupsi, tuntutan transparansi publik, serta krisis kepemimpinan di berbagai lini, penulis mengajak pembaca untuk memahami bahwa kepemimpinan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif atau penguasaan teknis semata—tetapi membutuhkan kemampuan melihat jauh ke depan, merumuskan arah strategis, dan menggerakkan perubahan secara bertanggung jawab. Melalui 11 bab yang sistematis, buku ini membahas secara komprehensif mulai dari latar belakang urgensi kepemimpinan visioner, pengertian dan hakikatnya, karakter serta ciri-ciri yang harus dimiliki, hingga pola pikir dan sikap mental yang mendasari seorang pemimpin visioner. Penulis menekankan bahwa visi bukan sekadar slogan atau pernyataan normatif, melainkan kompas yang menuntun seluruh kebijakan dan tindakan organisasi. Buku ini juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan terhadap regulasi serta etika kepemimpinan. Pemimpin visioner tidak boleh mengabaikan aturan demi ambisi—sebaliknya, ia harus menjadi teladan dalam menjalankan visi di dalam koridor hukum yang berlaku, dengan mengedepankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Visi tanpa integritas akan melahirkan ketimpangan, sementara kepatuhan tanpa visi hanya akan menghasilkan stagnasi. Pada bagian implementasi, penulis memberikan panduan praktis tentang bagaimana menerjemahkan visi ke dalam program strategis, menyusun indikator keberhasilan, mengelola sumber daya secara efektif, serta melakukan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Tidak hanya berhenti pada aspek teknis, buku ini juga membahas tantangan dan hambatan yang sering dihadapi—resistensi internal, keterbatasan anggaran, konflik kepentingan, dan tekanan politik—serta strategi konstruktif untuk mengatasinya. Dampak kepemimpinan visioner dirasakan tidak hanya dalam organisasi—melalui penguatan sistem, peningkatan profesionalisme, dan budaya kerja produktif—tetapi juga terhadap masyarakat luas melalui peningkatan pelayanan, kesejahteraan, serta kepercayaan publik yang semakin kokoh. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa warisan terbesar seorang pemimpin visioner bukanlah capaian selama masa jabatan, melainkan sistem, nilai, dan generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan menuju masa depan yang lebih baik. Ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif, kaya akan contoh konkret, dan relevan dengan konteks keindonesiaan, buku ini menjadi bacaan penting bagi para pemimpin, calon pemimpin, aparatur pemerintahan, pengelola organisasi, mahasiswa, serta siapa pun yang memiliki tanggung jawab memimpin—baik dalam skala kecil maupun besar. Sebab, pada hakikatnya, setiap individu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarga, dan komunitasnya. "Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang pengabdian. Bukan tentang menjadi pusat perhatian, melainkan tentang menjadi sumber arah."

Mulai Membaca
NOVEL MAHLIGAI BIRU
Buka Detail ↗

NOVEL MAHLIGAI BIRU

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 14

Sinopsis Singkat Novel ini mengisahkan perjalanan cinta rumit Arga Pradipta, seorang pemuda dari Desa Sukamerta yang terjebak dalam obsesi memiliki dua perempuan idaman sekaligus. Di satu sisi, ia jatuh cinta pada Nadira Maheswari, gadis cantik dan kaya dari Desa Arum Sari. Di sisi lain, ia juga terpikat pada Aisyah Nuraini, gadis saleh dan sederhana dari Desa Tegal Wangi. Dengan memanfaatkan dua nama yang dimilikinya—Arga dan Pradipta—ia menjalani hubungan dengan kedua perempuan itu secara bersamaan. Strategi ini berjalan cukup lama hingga akhirnya terbongkar saat kedua keluarga bersiap mengadakan pernikahan di bulan yang sama. Arga pun terpaksa memilih salah satu, dan ia memilih Aisyah, meninggalkan Nadira dengan hati hancur. Lima tahun kemudian, pernikahan Arga dan Aisyah diuji oleh musibah: Aisyah didiagnosis menderita kanker rahim dan tidak bisa memiliki anak. Dalam pengorbanan terbesarnya, Aisyah justru merelakan Arga menikah lagi agar ia tidak kehilangan masa depan. Takdir membawa Arga kembali bertemu dengan Nadira, yang hingga lima tahun belum juga menikah karena hatinya masih terpaut pada Arga. Arga pun menikahi Nadira, dan mereka menjalani kehidupan poligami yang penuh lika-liku hingga akhirnya Aisyah meninggal dengan tenang. Kisah berakhir dengan lahirnya anak pertama Arga dan Nadira, yang mereka beri nama Aisy—sebagai penghormatan kepada Aisyah. Novel ini adalah kisah tentang cinta, pengorbanan, takdir, dan bagaimana cinta sejati tidak selalu tentang memiliki, tapi juga tentang melepaskan demi kebahagiaan orang yang dicintai.

Mulai Membaca
NOVEL CATATAN KECIL SANG ARJUNA
Buka Detail ↗

NOVEL CATATAN KECIL SANG ARJUNA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 8

Sinopsis Singkat Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Arjuna, seorang anak desa dari Desa Awan Biru yang terlahir dari ramalan sederhana seorang sopir truk: "Anak ini kelak akan menjadi kepala desa." Sejak kecil, Arjuna menunjukkan minat besar pada pemerintahan desa dengan sering mengikuti kakeknya, Amat, yang bekerja sebagai admin desa. Ia tumbuh dengan rasa ingin tahu yang tinggi, rajin membaca, dan memiliki jiwa kepemimpinan alami. Persahabatannya dengan Hidayat, Herman, Nadya, Naila, Juana, dan Dadang membentuk karakternya. Di bangku SMA, ia bertemu dengan Kirana, gadis pindahan dari kota yang kelak menjadi pendamping hidupnya. Cinta mereka tumbuh di tengah perjuangan mengikuti pemilihan OSIS, ujian jarak jauh saat kuliah, dan berbagai konflik yang menguji kesetiaan. Setelah lulus kuliah, Arjuna memilih pulang ke desa, meninggalkan tawaran pekerjaan di kota demi mengabdi pada kampung halaman. Ia menikahi Kirana, yang juga memilih menjadi guru di desa. Arjuna lalu mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Awan Biru dan terpilih. Selama 12 tahun memimpin (dua periode), ia menghadapi berbagai tantangan: banjir, pandemi, fitnah, hingga konflik sosial. Namun dengan integritas, kerja keras, dan dukungan warga, ia berhasil memajukan desa melalui program digitalisasi, ketahanan pangan, dan pengembangan wisata. Kisah ini diakhiri dengan Arjuna yang pensiun dengan damai, meninggalkan warisan kepemimpinan yang dilanjutkan oleh putranya, Bima. Novel ini adalah tentang pengabdian, cinta pada tanah kelahiran, dan bagaimana seorang pemimpin sejati lahir dari ketulusan melayani, bukan dari kekuasaan.

Mulai Membaca
NOVEL JURAGAN KODOK
Buka Detail ↗

NOVEL JURAGAN KODOK

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

Sinopsis Singkat Junet, seorang pemuda Desa Sungai Rintik, sangat membenci suara kodok di rawa belakang rumahnya yang mengganggu tidurnya setiap malam. Namun, hidupnya berubah drastis ketika ia mengetahui bahwa daging kodok memiliki harga jual yang tinggi di kota. Berawal dari iseng dan kebutuhan ekonomi, Junet memulai usaha menangkap dan menjual kodok. Usahanya berkembang pesat, dan ia pun dijuluki "Juragan Kodok" oleh warga desa. Keberhasilan ini membawa berkah berupa uang, tetapi juga memicu iri hati, terutama dari sahabat lamanya, Dahlan. Konflik semakin memanas ketika populasi kodok di sawah menurun drastis, disusul serangan hama yang merusak tanaman padi warga. Junet dituding sebagai biang kerok karena dianggap serakah. Di tengah tekanan warga, hubungannya dengan Jayanti, gadis yang ia sukai, juga mulai merenggang. Krisis mencapai puncaknya saat Junet dan warga menemukan bukti bahwa air sawah telah diracuni—sebuah sabotase yang sengaja dilakukan untuk menjatuhkannya. Dahlan terungkap sebagai pelaku, didorong oleh rasa iri dan dendam. Konflik puncak terjadi saat api membakar pinggir rawa, memaksa seluruh desa bersatu untuk memadamkannya. Setelah kebenaran terungkap, Junet memilih untuk tidak membalas dendam. Sebaliknya, ia memulai proses pemulihan: membersihkan sawah, memulihkan ekosistem, dan melepaskan kembali bibit kodok ke alam. Secara perlahan, suara kodok kembali menghiasi malam, menandakan bahwa alam dan kehidupan desa telah pulih. Junet pun belajar bahwa rezeki sejati bukan hanya uang, tetapi keseimbangan hidup, persahabatan yang tulus, dan cinta yang datang dari kesederhanaan.

Mulai Membaca
← SebelumnyaHalaman 18 dari 31Berikutnya →