
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 4 kali
Sinopsis Singkat Di tengah jamuan istana yang megah, seorang filsuf dari Basra bernama Al-Farabi bin Ishaq al-Basri mengajukan pertanyaan sederhana yang mengguncang seluruh istana: "Mana yang lebih dulu, telur atau ayam?" Para pejabat istana terpecah menjadi dua kubu sengit. Amr bin Hisham memimpin kubu telur dengan argumen logis berdasarkan ilmu pengetahuan dari buku-buku Yunani—setiap ayam berasal dari telur, maka telur pasti lebih dulu. Zaid bin Haritsah memimpin kubu ayam dengan argumen berbasis keyakinan dan kitab-kitab kuno—Allah menciptakan ayam berpasang-pasangan, lalu ayam bertelur, maka ayam pasti lebih dulu. Perdebatan berlangsung berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Para ahli supranatural yang dipanggil memberikan tiga jawaban berbeda: Syekh Abdul Jabal mengatakan ayam lebih dulu, Syekh Hasan mengatakan telur lebih dulu, dan Syekh Ibrahim mengatakan keduanya sama. Istana semakin kacau, para pejabat saling curiga, dan Baginda Raja Harun Al-Rasyid kebingungan. Seperti biasa, Wazir Jafar mengusulkan satu nama: Abu Nawas. Abu Nawas datang dengan jubah lusuh dan kurma di tangannya. Ia tidak langsung menjawab. Sebaliknya, ia bertanya: "Apakah kalian benar-benar ingin tahu, atau hanya ingin menang?" Ia menunjukkan bahwa Amr dan Zaid bukan mencari kebenaran, tetapi hanya ingin mengalahkan lawan. Para ahli supranatural juga hanya ingin membuktikan keahlian mereka. Abu Nawas kemudian memberikan jawaban yang mengejutkan: "Yang lebih dulu adalah yang dibutuhkan lebih dulu." Jika seseorang lapar dan hanya ada telur, maka telur yang lebih dulu dibutuhkan. Jika seseorang ingin mendengar kokok ayam, maka ayam yang lebih dulu dibutuhkan. Jawaban itu tidak memenangkan siapa pun, tetapi mengubah cara pandang semua orang. Amr dan Zaid akhirnya berdamai dan berpelukan. Para ahli supranatural juga saling memaafkan. Istana kembali tenang. Baginda Raja Harun Al-Rasyid belajar bahwa kadang-kadang pertanyaan lebih penting daripada jawaban, dan kebijaksanaan bukan tentang siapa yang benar, tetapi tentang siapa yang mampu memahami.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.