Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.
Total Koleksi
213 Buku
Total Pembaca
1054 Kali
Lokasi Layanan
Desa Sriwidadi
Menampilkan 213 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
SINOPSIS LANGIT BIRU DI UJUNG REMAJA Empat sahabat dari Desa Wanasari—Rantaka, Liris, Banyu, dan Jagra—kini memasuki masa remaja dan melanjutkan pendidikan ke SMP di Kecamatan Rawa Jaya. Mereka menghadapi dunia baru yang keras: ejekan sebagai "anak desa", kesulitan biaya sekolah, dan persahabatan yang mulai retak. Rantaka tinggal di rumah singgah belakang pasar dan bekerja di warung untuk membayar iuran sekolah. Liris bercita-cita menjadi penulis tetapi puisinya dicuri oleh Nayla untuk lomba. Banyu salah menuduh Jagra mencuri sepedanya, sementara banjir besar menghancurkan kolam ikan keluarga Jagra dan membuatnya hampir putus sekolah. Puncak konflik terjadi di jembatan sungai ketika Jagra meninggalkan kelompok Langit Biru, menyatakan bahwa jalannya ada di sungai, bukan di sekolah. Surat dari Bu Laras mengingatkan mereka pada janji masa kecil dan Gerobak Buku yang terbengkalai. Rantaka, Liris, dan Banyu mulai memperbaiki persahabatan dengan membersihkan gerobak, mencari bukti puisi Liris yang dicuri, menemukan kembali sepeda Banyu (ternyata dicuri pemuda lain), dan membantu memperbaiki kolam Jagra melalui gotong royong warga. Mereka mengadakan Pentas Langit Biru Kedua di balai desa, di mana Liris membacakan puisi aslinya, Banyu memamerkan alat penyaring air, Rantaka berpidato tentang pendidikan, dan Jagra akhirnya menceritakan perjuangan keluarganya di depan warga. Setelah pentas, Jagra memutuskan kembali sekolah setelah sekolah memberikan keringanan biaya dan program belajar tambahan. Rantaka mendapat beasiswa, Liris mendapat undangan pelatihan menulis, dan Banyu mengikuti lomba inovasi. Di bawah pohon beringin tua, mereka menyadari bahwa jalan hidup akan membawa mereka ke arah berbeda, tetapi mereka berjanji untuk saling mengingatkan. Rantaka mengirim surat dari kecamatan untuk Liris, menegaskan bahwa Langit Biru adalah janji untuk tetap bersama meski terpisah jarak—sebab persahabatan sejati adalah menemukan jalan pulang ketika hati tersesat. Pesan Moral: Mimpi anak desa tidak pernah terlalu tinggi. Persahabatan sejati diuji saat sulit, dan pendidikan adalah cahaya yang mampu menuntun masa depan, meski harus diperjuangkan dari jalan tanah, sungai yang meluap, dan gerobak buku tua.
Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT TETRALOGI LANGIT BIRU ANAK DESA Buku 1: Langit Biru Anak Desa Kisah dimulai dari kehidupan Rantaka Wening, seorang anak laki-laki dari Desa Wanasari yang bercita-cita menjadi guru. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya—ayahnya bekerja serabutan di ladang dan ibunya berjualan kue—Rantaka tetap bersemangat menempuh pendidikan di SD Wanasari yang sudah tua dan kekurangan fasilitas. Bersama tiga sahabatnya—Liris yang bercita-cita menjadi penulis, Banyu yang gemar membuat alat dari barang bekas, dan Jagra yang ingin membangun usaha perikanan—mereka membentuk kelompok belajar bernama "Langit Biru". Mereka menemukan buku-buku lama di gudang sekolah, membersihkannya, dan mulai membaca bersama. Namun, sebuah surat dari kecamatan mengancam penutupan SD Wanasari karena bangunan yang rusak dan jumlah murid yang sedikit. Orang tua mulai pesimis. Anak-anak yang putus asa, bersama Bu Laras (guru mereka), memutuskan untuk tidak menyerah. Mereka membersihkan sekolah, mengadakan pentas seni desa, dan membangun Gerobak Buku untuk mengajak anak-anak desa membaca dan belajar. Liris membaca puisi yang menggerakkan hati warga dalam pertemuan desa. Banyu memperbaiki pagar dan membuat tempat sampah dari barang bekas. Jagra mengajak pemuda desa membantu memperbaiki saluran air. Rantaka menjadi penggerak utama yang meyakinkan orang tua bahwa pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak mereka. Puncaknya adalah Pentas Harapan Wanasari, di mana anak-anak menunjukkan karya dan mimpi mereka di hadapan warga. Setelah perjuangan panjang, tim penilai dari kecamatan datang. Rantaka menyampaikan pidato yang menyentuh hati, dan akhirnya SD Wanasari tidak ditutup.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
Sinopsis Trilogi ini mengisahkan perjalanan hidup Yanti (Sinox), seorang perempuan yang lahir di malam gerhana di Desa Tegorejo, Kendal, dengan tiga fase kehidupan yang membentuknya menjadi pribadi yang kuat. Buku Pertama: Senja di Desa Tegorejo Yanti kecil tumbuh sebagai gadis desa yang ceria dan pintar. Di bangku SMP, ia merasakan cinta pertama bersama Mas Nur, kakak kelas yang kalem, sementara persahabatannya dengan Bambang dan Riyadi mewarnai masa remajanya. Namun kehilangan mendera ketika Mas Nur pergi merantau ke Jakarta tanpa pamit, disusul Riyadi yang juga pergi ke Tangerang. Ditinggal dua orang terpenting, Yanti hancur, tetapi memilih untuk bangkit dengan melanjutkan sekolah ke STM Tekstil Pedan, Klaten. Buku Kedua: Rindu di Bangku STM Di lingkungan baru yang didominasi siswa laki-laki, Yanti menjadi pusat perhatian. Ia bertemu dengan Toro, kakak kelas yang posesif dan obsesif, serta Riyadi yang diam-diam menjaganya. Persahabatan dengan Dwi, Tina, dan Siti menghangatkan hari-harinya. Namun cinta kembali bertepuk sebelah tangan ketika Teguh, lelaki sederhana dari Comal yang mencintainya tulus, meninggal dunia dengan namanya di bibir. Yanti belajar bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, dan terkadang kehilangan adalah guru terbaik. Buku Ketiga: Untaian Rindu dari Surga Tiga puluh tahun kemudian, Yanti yang kini bernama Sinox—istri Mas Sarif, ibu tiga anak, guru di Mts Gringsing—diguncang oleh panggilan telepon dari Akang Riyadi. Pertemuan virtual ini membuka kembali luka lama dan rindu yang terpendam selama tiga dekade. Dua rumah tangga hampir hancur, fitnah menyebar, dan video call mereka menjadi viral. Namun dari puing-puing kehancuran, mereka belajar bahwa cinta sejati tidak selalu berarti memiliki. Kadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus—mengubah rindu yang menjadi dosa menjadi untaian doa yang suci.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 5
Sinopsis Singkat Tetralogi Langit Biru Tetralogi "Langit Biru" adalah sebuah roman epik yang mengisahkan perjalanan hidup empat sahabat—Rantaka, Liris, Banyu, dan Jagra—dari masa kanak-kanak hingga dewasa di Desa Wanasari. Karya ini mengeksplorasi tema persahabatan, pendidikan, perjuangan ekonomi, cinta, dan mimpi yang terus bertumbuh di tengah keterbatasan. Berawal dari sebuah kelompok belajar bernama Langit Biru, keempat sahabat ini berjuang mempertahankan Sekolah Dasar Wanasari yang terancam tutup dengan mendirikan Gerobak Buku keliling. Namun, ketika menginjak remaja, jalan hidup mereka mulai terpisah: Rantaka melanjutkan pendidikan ke kota dengan beasiswa, sementara Liris, Banyu, dan Jagra bertahan di desa dengan tanggung jawab masing-masing—menulis, bengkel, dan perikanan. Di buku ketiga dan keempat, persahabatan mereka kembali diuji ketika perusahaan luar negeri mengancam lahan, sungai, dan mata pencaharian Desa Wanasari. Melalui perjuangan bersama, mereka membangkitkan Gerobak Buku dan Rumah Inovasi, mengajak warga membaca dan memahami dokumen, hingga akhirnya berhasil memaksa perusahaan melakukan negosiasi yang adil. Pada akhir cerita, Rantaka dan Liris yang saling mencintai memutuskan untuk membangun masa depan bersama di desa, sementara Banyu dan Jagra mengembangkan keterampilan mereka untuk kemajuan Wanasari. Tetralogi ini diakhiri dengan surat Rantaka dari kecamatan, menegaskan bahwa Langit Biru—nama persahabatan mereka—akan tetap menjadi cahaya yang menuntun mereka pulang, di mana pun mereka berada.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINPOSIS ROMAN EPIK "PENJAGA" Roman ini mengisahkan perjalanan epik seorang anak yang lahir di malam gerhana, bernama Sultan Hasan, yang ditakdirkan menjadi "Penjaga Hati." Terasing dan dikucilkan oleh masyarakat desanya, ia mewarisi sebuah pusaka batu akik merah dan syair kuno yang menjadi fondasi bagi misi hidupnya. Di tengah penganiayaan, kehilangan orang tua, dan pengkhianatan, Sultan Hasan berguru pada para tetua sakti yang mengajarkan ilmu silat, kebijaksanaan, dan seni menjaga hati. Cintanya pada Pandan Wangi, penunggu telaga sakti, menjadi ujian terbesar baginya. Mereka harus berjuang melawan takdir yang kejam, termasuk perpisahan, pernikahan paksa, dan pembuangan ke pulau penjara. Selama bertahun-tahun terpisah, Sultan Hasan menulis syair-seribu baris sebagai bentuk kesetiaan, sementara Pandan Wangi setia menunggu di telaga. Setelah badai berlalu, mereka akhirnya bersatu dan menikah dengan sederhana di tepi telaga. Mereka dikaruniai seorang anak, Pandu Hati, yang awalnya menolak tradisi dan merantau, dan kemudian seorang cucu perempuan, Zahra, yang memiliki tanda penjaga. Konflik ayah dan anak, cemburu, serta ancaman perpecahan keluarga menjadi ujian berikutnya. Puncak kisah menceritakan kematian Pandan Wangi yang menyayat hati, diikuti oleh pengasingan Sultan Hasan di dalam gua, dan akhirnya ia wafat dengan tenang, mewariskan tugas suci kepada Zahra. Roman ini ditutup tiga puluh tahun kemudian, ketika Zahra—kini seorang nenek—mengajarkan syair pertama kepada cicitnya, Sultan Hasan Kecil, yang lahir dengan tanda yang sama. Lingkaran waktu pun tertutup, menandakan bahwa tradisi menjaga hati akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 5
Sinopsis Roman Epik "Pengembara Dua Langit" Kisah Cinta, Perjuangan, dan Pulang Arga lahir di Desa Wringinrejo dengan pertanda langit terbelah—seorang anak yang sejak kecil bisa mendengar bisikan angin dan melihat bayangan gaib. Kemampuan aneh ini membawanya pada Jatmika, arwah kakak yang meninggal sebelum ia lahir, dan Sekar, gadis desa yang menjadi takdirnya. Ketika Sekar dijodohkan paksa dengan pengusaha kaya Ferry dan diculik ke kota, Arga memulai perjalanan pengembaraan yang panjang. Dari desa ke kota, dari kuli bangunan hingga pemimpin perlawanan, ia ditemani sahabat-sahabat sejati—Guntur yang sinis namun setia, Laras yang penuh rahasia, Faruq yang humoris, Nisa yang pemberani, Dimas yang jenius teknologi, Ratri sahabat masa kecil, dan Pak Bondan yang seperti ayah kedua. Perjuangan Arga bukan sekadar menyelamatkan Sekar, tetapi mengungkap rahasia kelahiran istimewanya—warisan dari Mbah Lestari, nenek buyut sakti yang bisa melihat dua dunia. Di balik keris pusaka dan peta usang, tersembunyi misi suci: melindungi desa dari kejahatan dan menyatukan dua keluarga yang terpisah oleh takdir. Melalui pertempuran hukum melawan pengacara licik Danu, intrik politik Pak Kades yang korup, hingga penyergapan preman bayaran, Arga dan timnya membuktikan bahwa kebenaran, cinta, dan persahabatan lebih kuat dari uang dan kekuasaan. Epik ini berakhir di tempat semua bermula—di bawah pohon randu Bukit Watu Senja, dengan peta usang yang kini terisi penuh oleh garis perjuangan, diiringi tangis bahagia kelahiran bayi Jatmika yang membawa harapan baru. Arga akhirnya mengerti arti pulang yang sesungguhnya: "Pulang bukan tentang berhenti berjalan. Pulang adalah menemukan tempat di mana hati berbisik, 'Inilah aku. Inilah rumahku.'"
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS TRILOGI "JEJAK WAKTU" Trilogi ini mengisahkan perjalanan panjang Danang Wiratama, seorang anak yang lahir dari stigma "anak haram" di sebuah desa terpencil di tepi Sungai Kapuas Muara. Di tengah dinginnya rumah yang penuh rahasia dan bisikan tetangga yang menghujat, ia menemukan secercah cahaya dalam diri Kirana, seorang gadis kecil yang datang membawa bunga dan persahabatan. Bagian Pertama: Akar yang Tumbuh Diam-Diam Masa kecil Danang dan Kirana diwarnai oleh ikatan yang dalam, namun harus retak oleh kebohongan, kecurigaan, dan perpisahan pahit. Sebuah surat palsu, rencana jahat Surya, dan pengkhianatan sahabat Arman memisahkan mereka saat memasuki gerbang dewasa. Danang pergi ke kota dalam kepedihan, sementara Kirana ditinggalkan dengan keyakinan bahwa cintanya telah berakhir. Bagian Kedua: Langit yang Mulai Retak Bertahun-tahun kemudian, Danang dan Kirana dipertemukan kembali di kota yang sama. Cinta lama yang tak pernah padam bersemi kembali. Namun, di balik kebahagiaan, Arman yang menyimpan rasa iri dan cinta terlarang, diam-diam meracuni hubungan mereka. Sebuah surat palsu lagi, kali ini ditulis oleh tangan sahabat, kembali menghancurkan segalanya. Kirana pergi, Danang menghilang, dan mereka kehilangan tiga puluh tahun masa depan yang seharusnya indah. Bagian Ketiga: Senja yang Memulangkan Di usia senja, Danang kembali ke desa yang dulu ia tinggalkan. Ia menemukan Kirana yang juga telah pulang dan menjanda. Di ujung usia mereka, kebenaran tentang surat-surat palsu dan pengkhianatan Arman akhirnya terungkap. Waktu yang tersisa dipakai untuk saling memaafkan dan merajut kembali benang-benang cinta yang sempat putus. Meskipun pada akhirnya maut memisahkan mereka, cinta yang telah terbukti abadi itu terus hidup, diwariskan pada generasi penerus yang menjaga api cinta tetap menyala di desa Kapuas Muara. Singkatnya, "JEJAK WAKTU" adalah sebuah epik tentang cinta sejati yang bertahan melawan kebohongan, pengkhianatan, waktu, dan kematian. Novel ini mengajarkan bahwa cinta yang tulus adalah perjalanan yang penuh pengorbanan, tetapi akan selalu menemukan jalannya pulang, meski harus melalui perjalanan puluhan tahun dan kehidupan di alam yang berbeda.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 3
Sinopsis Singkat Novel ini mengisahkan tentang takdir tak terduga yang mempertemukan Ramadhan dan Aisyah. Aisyah adalah calon istri Ragil, sahabat terbaik Ramadhan. Di hari yang seharusnya menjadi saksi bahagia pernikahan mereka, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa Ragil. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Ragil menitipkan amanah kepada Ramadhan untuk menjaga dan menikahi Aisyah. Berawal dari rasa tanggung jawab dan kepatuhan pada amanah, Ramadhan dan Aisyah menjalani pernikahan yang penuh kecanggungan dan luka masa lalu. Mereka harus melewati berbagai ujian: bayang-bayang Ragil yang masih menghantui, kesalahpahaman, kecemburuan, dan rasa bersalah. Namun, dari setiap pengorbanan dan kesabaran yang mereka lalui, cinta perlahan tumbuh, bukan lagi karena amanah, melainkan karena pilihan hati. Kisah ini adalah perjalanan tentang bagaimana takdir, yang terkadang datang melalui jalan paling menyakitkan, dapat berakhir sebagai anugerah terindah bagi mereka yang mau menerimanya dengan ikhlas.
Mulai Membaca