
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 4 kali
SINPOSIS ROMAN EPIK "PENJAGA" Roman ini mengisahkan perjalanan epik seorang anak yang lahir di malam gerhana, bernama Sultan Hasan, yang ditakdirkan menjadi "Penjaga Hati." Terasing dan dikucilkan oleh masyarakat desanya, ia mewarisi sebuah pusaka batu akik merah dan syair kuno yang menjadi fondasi bagi misi hidupnya. Di tengah penganiayaan, kehilangan orang tua, dan pengkhianatan, Sultan Hasan berguru pada para tetua sakti yang mengajarkan ilmu silat, kebijaksanaan, dan seni menjaga hati. Cintanya pada Pandan Wangi, penunggu telaga sakti, menjadi ujian terbesar baginya. Mereka harus berjuang melawan takdir yang kejam, termasuk perpisahan, pernikahan paksa, dan pembuangan ke pulau penjara. Selama bertahun-tahun terpisah, Sultan Hasan menulis syair-seribu baris sebagai bentuk kesetiaan, sementara Pandan Wangi setia menunggu di telaga. Setelah badai berlalu, mereka akhirnya bersatu dan menikah dengan sederhana di tepi telaga. Mereka dikaruniai seorang anak, Pandu Hati, yang awalnya menolak tradisi dan merantau, dan kemudian seorang cucu perempuan, Zahra, yang memiliki tanda penjaga. Konflik ayah dan anak, cemburu, serta ancaman perpecahan keluarga menjadi ujian berikutnya. Puncak kisah menceritakan kematian Pandan Wangi yang menyayat hati, diikuti oleh pengasingan Sultan Hasan di dalam gua, dan akhirnya ia wafat dengan tenang, mewariskan tugas suci kepada Zahra. Roman ini ditutup tiga puluh tahun kemudian, ketika Zahra—kini seorang nenek—mengajarkan syair pertama kepada cicitnya, Sultan Hasan Kecil, yang lahir dengan tanda yang sama. Lingkaran waktu pun tertutup, menandakan bahwa tradisi menjaga hati akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.