
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 4 kali
SINOPSIS SINGKAT TETRALOGI LANGIT BIRU ANAK DESA Buku 1: Langit Biru Anak Desa Kisah dimulai dari kehidupan Rantaka Wening, seorang anak laki-laki dari Desa Wanasari yang bercita-cita menjadi guru. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya—ayahnya bekerja serabutan di ladang dan ibunya berjualan kue—Rantaka tetap bersemangat menempuh pendidikan di SD Wanasari yang sudah tua dan kekurangan fasilitas. Bersama tiga sahabatnya—Liris yang bercita-cita menjadi penulis, Banyu yang gemar membuat alat dari barang bekas, dan Jagra yang ingin membangun usaha perikanan—mereka membentuk kelompok belajar bernama "Langit Biru". Mereka menemukan buku-buku lama di gudang sekolah, membersihkannya, dan mulai membaca bersama. Namun, sebuah surat dari kecamatan mengancam penutupan SD Wanasari karena bangunan yang rusak dan jumlah murid yang sedikit. Orang tua mulai pesimis. Anak-anak yang putus asa, bersama Bu Laras (guru mereka), memutuskan untuk tidak menyerah. Mereka membersihkan sekolah, mengadakan pentas seni desa, dan membangun Gerobak Buku untuk mengajak anak-anak desa membaca dan belajar. Liris membaca puisi yang menggerakkan hati warga dalam pertemuan desa. Banyu memperbaiki pagar dan membuat tempat sampah dari barang bekas. Jagra mengajak pemuda desa membantu memperbaiki saluran air. Rantaka menjadi penggerak utama yang meyakinkan orang tua bahwa pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak mereka. Puncaknya adalah Pentas Harapan Wanasari, di mana anak-anak menunjukkan karya dan mimpi mereka di hadapan warga. Setelah perjuangan panjang, tim penilai dari kecamatan datang. Rantaka menyampaikan pidato yang menyentuh hati, dan akhirnya SD Wanasari tidak ditutup.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.