🏛️
PerpusDig Sriwidadi
Desa Sriwidadi
PROKER KKN '26
📦Rak Offline
Sistem Perpustakaan Aktif

Jendela Pengetahuan Desa

Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.

🔍
📑
✨
📚

Total Koleksi

213 Buku

👁️

Total Pembaca

1085 Kali

🏛️

Lokasi Layanan

Desa Sriwidadi

📚 Koleksi Terbaru

Menampilkan 213 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

ROMAN EPIK DI BAWAH BAYANG-BAYANG ASMARA
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK DI BAWAH BAYANG-BAYANG ASMARA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 4

SINOPSIS SINGKAT Di desa Tegorejo yang sunyi, seorang gadis miskin bernama Ariyanti dan pemuda sederhana Akang Supriyadi menemukan cinta di antara perjuangan hidup. Namun, kebahagiaan mereka dihadang oleh Rahmadi, anak konglomerat kaya yang terbiasa mendapatkan semua yang diinginkannya. Obsesi Rahmadi pada Ariyanti memicu serangkaian peristiwa keji: fitnah, penganiayaan, kebakaran, kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Akang, hingga penculikan Ariyanti. Di tengah gempuran kekejaman Rahmadi yang didukung oleh preman dan uang, Akang dan Ariyanti tidak menyerah. Mereka dibantu oleh sekutu-sekutu setia: Bu Sumi, guru bijak yang menjadi otak strategi; Pak Dullah, mantan sopir keluarga Rahmadi yang berubah menjadi mata-mata; Marni, sahabat yang menjadi saksi dan dokumentator; serta Siti, sahabat yang sempat menjadi pengkhianat namun akhirnya bertobat. Perjuangan mereka mengungkap rahasia kelam Rahmadi, yang ternyata adalah anak haram dari hubungan terlarang, serta persekongkolan ayah kandung Akang dengan musuh mereka untuk merebut tanah warisan. Puncaknya, Rahmadi diadili dan dijatuhi hukuman penjara setelah percobaan pembunuhan dan penculikan gagal. Setelah melewati badai panjang, Akang dan Ariyanti akhirnya bersatu dalam pernikahan yang dihadiri oleh semua orang yang pernah berjuang bersama mereka, termasuk Rahmadi yang telah bertobat dan datang untuk meminta maaf. Epilog menggambarkan kehidupan mereka dua puluh lima tahun kemudian: mereka hidup bahagia dengan anak-anak yang meneruskan perjuangan mereka, sementara Tegorejo menjadi saksi bisu dari sebuah kisah epik tentang cinta sejati, pengorbanan, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.

"

Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

🎓 Proker KKN 2026

Sistem Informasi Perpustakaan Digital, dedikasi mahasiswa untuk memajukan literasi warga Desa Sriwidadi.

Dibuat dengan ❤️ di tahun 2026© Perpustakaan Digital Desa Sriwidadi. All Rights Reserved.
Mulai Membaca
ROMAN EPIK CINTA TERHEMPAS, PUTUS DI UJUNG TAKDIR
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK CINTA TERHEMPAS, PUTUS DI UJUNG TAKDIR

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 4

Sinopsis Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Paijo, seorang anak pendiam dari pinggiran Sungai Kapuas di Handel Sungai Beras, Kalimantan Tengah. Kisah berawal dari masa kecilnya yang sederhana, di mana ia menjalin persahabatan erat dengan seorang gadis cerewet bernama Paijem. Di tepian sungai dan sudut-sudut kota Kuala Kapuas, benih cinta pertama tumbuh dalam diam di hati Paijo, namun ia tak pernah berani mengungkapkannya. Ketakutan akan kehilangan justru menjadi kenyataan pahit ketika Paijem harus pindah ke Jawa. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam yang tak kunjung sembuh, mengantarkan Paijo pada fase panjang kesepian dan penyesalan di perantauan. Ia bekerja keras di Banjarmasin, menghidupi diri dan keluarganya, namun bayangan masa lalu terus menghantuinya. Takdir mempertemukannya dengan Painem, seorang perempuan kuat dan pekerja keras dari kampung yang sama. Pernikahan mereka lahir bukan dari cinta yang menggebu, tetapi dari penerimaan dan kebutuhan untuk melanjutkan hidup. Di tengah pergulatan ekonomi dan kenangan lama, Paijo harus belajar menjadi suami dan ayah, sambil berdamai dengan cinta pertamanya yang tak pernah sempat ia perjuangkan. Cerita mencapai klimaksnya saat kabar dan surat dari Paijem datang, membuka luka lama sekaligus memberi kesempatan untuk penyelesaian. Pertemuan terakhir mereka di ranjang sakit menjadi titik balik di mana Paijo akhirnya melepaskan masa lalu dengan ikhlas. Kembali ke keluarganya, ia dan Painem memulai hidup baru dari nol, membangun bengkel dan rumah tangga yang kokoh di atas fondasi kesetiaan dan pengertian. Novel ini adalah kisah epik tentang cinta pertama yang tak terucap, pengorbanan, dan perjuangan hidup masyarakat sederhana. Mengambil latar belakang budaya Kalimantan yang kaya, karya ini menyampaikan pesan universal bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki, tetapi tentang melepaskan dan menerima takdir, serta menemukan kedamaian di dalam diri sendiri dan rumah yang kita pilih.

Mulai Membaca
ROMAN EPIK BATAS PENANTIAN DI UJUNG SENJA
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK BATAS PENANTIAN DI UJUNG SENJA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 5

Sinopsis Singkat Tentang Perjalanan Panjang Seorang Perempuan Desa yang Menantang Takdir, Mengejar Cita-Cita, dan Menemukan Cinta Sejati di Ujung Senja Yanti lahir pada malam gerhana bulan di Desa Tegorejo, sebuah desa kecil di Kendal. Dukun bayi meramalkan bahwa ia akan menjadi perempuan kuat dengan perjalanan cinta yang penuh liku—banyak lelaki datang dan pergi, tetapi hatinya sering terluka. Sejak kecil, Yanti tumbuh dalam kemiskinan bersama ayahnya, Wiryo, dan ibunya, Sulastri. Di tengah keterbatasan, ia bercita-cita menjadi guru. Masa kecil Yanti diwarnai persahabatan dengan Bambang (anak tengil yang diam-diam mencintainya), Dandang (si pelawak), Anita, Yuli, dan Lila (yang menyimpan rasa iri). Saat SMP, ia jatuh cinta pada Ahmad—anak kalem dari dusun tetangga. Cinta mereka tumbuh indah, namun diwarnai kecemburuan Ahmad yang berlebihan, fitnah dari Lila, dan konflik dengan Bambang yang juga mencintai Yanti. Mereka beberapa kali putus dan kembali, tetapi luka demi luka terus menggerogoti hubungan mereka. Memasuki SMA, kehadiran Raihan—cowok populer dan dewasa—mulai menggoyahkan hati Yanti. Ahmad yang semakin posesif dan cemburu justru membuat Yanti lelah. Di tengah kebingungan antara cinta lamanya (Ahmad) dan kenyamanan baru (Raihan), Yanti terjebak dalam dilema. Puncaknya terjadi saat ulang tahun Yanti, ketika Raihan mengaku menyukainya di depan Ahmad. Pertanyaan Ahmad, "Kamu masih cinta sama aku nggak?" tidak bisa langsung dijawab Yanti. Mereka pun berpisah. Ahmad memilih mundur dengan luka, dan Raihan pun menjaga jarak. Yanti kehilangan kedua sosok penting dalam hidupnya. Ia menulis surat untuk Ahmad yang tak pernah sempat diberikan. Pada perjumpaan terakhir di bawah hujan, Ahmad pamit untuk selamanya—bukan karena tidak cinta, tetapi karena mencintai berarti melepaskan agar Yanti tidak terus terluka. Bertahun-tahun kemudian, Yanti menjadi guru SD seperti cita-citanya. Ahmad bekerja di kota. Pada reuni 15 tahun setelah SMA, mereka bertemu kembali. Tidak ada air mata, tidak ada pelukan, tidak ada cinta yang kembali. Hanya dua orang dewasa yang menerima bahwa tidak semua cinta harus dimiliki—sebagian hanya pantas dikenang sebagai bagian paling jujur dari perjalanan hidup. Novel ini mengisahkan bahwa cinta pertama tidak selalu berakhir bahagia, tetapi ia tetap menjadi bagian penting yang membentuk siapa kita. Bahwa terkadang, mencintai berarti melepaskan, dan penantian terpanjang bukanlah menunggu seseorang kembali, melainkan menunggu hati sendiri untuk benar-benar menerima kenyataan.

Mulai Membaca
ROMAN JEJAK SENJA DI UJUNG DESA
Buka Detail ↗

ROMAN JEJAK SENJA DI UJUNG DESA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 4

Sinopsis Singkat Amat lahir pada 17 Agustus 1950 di Desa Awan Biru, sebuah desa terpencil yang tertinggal oleh waktu—tanpa listrik stabil, jalan becek, dan hanya mengandalkan lampu minyak untuk belajar. Sejak kecil, rasa ingin tahunya luar biasa: ia pernah membongkar radio tetangga untuk mencari "orang di dalam kotak", dan menulis huruf pertama di atas pasir yang diajarkan Serena, gadis kota yang menjadi sahabatnya. Dari seorang anak desa yang belajar membaca di bawah pohon trembesi, Amat tumbuh menjadi pemuda yang merantau ke kota kabupaten. Di sana, ia menemukan dunia baru: warnet, internet, dan mimpi untuk membawa desanya masuk ke layar dunia. Ia bekerja serabutan, belajar otodidak, dan menulis blog tentang desanya—"Desa Awan Biru – Dari Ujung Jalan Tanah". Setelah bertahun-tahun merantau, Amat pulang ke desa dengan laptop bekas (tombol "E"-nya harus ditekan keras) dan satu modem USB lambat. Di tengah keraguan warga dan penolakan generasi tua (terutama Pak Surono yang setia dengan mesin ketik), ia mulai membangun website desa. Perlahan, ia mengajak sahabat-sahabatnya—Iwan, Yuni, Eko, Lulu, Endang, dan Didit—untuk bersama-sama mendigitalkan desa. Perjalanannya penuh rintangan: server down, fitnah politik saat Pilkades, serangan hacker dari generasi muda yang iri, hingga konflik dengan keluarga dan persahabatan yang retak. Namun dengan ketekunan, kejujuran, dan kemampuan memaafkan, Amat berhasil membangun sistem transparansi yang mengubah Desa Awan Biru dari desa tertinggal menjadi model nasional transformasi digital. Ia menikah dengan Rania, memiliki anak bernama Anita, dan kemudian menjadi kakek dari Arjuna yang kelak meneruskan perjuangannya sebagai kepala desa. Di usia senja, Amat pensiun, menghadapi kesepian, dan menemukan makna baru dalam berkebun dan menulis buku. Ia mewariskan nilai-nilai kejujuran, ketekunan, dan keberanian kepada generasi penerus—Herman, Bambang, Joko, dan lainnya—yang kemudian mengembangkan desa lebih jauh. Amat wafat di usia 70 tahun dengan tenang, meninggalkan warisan abadi: sebuah desa yang mandiri secara digital, generasi muda yang berdaya, dan jejak yang tak pernah hilang. Kisahnya dikenang melalui museum, prasasti, dan semangat yang terus hidup di setiap sudut Desa Awan Biru. Novel ini mengisahkan bahwa dari keterbatasan paling ekstrem sekalipun, mimpi besar bisa lahir. Seorang anak desa dengan laptop bekas dan satu modem bisa mengubah seluruh kampung halamannya—bukan dengan kekayaan atau kekuasaan, tetapi dengan ketekunan, kejujuran, dan keyakinan bahwa teknologi harus melayani rakyat, bukan sebaliknya.

Mulai Membaca
ROMAN KETIKA ANAK PETANI MEMIMPIN DESA
Buka Detail ↗

ROMAN KETIKA ANAK PETANI MEMIMPIN DESA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 5

Sinopsis Singkat Joko Prasetyo lahir pada 17 Agustus 1950 di Desa Suka Maju, sebuah desa terpencil yang tertinggal oleh waktu. Sebagai anak petani miskin yang hanya memiliki sepetak sawah sewaan, ia tumbuh dalam keterbatasan—rumah panggung berdinding bambu, atap rumbia bocor, lampu minyak untuk belajar, dan sepatu bolong yang ditambal berkali-kali. Namun di dalam dadanya, api cita-cita menyala: suatu hari nanti, ia akan memimpin desanya dan membawanya keluar dari kemiskinan. Perjuangan Joko dimulai dari hal-hal sederhana. Setiap hari ia menyeberangi sungai dengan rakit bambu untuk bersekolah di kampung sebelah. Di bawah bimbingan guru bernama Ibu Sumarni, ia menemukan dunia melalui buku-buku pinjaman. Dukungan datang dari Pak Kades (Karman) yang menjadi mentornya, Mbah Karto yang mengajarkan ilmu pertanian, dan sahabat setianya, Budi. Saat keluarganya dilanda paceklik dan ayahnya sakit, Joko belajar bahwa bertahan dan meminta pertolongan adalah bagian dari perjuangan. Setelah lulus SMP dengan prestasi, Joko memilih pulang ke desa, bukan mencari kerja di kota. Ia memulai pengabdian dengan membuka kelas gratis untuk anak-anak, menghidupkan Karang Taruna, mendirikan perpustakaan desa "Cahaya Ilmu", dan membentuk Kelompok Tani "Tunas Harapan". Perjuangannya menarik perhatian warga—dan juga ancaman dari Haji Dulah, tengkulak yang merasa usaha mereka terancam. Fitnah, sabotase, dan politik uang ia hadapi dengan keteguhan hati. Pada usia 24 tahun, Joko maju sebagai calon kepala desa termuda. Lawan-lawannya adalah tokoh berpengalaman dan kaya raya yang menggunakan politik uang dan fitnah untuk menjatuhkannya. Namun dengan kampanye yang jujur dan dukungan rakyat kecil, Joko memenangkan pilkades. Ia dilantik menjadi Kepala Desa Suka Maju pada 12 Agustus 1974. Kepemimpinannya selama dua periode (1974-1984) membawa perubahan luar biasa: jalan beraspal sepanjang lima kilometer, jembatan beton di atas sungai, listrik masuk ke seluruh desa, irigasi, sekolah baru, puskesmas pembantu, koperasi desa, dan kelompok usaha perempuan. Ia memberantas korupsi dengan transparansi anggaran, menolak investor yang merusak lingkungan, dan selalu dekat dengan rakyat—turun ke sawah, mendengar keluhan, hadir di setiap acara warga. Setelah pensiun, Joko tetap mengabdi sebagai petani, guru ngaji, penulis buku, dan pendiri yayasan pendidikan. Ia juga mendirikan pondok pesantren, mengelola zakat dan wakaf, serta mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal. Putranya, Prasetyo, meneruskan jejak pengabdiannya. Joko Prasetyo wafat pada 15 Maret 2024, di usia 69 tahun, meninggalkan desa yang telah berubah total dari keterbelakangan menjadi contoh desa maju. Kini namanya diabadikan sebagai nama jalan, museum, dan patung. Desa Suka Maju telah menjadi kota kecil yang modern, namun tetap menjaga nilai-nilai gotong royong dan kesederhanaan yang ia wariskan. Novel ini mengisahkan bahwa kemiskinan bukanlah takdir—melainkan titik awal untuk berjuang. Seorang pemimpin sejati lahir dari hati yang melayani, bukan dari kekuasaan yang memisahkan. Dari tepi sungai, dari rakit bambu, dari lampu minyak, mimpi seorang anak petani menjadi nyata: membangun desa, membangun manusia, dan meninggalkan jejak yang tak pernah hilang.

Mulai Membaca
ROMAN MENTARI DI UJUNG RINDU
Buka Detail ↗

ROMAN MENTARI DI UJUNG RINDU

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 4

Sinopsis Singkat Di sebuah desa kecil bernama Sumber Waras, lima sahabat—Ryahan, Niko, Naryo, Anita, dan Liana—tumbuh bersama dalam ikatan persahabatan yang kuat. Di antara mereka, Ryahan dan Amelia mulai merasakan benih-benih cinta yang tumbuh dari kedekatan dan ketulusan. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Indra, pemuda yang diam-diam menyimpan rasa iri kepada Ryahan, bersama Rinto dan Susianti mulai menyusun rencana jahat. Mereka menyebarkan fitnah, memalsukan surat, dan merancang kebakaran gudang kelompok tani untuk menjatuhkan nama baik Ryahan dan keluarganya. Fitnah itu memaksa Amelia menjauh dari Ryahan demi menjaga nama baik keluarganya. Persahabatan yang dulu kokoh mulai retak oleh kebohongan. Ryahan memilih pergi ke Kota Kuala Kapuas untuk mengikuti pelatihan dan membuktikan dirinya. Di sana ia berjuang keras, namun rindu pada desa dan Amelia tak pernah sirna. Surat-surat cintanya kepada Amelia sengaja dicegat dan disembunyikan oleh Rinto atas perintah Indra, sementara surat palsu dikirimkan untuk meyakinkan Amelia bahwa Ryahan telah melupakannya. Di tengah keterpurukan, kabar duka datang: Pak Rahmat, ayah Ryahan, meninggal dunia akibat sakit yang diperparah oleh tekanan fitnah yang terus menerpa keluarganya. Ryahan terlambat pulang dan hanya sempat melihat ayahnya terbujur kaku. Pulang ke desa dengan hati hancur, Ryahan justru menemukan kebenaran: surat-suratnya selama ini tidak pernah sampai kepada Amelia. Rinto akhirnya mengaku, disusul Susianti yang turut membongkar seluruh konspirasi Indra. Indra melarikan diri ke Kuala Kapuas, namun akhirnya menyerahkan diri di tepian Sungai Kapuas setelah dihadang Ryahan dan pihak kepolisian. Kebenaran terungkap. Nama baik Ryahan dan almarhum ayahnya dipulihkan. Amelia yang selama ini menahan rindu akhirnya mengetahui bahwa cinta mereka tak pernah padam—hanya terhalang kebohongan. Dengan restu kedua keluarga, Ryahan dan Amelia bersatu. Tiga tahun kemudian, mereka telah menikah dan memiliki seorang putra. Desa Sumber Waras bangkit kembali dari perpecahan. Indra menjalani proses hukum dan mulai memperbaiki hidupnya. Persahabatan yang sempat retak perlahan pulih. Di tepian Sungai Kapuas, tempat kebenaran akhirnya terungkap, Ryahan, Amelia, dan putra mereka menyaksikan mentari terbenam—sebuah pengingat bahwa setelah badai terbesar, mentari akan selalu kembali bersinar di ujung rindu. Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati akan bertahan meski diuji waktu dan fitnah, persahabatan sejati akan kembali meski sempat terkoyak pengkhianatan, dan harapan akan selalu menemukan jalannya—seperti mentari yang tak pernah padam di ujung rindu.

Mulai Membaca
ROMAN PULANG
Buka Detail ↗

ROMAN PULANG

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 5

Sinopsis Singkat Erlangga, seorang pemuda yang telah delapan tahun meninggalkan Desa Suka Makmur untuk mengejar karier di kota, memutuskan pulang setelah merasa hampa di tengah kesibukan hidup perkotaan. Ia kembali dengan buku catatan berisi rencana-rencana besar untuk membangun desanya, namun disambut oleh keraguan ayahnya dan kecurigaan warga yang telah lama kecewa oleh janji-janji kosong. Di desa, Erlangga bertemu kembali dengan Khinanti, gadis masa lalunya yang kini mengelola Rumah Baca Harapan—sebuah tempat sederhana yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak desa. Khinanti yang pernah ia tinggalkan tanpa penjelasan, kini menjaga jarak dengan luka lama yang belum sembuh. Bersama Khinanti, Jatmiko dan pemuda desa, ibu-ibu kelompok usaha, serta tokoh masyarakat seperti Pak Wiryo, Erlangga perlahan membangun kembali kepercayaan warga. Mereka membersihkan lapangan, memperbaiki rumah baca, menanam kebun pangan bersama, membentuk kelompok usaha "Rasa Makmur", dan mengadakan musyawarah desa untuk merencanakan masa depan. Ketika banjir besar melanda, desa yang semula terpecah justru bersatu menolong satu sama lain. Pak Wiryo yang awalnya meragukan kegiatan pemuda akhirnya berubah menjadi pendukung setia. Musyawarah desa melahirkan lima program prioritas: perbaikan jalan dan saluran air, penguatan pendidikan, kelompok usaha, kebun pangan, dan pelayanan desa. Erlangga dihadapkan pada pilihan sulit ketika tawaran pekerjaan besar dari kota datang. Ia juga harus menghadapi ancaman perusahaan yang ingin membeli lahan warga. Namun, dengan dukungan Khinanti dan seluruh warga, ia memilih bertahan dan memperjuangkan hak-hak desa. Di tengah perjuangan itu, cinta antara Erlangga dan Khinanti tumbuh dari pengabdian dan kerja bersama. Pada pesta rakyat peringatan hari jadi desa, Erlangga melamar Khinanti di hadapan seluruh warga—sebuah lamaran yang menjadi simbol bahwa cinta mereka lahir dari kesetiaan pada tanah kelahiran. Dua tahun kemudian, Desa Suka Makmur berubah: jalan mulai diperbaiki, anak-anak rajin belajar di rumah baca, kelompok usaha berkembang, dan warga tak lagi hanya menunggu bantuan. Mereka telah belajar bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk bertahan dan bekerja bersama. Novel ini mengisahkan bahwa pulang bukan sekadar kembali ke tempat asal, melainkan tentang keberanian menghadapi masa lalu, kesediaan membangun masa depan, dan cinta yang tumbuh dari pengabdian kepada masyarakat dan tanah kelahiran.

Mulai Membaca
ROMAN DI BAWAH RESTU LELUHUR AWAN BIRU
Buka Detail ↗

ROMAN DI BAWAH RESTU LELUHUR AWAN BIRU

Sejarah & Budaya

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 4

Sinopsis Singkat Di Desa Awan Biru yang mistis, di mana kabut menjadi napas leluhur dan tradisi mengikat setiap langkah, lahirlah dua bayi di malam yang sama dengan tanda-tanda gaib: Jojon, anak dari keluarga penjaga adat, dan Yeni, anak dari keluarga petani biasa. Takdir mempertemukan mereka di tepi sungai tua, dan sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh di antara dua dunia yang tidak boleh bersatu. Cinta mereka dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap garis keturunan yang dijaga ketat. Para tetua adat, didukung oleh tokoh ambisius bernama Raka, berusaha memisahkan mereka dengan sidang adat, pengasingan, dan ancaman hukuman yang lebih berat. Namun Jojon dan Yeni tidak menyerah. Dengan bantuan sahabat setia Leman, mereka berjuang melawan tradisi yang kaku, mengungkap rahasia masa lalu tentang leluhur Jaya Raksa dan Ratih yang mengalami nasib serupa, dan menghadapi ujian spiritual dari para leluhur. Kisah ini adalah sebuah epik tentang pengorbanan, keberanian, dan kekuatan cinta yang mampu mengubah tradisi yang menindas menjadi adat yang melindungi. Jojon dan Yeni tidak hanya berjuang untuk cinta mereka, tetapi juga untuk membuka jalan bagi generasi mendatang—agar tidak ada lagi cinta yang dihancurkan oleh ketakutan, dan agar desa mereka dapat hidup dalam keseimbangan antara warisan leluhur dan kebebasan hati.

Mulai Membaca
← SebelumnyaHalaman 11 dari 27Berikutnya →