Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.
Total Koleksi
213 Buku
Total Pembaca
1077 Kali
Lokasi Layanan
Desa Sriwidadi
Menampilkan 213 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT Dari Admin Biasa Menjadi Penjaga Informasi di Sepuluh Desa Arman, seorang perangkat desa biasa di Desa Sido Mukti, hanya bisa mengetik dengan dua jari dan tidak mengerti apa-apa tentang dunia digital. Namun ketika Kepala Desa memintanya mengelola website desa yang kosong, ia memulai perjalanan yang mengubah hidupnya. Dengan laptop tua, koneksi internet pas-pasan, dan secangkir kopi, Arman belajar menulis artikel demi artikel—tentang gotong royong, pembangunan desa, hingga regulasi Dana Desa. Tulisannya yang sederhana namun informatif mulai dikenal. Desa-desa lain pun meminta bantuannya. Dalam waktu singkat, Arman menjadi kontributor untuk sepuluh desa sekaligus, menulis puluhan artikel setiap minggu dari meja kayu sederhana di rumahnya. Namun perjalanan tidak selalu mulus. Artikelnya tentang transparansi anggaran memicu konflik dengan beberapa kepala desa. Ia menghadapi tuduhan, penarikan kepercayaan, dan tekanan berat. Namun dengan dukungan istri tercinta Sari, sahabat setia Pak Darso, dan keyakinan akan pentingnya informasi desa, Arman bertahan. Kesuksesan Arman bukan hanya tentang tulisannya, tetapi tentang bagaimana ia melahirkan generasi baru admin desa. Melalui pelatihan dan bimbingan, ia mengubah para pemuda desa yang awalnya takut menulis menjadi penulis handal yang kini mengelola website desa mereka sendiri. Novel inspiratif ini mengisahkan perjuangan seorang pria sederhana yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan. Dengan ketekunan, konsistensi, dan semangat berbagi, Arman menjadi legenda—bukan karena pengakuan, tetapi karena ia berhasil menyalakan api literasi yang terus menyala dari generasi ke generasi. "Ketika desa bisa bercerita sendiri, dunia akan mendengarkan."
Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 5
Sinopsis Singkat Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Raditya (Radit), seorang anak desa dari lereng Gunung Merbabu yang lahir di tengah hujan deras dan ramalan misterius dari tetua adat. Tumbuh dalam kemiskinan namun kaya akan kasih sayang ibu dan ajaran harga diri dari ayahnya, Radit kecil belajar bahwa kejujuran adalah perisai, keberanian adalah pedang, dan cinta adalah mahkota. Perjalanan hidup Radit penuh liku: cinta pertama yang tumbuh diam-diam dengan Alya, gadis kota yang pindah ke desanya, namun kandas oleh perbedaan status sosial dan tekanan keluarga. Persahabatan yang dibangun sejak kecil bersama Bimo, Ucup, Jono, dan Sari—serta cinta diam-diam Sari yang setia menemani—juga diuji oleh waktu dan kepentingan. Saat remaja, Radit mulai mengenal dunia kekuasaan melalui administrasi desa, di mana ia menemukan manipulasi data bantuan yang melibatkan pejabat desa bernama Pak Darto. Keberaniannya mengungkap kebenaran justru berujung pada fitnah yang menghancurkan nama baiknya. Ia dihakimi di depan umum, ditinggalkan sahabatnya, dan kehilangan hampir segalanya. Namun dari titik terendah itulah Radit bangkit. Didukung oleh sosok tak terduga dan bukti-bukti yang dikumpulkannya, ia berhasil membersihkan namanya, menggulingkan korupsi di desa, dan akhirnya terpilih sebagai Kepala Desa Suralaya. Sebagai pemimpin, ia menghadapi berbagai ujian: intrik politik, dilema antara hati dan jabatan, pengorbanan untuk rakyat, hingga kehilangan terbesar—sang ibu tercinta. Novel ini bukan sekadar kisah seorang pemimpin desa, melainkan refleksi mendalam tentang arti hidup, cinta, persahabatan, pengkhianatan, memaafkan, dan meninggalkan warisan. Radit mengajarkan bahwa kebenaran, meskipun terlambat, akan selalu menemukan jalannya, dan bahwa makna hidup tidak terletak pada apa yang kita capai, tetapi pada siapa kita telah menjadi dan bagaimana kita mencintai. Di akhir perjalanan, Radit pergi dengan tenang, meninggalkan pesan bagi generasi muda, sahabat-sahabatnya, dan seluruh desa: "Kejujuran adalah perisai, keberanian adalah pedang, cinta adalah mahkota." Namanya abadi dalam kenangan, seperti angin yang tak pernah berhenti berhembus dari lereng Merbabu.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT "Tabir Cinta Dua Dunia" adalah roman epik yang mengisahkan perjalanan cinta Aria dan Laras—dua jiwa yang terlahir di malam yang sama di bawah petir misterius, dipersatukan oleh takdir untuk menjadi penjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia akar. Alur Cerita Kisah bermula di Desa Randu Gembyang pada malam ketika langit robek dan petir tiga kali menyambar pohon randu tua. Di momen yang sama, Aria dan Laras lahir—dua bayi dengan keanehan yang melekat sejak napas pertama. Aria memiliki tanda berbentuk akar di bahunya, sementara Laras lahir dengan tatapan mata yang sudah mengenali dunia. Sejak kecil, mereka berbeda. Aria bisa melihat akar-akar pohon randu menjalar ke seluruh desa. Laras bisa mendengar suara dari dalam tanah dan merasakan perasaan orang lain. Keduanya dipanggil ke pohon randu oleh Mbah Sujud, penjaga tua yang mewarisi amanat dari Mbah Urip. Mereka belajar menjadi "penjaga"—orang yang menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia akar. Di bawah bimbingan Mbah Sujud, Aria dan Laras tumbuh bersama. Cinta mereka tumbuh dari persahabatan masa kecil menjadi ikatan yang tak terpisahkan—meskipun desa mengguncang mereka dengan gunjingan karena mereka hidup bersama tanpa ikatan pernikahan resmi. Mereka menghadapi pengucilan, hinaan, dan tekanan dari warga yang menganggap mereka pembawa kutuk. Mereka memiliki seorang putra, Mahesa Keling, yang sejak dalam kandungan sudah dipanggil untuk menjadi "jantung dunia akar"—penjaga abadi yang harus mengorbankan dirinya untuk menjaga keseimbangan. Mahesa rela masuk ke dalam pohon randu, menjadi roh penjaga yang menjaga denyut akar selama dua puluh tahun. Sepeninggal Mahesa, Aria dan Laras terus menjaga desa dan pohon randu hingga usia senja. Mereka melatih Wilujeng—seorang pemuda desa yang merasakan panggilan yang sama—untuk menjadi penerus mereka. Wilujeng belajar mendengar suara akar, merasakan getaran dunia gaib, dan memahami arti pengorbanan sejati. Satu per satu, para penjaga tua berpulang. Mbah Sujud, Mbah Kromo, Aria, dan akhirnya Laras—mereka semua kembali ke pohon randu, bergabung dengan Mahesa dan Nyai Kembang Randu dalam keabadian. Wilujeng kini berdiri sendiri sebagai penjaga desa, mewarisi amanat cinta dan keseimbangan yang telah dijaga selama bergenerasi.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT "Senja Terakhir untuk Sinok" adalah roman epik yang mengisahkan perjalanan cinta Raga dan Sinok—dua jiwa yang dipertemukan oleh takdir di tengah pergolakan sejarah, lalu dipisahkan oleh kekejaman, dan akhirnya dipertemukan kembali setelah dua puluh enam tahun perjuangan yang tak kenal lelah. Alur Cerita Kisah bermula pada tahun 1998, ketika Indonesia dilanda gelombang demonstrasi mahasiswa. Raga, seorang mahasiswa yang melarikan diri dari aparat setelah ibunya tertembak dalam kerusuhan, nyaris tewas di sebuah gang sempit di Marunda. Ia ditemukan dan ditolong oleh Sinok—seorang perempuan miskin buta huruf yang hidup dari menjual ikan asin bersama ibunya yang buta. Di gubuk reyot itu, tumbuhlah cinta sederhana yang tak terduga. Raga, yang berasal dari keluarga kolonel, belajar dari Sinok tentang arti ketulusan dan pengorbanan. Ia mengajari Sinok membaca, sementara Sinok mengajari Raga tentang kekuatan bertahan hidup. Namun kebahagiaan mereka sirna ketika Juragan Bahar, preman yang mengklaim tanah tempat gubuk mereka berdiri, menculik Sinok dan menjualnya ke rumah bordil di Batam. Raga berjuang menyelamatkannya, tetapi gagal. Sinok hilang selama sepuluh tahun dalam cengkeraman perdagangan manusia, disiksa, dilecehkan, dan hampir kehilangan harapan. Raga tidak pernah berhenti mencari. Ia menjadi nelayan, mengarungi pulau-pulau, menulis nama Sinok di ratusan batu karang. Namun setelah sepuluh tahun, ia kehilangan jejak. Ia membangun Rumah Baca di atas gudang ikan, mengajar anak-anak nelayan membaca—sebagai bentuk rindunya pada Sinok. Di Batam, Sinok selamat dari rumah bordil berkat pertolongan Dokter Clarissa. Selama empat tahun, ia belajar membaca dan menulis, pulih secara perlahan, dan terus menulis surat-surat rindu yang tak pernah terkirim untuk Raga. Dua puluh enam tahun setelah perpisahan, Clarissa mempertemukan mereka kembali di Jakarta. Namun kebahagiaan mereka singkat: Sinok divonis tumor otak stadium lanjut. Mereka menghabiskan sisa waktu bersama—kembali ke Marunda, mengunjungi tempat-tempat kenangan, dan Raga membacakan puisi-puisi yang selama ini ia tulis untuk Sinok. Sinok meninggal pada 17 Juli 2012, di pelukan Raga. Setelah kepergiannya, Raga kehilangan suara karena trauma psikologis yang mendalam. Ia mengabdi di Rumah Senja Sinok—rumah singgah yang didirikan Clarissa di atas tanah bekas Bahar untuk menampung perempuan korban kekerasan. Di sana, ia mengajar membaca dan menulis, melanjutkan warisan cintanya. Tiga tahun kemudian, pada 17 April 2015, Raga ditemukan meninggal di makam Sinok—dalam posisi memeluk batu nisannya. Ia dimakamkan di samping Sinok, bersatu selamanya. Inti Cerita Roman ini bukan sekadar kisah cinta, melainkan tentang keteguhan dalam menghadapi penderitaan, pengorbanan tanpa pamrih, dan kekuatan cinta yang melampaui waktu, kematian, dan keputusasaan. Tentang bagaimana dua jiwa yang hancur saling menyembuhkan, bagaimana harapan bertahan di tempat paling gelap sekalipun, dan bagaimana cinta sejati tidak pernah benar-benar mati.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT "Pejuang Dana Desa" adalah roman epik yang mengisahkan perjuangan Ratih Pramudita, Sekretaris Desa Sumber Waras, dalam mengelola amanah Dana Desa di tengah berbagai tantangan berat. Alur Cerita Perjalanan dimulai ketika tahun anggaran baru dimulai. Ratih, seorang ibu dari dua anak, harus menjalankan tanggung jawabnya sebagai Sekretaris Desa—jabatan yang menuntut ketelitian administrasi, kesabaran menghadapi masyarakat, dan pengorbanan waktu bersama keluarga. Bersama Kepala Desa Bambang Setiawan dan tim kecil perangkat desa, Ratih melalui serangkaian proses panjang: Pramusdes, Musyawarah Dusun, penyusunan RKP Desa dan APBDes, hingga pencairan Dana Desa. Namun di balik proses administratif, konflik mulai muncul. Hartono, mantan perangkat desa yang dipecat karena penyalahgunaan dana, berusaha membalas dendam melalui provokasi di musyawarah, penyebaran rumor, dan surat kaleng yang menuduh Ratih melakukan penyimpangan. Tekanan semakin berat ketika pembangunan fisik menghadapi hambatan nyata: hujan deras yang menggenangi lokasi, material yang tak kunjung datang, konflik antarwarga di lokasi pekerjaan, dan berbagai tuduhan yang mulai mengarah pada Ratih secara pribadi. Di tengah tekanan itu, Ratih juga harus berjuang menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga—putrinya, Nisa, terus menunggu ibunya pulang setiap malam. Puncak perjuangan terjadi ketika Tim Inspektorat Kabupaten datang melakukan audit. Seluruh dokumen diperiksa, lapangan diukur, dan berbagai tuduhan diverifikasi. Ratih dan timnya bekerja tanpa lelah mempersiapkan semua bukti, memperbaiki administrasi yang kurang, dan menjawab setiap pertanyaan auditor. Ketegangan memuncak ketika beberapa dokumen nyaris hilang dan catatan audit mengancam proses pertanggungjawaban. Pada akhirnya, hasil audit menyatakan bahwa pengelolaan Dana Desa Sumber Waras berjalan sesuai ketentuan. Tuduhan-tuduhan tidak terbukti. Desa bahkan menerima penghargaan atas tata kelola pemerintahan yang baik.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 5
SINOPSIS SINGKAT Novel ini mengisahkan perjalanan epik Panji, seorang anak yang lahir di bawah fenomena langka "malam seribu bintang" dengan ramalan bahwa ia akan membawa panji kebenaran dan menyelamatkan desanya. Sejak kecil, Panji memiliki kemampuan melihat arwah dan dibimbing oleh tetua adat, Ki Guno. Bersama sahabatnya, Jojo, dan kekasihnya, Mintarsih, Panji tumbuh dan berjuang melawan ketidakadilan yang datang dari keluarga konglomerat yang ingin merebut tanah adat desa mereka. Konflik memuncak ketika Jojo, yang diliputi rasa iri, mengkhianati Panji dan memihak musuh, menyebabkan Panji diusir dari desanya. Panji merantau ke kota, belajar dan menempa diri, sementara Jojo yang tersesat akhirnya sadar dan bertobat. Setelah kembali ke desa, Panji memimpin perlawanan, membongkar kejahatan musuh, dan memenangkan kembali tanah leluhur. Jojo, yang telah berubah, gugur sebagai pahlawan saat melindungi desa dari serangan balasan. Kisah berlanjut ke generasi berikutnya: Baskara (anak Panji), Lintang (cucu) yang melawan kapitalisme digital, Sekar yang melestarikan warisan dalam bentuk digital, hingga Kirana yang membangun museum virtual. Novel berakhir dengan pesan abadi bahwa perjuangan melawan ketidakadilan akan terus berlanjut, dan panji kebenaran serta cinta tak akan pernah padam, diwariskan dari generasi ke generasi.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Arman Maulana, seorang pemuda dari desa sederhana, Sriwidadi, yang berjuang meraih mimpi melalui pendidikan. Di SMK Negeri Kuala Kapuas, ia bertemu dengan Erika Permatasari, gadis pemalu yang duduk di bangku nomor delapan, dan menjalin persahabatan dengan Junaidi Pratama. Persahabatan dan benih cinta itu tumbuh di tengah kesibukan sekolah, namun kandas saat Arman merantau ke Banjarmasin untuk kuliah. Di tengah kesibukannya menjadi mahasiswa, Arman bertemu Alina Prameswari, seorang teman diskusi yang kemudian menjadi kekasihnya. Namun, hubungan mereka kandas karena pilihan hidup yang berbeda; Alina memilih kemapanan bersama bosnya, Darmanto Prakoso, sementara Arman memilih kembali ke kampung halaman dan mengabdikan diri. Setelah menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan konsultan di Kuala Kapuas, takdir mempertemukan Arman dengan Erika kembali dalam sebuah proyek pembangunan. Pertemuan itu membawa kembali kenangan lama dan perasaan yang tak pernah padam. Namun, ujian datang dari Junaidi, yang ternyata juga masih menyimpan perasaan pada Erika. Melalui berbagai konflik, kejujuran, dan kedewasaan, cinta lama Arman dan Erika akhirnya bersemi kembali. Diiringi restu keluarga dan keikhlasan Junaidi, mereka pun menikah dan membangun kehidupan sederhana namun penuh makna di bawah langit Kapuas. Novel ini ditutup dengan gambaran kebahagiaan mereka sebagai sebuah keluarga kecil, dengan Arman yang tetap mengabdi pada masyarakat desanya, dan Erika sebagai pendamping setianya.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS SINGKAT Kisah dimulai dari sebuah janji dua sahabat yang sedang hamil, Siti Aminah dan Khodijah, yang bersepakat untuk menjodohkan anak-anak mereka sejak dalam kandungan. Janji itu melahirkan Joko Prayitno (Si Tengil), seorang anak laki-laki nakal namun baik hati, dan Siti Nurjanah (Janah), seorang gadis pemalu dan penurut. Mereka tumbuh bersama di tepian Sungai Kapuas, Kuala Kapuas. Sejak kecil, Joko dan Janah telah diikat oleh perjodohan dan cinta yang tumbuh perlahan. Namun, saat Janah kuliah di Yogyakarta melalui program Bidik Misi, hubungan jarak jauh mereka mulai renggang. Di tanah rantau, Janah dekat dengan Dimas, sementara Joko di Kapuas dekat dengan Maya. Keduanya pun berpisah. Setelah lulus, Janah kembali ke Kapuas dan bertemu dengan Rendy, seorang rekan kantor yang mendekatinya. Namun, takdir mempertemukan Joko dan Janah kembali di Taman Simpang Adipura, tempat mereka dulu berjanji. Cinta lama bersemi lagi, dan setelah melewati berbagai konflik—termasuk fitnah dari Mirna, sahabat lama yang iri—serta tekanan sosial dari keluarga, mereka akhirnya menikah. Pernikahan mereka dikaruniai dua anak, Putra Sadewa dan Diah Pitaloka. Hingga usia senja, Joko dan Janah hidup bahagia, meninggalkan warisan cinta sejati yang abadi bagi anak-cucu mereka. Epilog menggambarkan kematian mereka yang damai, bersamaan dengan keyakinan bahwa cinta mereka akan terus hidup dalam kenangan.
Mulai Membaca