
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 4 kali
Sinopsis Singkat Di sebuah desa kecil bernama Sumber Waras, lima sahabat—Ryahan, Niko, Naryo, Anita, dan Liana—tumbuh bersama dalam ikatan persahabatan yang kuat. Di antara mereka, Ryahan dan Amelia mulai merasakan benih-benih cinta yang tumbuh dari kedekatan dan ketulusan. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Indra, pemuda yang diam-diam menyimpan rasa iri kepada Ryahan, bersama Rinto dan Susianti mulai menyusun rencana jahat. Mereka menyebarkan fitnah, memalsukan surat, dan merancang kebakaran gudang kelompok tani untuk menjatuhkan nama baik Ryahan dan keluarganya. Fitnah itu memaksa Amelia menjauh dari Ryahan demi menjaga nama baik keluarganya. Persahabatan yang dulu kokoh mulai retak oleh kebohongan. Ryahan memilih pergi ke Kota Kuala Kapuas untuk mengikuti pelatihan dan membuktikan dirinya. Di sana ia berjuang keras, namun rindu pada desa dan Amelia tak pernah sirna. Surat-surat cintanya kepada Amelia sengaja dicegat dan disembunyikan oleh Rinto atas perintah Indra, sementara surat palsu dikirimkan untuk meyakinkan Amelia bahwa Ryahan telah melupakannya. Di tengah keterpurukan, kabar duka datang: Pak Rahmat, ayah Ryahan, meninggal dunia akibat sakit yang diperparah oleh tekanan fitnah yang terus menerpa keluarganya. Ryahan terlambat pulang dan hanya sempat melihat ayahnya terbujur kaku. Pulang ke desa dengan hati hancur, Ryahan justru menemukan kebenaran: surat-suratnya selama ini tidak pernah sampai kepada Amelia. Rinto akhirnya mengaku, disusul Susianti yang turut membongkar seluruh konspirasi Indra. Indra melarikan diri ke Kuala Kapuas, namun akhirnya menyerahkan diri di tepian Sungai Kapuas setelah dihadang Ryahan dan pihak kepolisian. Kebenaran terungkap. Nama baik Ryahan dan almarhum ayahnya dipulihkan. Amelia yang selama ini menahan rindu akhirnya mengetahui bahwa cinta mereka tak pernah padam—hanya terhalang kebohongan. Dengan restu kedua keluarga, Ryahan dan Amelia bersatu. Tiga tahun kemudian, mereka telah menikah dan memiliki seorang putra. Desa Sumber Waras bangkit kembali dari perpecahan. Indra menjalani proses hukum dan mulai memperbaiki hidupnya. Persahabatan yang sempat retak perlahan pulih. Di tepian Sungai Kapuas, tempat kebenaran akhirnya terungkap, Ryahan, Amelia, dan putra mereka menyaksikan mentari terbenam—sebuah pengingat bahwa setelah badai terbesar, mentari akan selalu kembali bersinar di ujung rindu. Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati akan bertahan meski diuji waktu dan fitnah, persahabatan sejati akan kembali meski sempat terkoyak pengkhianatan, dan harapan akan selalu menemukan jalannya—seperti mentari yang tak pernah padam di ujung rindu.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.