
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 5 kali
Sinopsis Singkat Erlangga, seorang pemuda yang telah delapan tahun meninggalkan Desa Suka Makmur untuk mengejar karier di kota, memutuskan pulang setelah merasa hampa di tengah kesibukan hidup perkotaan. Ia kembali dengan buku catatan berisi rencana-rencana besar untuk membangun desanya, namun disambut oleh keraguan ayahnya dan kecurigaan warga yang telah lama kecewa oleh janji-janji kosong. Di desa, Erlangga bertemu kembali dengan Khinanti, gadis masa lalunya yang kini mengelola Rumah Baca Harapan—sebuah tempat sederhana yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak desa. Khinanti yang pernah ia tinggalkan tanpa penjelasan, kini menjaga jarak dengan luka lama yang belum sembuh. Bersama Khinanti, Jatmiko dan pemuda desa, ibu-ibu kelompok usaha, serta tokoh masyarakat seperti Pak Wiryo, Erlangga perlahan membangun kembali kepercayaan warga. Mereka membersihkan lapangan, memperbaiki rumah baca, menanam kebun pangan bersama, membentuk kelompok usaha "Rasa Makmur", dan mengadakan musyawarah desa untuk merencanakan masa depan. Ketika banjir besar melanda, desa yang semula terpecah justru bersatu menolong satu sama lain. Pak Wiryo yang awalnya meragukan kegiatan pemuda akhirnya berubah menjadi pendukung setia. Musyawarah desa melahirkan lima program prioritas: perbaikan jalan dan saluran air, penguatan pendidikan, kelompok usaha, kebun pangan, dan pelayanan desa. Erlangga dihadapkan pada pilihan sulit ketika tawaran pekerjaan besar dari kota datang. Ia juga harus menghadapi ancaman perusahaan yang ingin membeli lahan warga. Namun, dengan dukungan Khinanti dan seluruh warga, ia memilih bertahan dan memperjuangkan hak-hak desa. Di tengah perjuangan itu, cinta antara Erlangga dan Khinanti tumbuh dari pengabdian dan kerja bersama. Pada pesta rakyat peringatan hari jadi desa, Erlangga melamar Khinanti di hadapan seluruh warga—sebuah lamaran yang menjadi simbol bahwa cinta mereka lahir dari kesetiaan pada tanah kelahiran. Dua tahun kemudian, Desa Suka Makmur berubah: jalan mulai diperbaiki, anak-anak rajin belajar di rumah baca, kelompok usaha berkembang, dan warga tak lagi hanya menunggu bantuan. Mereka telah belajar bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk bertahan dan bekerja bersama. Novel ini mengisahkan bahwa pulang bukan sekadar kembali ke tempat asal, melainkan tentang keberanian menghadapi masa lalu, kesediaan membangun masa depan, dan cinta yang tumbuh dari pengabdian kepada masyarakat dan tanah kelahiran.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.