🏛️
PerpusDig Sriwidadi
Desa Sriwidadi
PROKER KKN '26
📦Rak Offline
Sistem Perpustakaan Aktif

Jendela Pengetahuan Desa

Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.

🔍
📑
✨
📚

Total Koleksi

240 Buku

👁️

Total Pembaca

3690 Kali

🏛️

Lokasi Layanan

Desa Sriwidadi

📚 Koleksi Terbaru

Menampilkan 240 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

SYAIR JEJAK PENGABDIAN DI BUMI SRIWIDADI
Buka Detail ↗

SYAIR JEJAK PENGABDIAN DI BUMI SRIWIDADI

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 68

Sinopsis Singkat: Syair ini menceritakan perjalanan pengabdian Kelompok 068 Mahasiswa KKN di Desa Sriwidadi selama 35 hari. Dengan penuh semangat, mereka membawa ilmu dan harapan untuk memberdayakan masyarakat melalui program literasi, pendidikan, dan berbagai karya nyata. Di balik tawa, lelah, dan kebersamaan, mereka belajar bahwa pengabdian sejati adalah tentang membangun kehidupan. Meskipun masa pengabdian telah usai, mereka meninggalkan jejak kebaikan dan makna mendalam yang diharapkan terus menyala di bumi Sriwidadi.

"

Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

🎓 Proker KKN 2026

Sistem Informasi Perpustakaan Digital, dedikasi mahasiswa untuk memajukan literasi warga Desa Sriwidadi.

Dibuat dengan ❤️ di tahun 2026© Perpustakaan Digital Desa Sriwidadi. All Rights Reserved.
Mulai Membaca
TETRALOGI BAKTI MAHASISWA KKN DI DESA AWAN BIRU
Buka Detail ↗

TETRALOGI BAKTI MAHASISWA KKN DI DESA AWAN BIRU

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 33

SINOPSIS TETRALOGI Bakti Mahasiswa KKN di Desa Awan Biru Empat buku. Satu desa. Satu perjalanan pengabdian yang tak pernah benar-benar berakhir. Buku I — Jejak Cahaya di Desa Awan Biru Sepuluh mahasiswa datang ke Desa Awan Biru dengan mimpi membangun perpustakaan digital dan menghidupkan literasi. Di tengah keterbatasan, kegagalan, dan konflik, mereka belajar bahwa pengabdian sejati bukan tentang program yang diselesaikan, tetapi tentang harapan yang ditinggalkan. Empat puluh hari mengubah mereka—dan desa itu—selamanya. Buku II — Di Balik Lensa Desa Awan Biru Agatha, Farida, dan Jevin bertugas sebagai tim Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD). Mereka berjuang melawan anggapan "hanya tukang foto", tekanan pekerjaan, dan konflik internal. Puncaknya, sebuah video dokumenter tentang kehidupan warga membuat desa menangis—dan mereka menyadari bahwa PDD adalah penjaga cerita, saksi perubahan, dan jembatan antara pengabdian dan kenangan. Buku III — Membangun Asa di Desa Awan Biru Raka, ketua kelompok, menghadapi tantangan terbesar: mengubah mahasiswa menjadi gerakan pemberdayaan. Ia belajar bahwa masyarakat bukan objek yang menunggu bantuan, tetapi subjek yang memiliki kekuatan sendiri. Pemuda bergerak, perempuan mengembangkan usaha, perpustakaan hidup kembali. Dan ketika mahasiswa pergi, pertanyaan terbesar muncul: Akankah semua bertahan? Buku IV — Jejak yang Tertinggal di Desa Awan Biru Setelah mahasiswa pergi, desa harus berdiri sendiri. Perpustakaan sepi, pemuda kehilangan arah. Namun Titik, Joko, Dani, dan masyarakat perlahan menemukan kekuatan mereka. Sepuluh sahabat kembali bukan untuk mengambil alih, tetapi untuk menyaksikan bahwa jejak mereka telah menjadi jalan yang dilalui oleh desa itu sendiri. Satu Pesan: Pengabdian yang sesungguhnya bukanlah tentang berapa lama kita tinggal, tetapi tentang apa yang tetap hidup setelah kita pergi. Jejak terbaik bukanlah yang membuat orang mengingat siapa yang pernah berjalan, tetapi yang membuat mereka berani berjalan setelah kita pergi. Empat perjalanan. Satu desa. Sejuta kenangan. Dan sebuah kebenaran: perubahan sejati tidak pernah datang dari luar. Ia tumbuh dari dalam—dari keberanian masyarakat untuk percaya pada kekuatan mereka sendiri.

Mulai Membaca
NOVEL II DI BALIK LENSA DESA AWAN BIRU
Buka Detail ↗

NOVEL II DI BALIK LENSA DESA AWAN BIRU

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 46

SINOPSIS SINGKAT Di Balik Lensa Desa Awan Biru "Cerita PDD dalam Bakti Mahasiswa KKN" Tiga mahasiswa—Agatha, Farida, dan Jevin—ditugaskan sebagai tim Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD) dalam program Kuliah Kerja Nyata di Desa Awan Biru. Mereka datang membawa kamera, laptop, dan semangat tinggi, berpikir tugas mereka sederhana: mendokumentasikan kegiatan, menulis berita, dan membuat desain. Namun kenyataan jauh lebih rumit. Mereka harus berhadapan dengan mahasiswa yang menganggap PDD hanya "tukang foto", kegiatan mendadak yang datang tanpa pemberitahuan, permintaan desain dan video dalam waktu singkat, serta tuduhan pilih kasih ketika foto seseorang tidak masuk berita. Di tengah semua itu, mereka juga belajar berinteraksi dengan masyarakat yang tidak selalu nyaman difoto, menjaga martabat subjek dokumentasi, dan mempertahankan kejujuran publikasi di tengah tekanan berbagai kepentingan. Konflik internal tim pun tak terhindarkan. Perbedaan karakter—Agatha yang perfeksionis, Farida yang kritis dan teliti, Jevin yang kreatif namun impulsif—hampir memecahkan persahabatan mereka. Kelelahan, file yang hilang akibat listrik padam, dan tekanan pekerjaan membuat mereka nyaris menyerah di tengah jalan. Namun dari setiap kesalahan dan konflik, mereka belajar. Mereka membangun sistem kerja, memahami etika dokumentasi, belajar berkata tidak pada permintaan yang tidak realistis, dan menemukan bahwa pekerjaan di balik layar memiliki makna lebih besar daripada sekadar menghasilkan konten. Puncak perjalanan mereka terjadi ketika sebuah video dokumenter tentang kehidupan masyarakat desa diputar di hadapan warga. Desa menangis. Seorang petani tua tersentuh karena merasa hidupnya dianggap penting. Seorang ibu warung menangis karena untuk pertama kalinya pekerjaannya terekam dalam cerita. Di hari terakhir, pameran foto dan video perjalanan KKN menjadi bukti bahwa empat puluh hari di Desa Awan Biru telah mengubah mereka. Bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai manusia yang lebih dewasa, lebih menghargai orang lain, dan memahami bahwa pengabdian sejati bukan tentang siapa yang terlihat di panggung, melainkan tentang jejak baik yang ditinggalkan setelah kita pergi.

Mulai Membaca
NOVEL IV JEJAK YANG TERTINGGAL DI DESA AWAN BIRU
Buka Detail ↗

NOVEL IV JEJAK YANG TERTINGGAL DI DESA AWAN BIRU

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 26

Sinopsis Novel "Jejak yang Tertinggal di Desa Awan Biru" Oleh: Slamet Riyadi Sinopsis Singkat Novel ini mengisahkan perjalanan sepuluh mahasiswa KKN di Desa Awan Biru yang telah menyelesaikan masa pengabdian mereka. Setelah meninggalkan desa, mereka menghadapi pertanyaan besar: apakah program-program yang telah dirintis akan bertahan? Desa Awan Biru awalnya terasa kehilangan. Perpustakaan mulai sepi, pemuda kehilangan arah, anak-anak berhenti datang untuk belajar, dan semangat gotong royong mulai meredup. Namun, perlahan masyarakat desa menyadari bahwa kepergian mahasiswa bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan mereka sendiri. Titik, seorang gadis kecil yang dulu hanya menjadi peserta kegiatan, kini tumbuh menjadi penggerak literasi. Joko, pemuda yang sebelumnya tidak peduli dengan buku, mulai menulis cerita desa. Dani belajar mengelola perpustakaan digital. Para pemuda membentuk kegiatan mandiri, kelompok perempuan mengembangkan usaha, dan dokumentasi desa mulai dikelola oleh warga sendiri. Ketika masalah muncul—perbedaan pendapat antara pemuda, tokoh masyarakat, dan kelompok perempuan—Raka dan sahabat-sahabatnya memilih untuk tidak langsung turun tangan. Mereka memberi ruang bagi masyarakat untuk menyelesaikan konfliknya sendiri. Desa Awan Biru belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Sepuluh sahabat kembali ke desa beberapa waktu kemudian, bukan sebagai mahasiswa atau pengelola program, tetapi sebagai sahabat yang ingin melihat perkembangan. Mereka menyaksikan bahwa jejak yang ditinggalkan telah berubah menjadi jalan—jalan yang kini dilalui oleh masyarakat dengan kekuatan mereka sendiri.

Mulai Membaca
NOVEL III MEMBANGUN ASA DI DESA AWAN BIRU
Buka Detail ↗

NOVEL III MEMBANGUN ASA DI DESA AWAN BIRU

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 26

SINOPSIS NOVEL III: MEMBANGUN ASA DI DESA AWAN BIRU Pemberdayaan dan Perubahan Masyarakat Sinopsis Singkat Novel ini mengisahkan perjalanan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Awan Biru yang dipimpin oleh Raka sebagai ketua kelompok. Dimulai dari kedatangan mereka dengan membawa berbagai program kerja dan proposal, para mahasiswa perlahan menyadari bahwa realitas di lapangan jauh berbeda dari rencana di atas kertas. Raka dan timnya menghadapi berbagai tantangan: program yang gagal, konflik antarmahasiswa, perbedaan pendapat dengan masyarakat, keterbatasan waktu dan sumber daya, hingga krisis kepercayaan yang hampir menggagalkan seluruh misi pengabdian. Namun dari setiap kegagalan, mereka belajar bahwa pemberdayaan masyarakat bukanlah tentang memberikan solusi instan, melainkan membantu masyarakat menemukan kekuatan mereka sendiri. Di tengah perjalanan, terbentuklah tim penggerak dari berbagai bidang—pendidikan, ekonomi, pemuda, literasi, dan lingkungan. Agatha, Farida, dan Jevin dari divisi PDD (Publikasi, Dokumentasi, dan Informasi) berperan penting dalam merekam setiap perubahan kecil dan menyebarkan cerita-cerita masyarakat. Bersama-sama, mereka membangun visi tunggal: menciptakan gerakan berkelanjutan yang tidak bergantung pada kehadiran mahasiswa. Perlahan namun pasti, masyarakat Desa Awan Biru mulai mengambil peran. Pemuda membentuk kegiatan sendiri, kelompok perempuan mengembangkan usaha, perpustakaan desa mulai hidup dengan kegiatan literasi, dan anak-anak mulai berani bermimpi. Mahasiswa KKN mulai bergeser dari posisi penggerak utama menjadi pendamping, bahkan mulai melepaskan peran ketika masyarakat telah mampu berdiri sendiri. Novel ini diakhiri dengan epilog yang menggambarkan malam menjelang berakhirnya masa KKN—bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari babak baru. Karena perubahan sejati bukan diukur dari seberapa banyak program yang selesai, melainkan dari seberapa besar harapan yang tumbuh dan mampu bertahan setelah mahasiswa pergi. Cerita berlanjut ke Novel IV.

Mulai Membaca
BUKU DINAMIKA PEMBANGUNAN DESA
Buka Detail ↗

BUKU DINAMIKA PEMBANGUNAN DESA

Pendidikan & Ilmu Pengetahuan

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 42

Sinopsis Singkat Dinamika Pembangunan Desa: Transformasi Tata Kelola, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pembangunan Berkelanjutan di Era Modern Buku ini menyajikan kajian komprehensif tentang transformasi desa di Indonesia, mulai dari fondasi historisnya sebagai pemerintahan lokal hingga perannya yang strategis sebagai subjek pembangunan nasional di era modern. Karya ini mengupas secara mendalam perubahan paradigma yang dibawa oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan penyempurnaannya melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, yang menggeser posisi desa dari objek menjadi pelaku utama pembangunan. Dengan pendekatan multidisipliner, buku ini membahas secara sistematis seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, meliputi tata kelola yang baik (good governance), perencanaan pembangunan partisipatif, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, hingga strategi pemberdayaan masyarakat. Selain itu, buku ini juga mengeksplorasi pengembangan ekonomi lokal melalui BUM Desa, pemanfaatan potensi desa wisata, serta transformasi digital pemerintahan menuju konsep smart village. Tak hanya berhenti pada aspek teknis dan regulasi, buku ini juga mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs Desa) dan menyoroti pentingnya pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Dilengkapi dengan studi kasus, praktik terbaik (best practices), dan analisis kritis, buku ini menjadi referensi akademik sekaligus panduan praktis bagi mahasiswa, aparatur desa, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.

Mulai Membaca
NOVELET GARIS TAKDIR DI UJUNG SENJA
Buka Detail ↗

NOVELET GARIS TAKDIR DI UJUNG SENJA

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 27

SINOPSIS SINGKAT NOVELET "GARIS TAKDIR DI UJUNG SENJA" "Cinta Sejati Teruji Waktu, Diuji Fitnah, dan Dimenangkan oleh Kesetiaan" Novelet Garis Takdir di Ujung Senja mengisahkan perjalanan cinta Bayu dan Sari, dua insan dari Desa Sungai Lulut yang berjanji setia di bawah pohon beringin. Bayu, pemuda miskin dengan ibu sakit-sakitan dan adik kecil, memutuskan merantau ke Banjarmasin untuk memperbaiki nasib demi masa depan bersama Sari. Di kota, Bayu bekerja keras di pelabuhan dan pabrik kayu. Namun, fitnah menghampiri—seseorang mengirim foto-foto palsu dan surat anonim kepada Sari yang membuatnya yakin Bayu telah berselingkuh. Surat-surat mereka saling dihalangi, menciptakan jurang kesalahpahaman yang dalam. Sari yang hancur, sementara Bayu putus asa karena surat-suratnya tak pernah dibalas. Saat hampir menyerah, Bayu dibantu sahabatnya Jono mengungkap dalang fitnah—Prasetyo, pekerja iri yang cemburu pada kesuksesan Bayu. Kebenaran terungkap, Bayu dan Sari akhirnya bersatu dalam pernikahan. Namun ujian belum berakhir: Sari jatuh sakit parah akibat tifus. Bayu setia mendampinginya hingga sembuh, dan memutuskan membawa Sari serta putra mereka, Rizki, ke Banjarmasin untuk hidup bersama—mengakhiri perpisahan yang menyakitkan. Kisah berakhir dengan kebahagiaan abadi: Rizki tumbuh dewasa, menikah, dan memiliki putri bernama Kirana. Bayu dan Sari menghabiskan sisa hidup dalam ketenangan, cinta mereka menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Di bawah pohon beringin yang sama, janji suci mereka terus dikenang—membuktikan bahwa cinta sejati, kesetiaan, dan pengampunan selalu menemukan jalannya. Tema Utama: Cinta sejati, fitnah dan kesalahpahaman, perjuangan hidup, pengampunan, kesetiaan, dan nilai-nilai kekeluargaan. Pesan Moral: Cinta sejati tidak pernah mati. Fitnah, pengkhianatan, dan jarak hanyalah ujian yang membuat cinta semakin kuat bila dihadapi dengan kejujuran, komunikasi, dan keteguhan hati.

Mulai Membaca
NOVEL JANJI SUCI
Buka Detail ↗

NOVEL JANJI SUCI

Fiksi & Sastra

✏️ SLAMET RIYADI

👁️ 27

SINOPSIS NOVEL "JANJI SUCI" "Ketika Cinta Diuji Pengkhianatan, Kesetiaan Menjadi Jalan Menuju Kebahagiaan" Novel Janji Suci mengisahkan perjalanan cinta Armando dan Julaiha, dua insan dari Desa Sriwidadi yang saling jatuh cinta dan berjanji untuk setia selamanya. Namun, janji suci yang mereka ucapkan di bawah langit senja harus menghadapi berbagai ujian berat. Armando, pemuda sederhana yang bekerja serabutan, memutuskan merantau ke Kuala Kapuas untuk mencari kehidupan yang lebih layak demi masa depan bersama Julaiha. Di kota, ia bekerja keras di pelabuhan dan mulai membangun kehidupan baru. Namun, jarak memisahkan mereka, dan komunikasi mulai merenggang. Situasi semakin rumit ketika Rendi, sahabat yang diam-diam mencintai Julaiha, memanfaatkan ketiadaan Armando untuk mendekati gadis itu. Penolakan Julaiha justru memicu dendam Rendi, yang mulai mengirimkan foto-foto palsu untuk menyesatkan Armando. Konflik memuncak ketika Dani, sahabat terdekat Armando, terungkap sebagai dalang utama di balik semua intrik. Dengan manipulasinya, Dani berusaha menghancurkan hubungan Armando dan Julaiha karena ia juga mencintai Julaiha. Pengkhianatan ini hampir merenggut nyawa Armando dan menghancurkan semua yang mereka bangun. Melalui perjuangan panjang, pengampunan, dan kekuatan cinta sejati, Armando dan Julaiha berhasil melewati semua ujian. Persahabatan yang retak perlahan pulih, dan mereka menemukan kebahagiaan sejati. Cerita ini diakhiri dengan perayaan pernikahan kedua mereka dan kehidupan yang penuh kedamaian—membuktikan bahwa kesetiaan dan cinta sejati selalu menemukan jalannya. Tema Utama: Cinta sejati, pengkhianatan, kesetiaan, pengampunan, perjuangan ekonomi, dan nilai-nilai kekeluargaan. Pesan Moral: Cinta sejati bukanlah tentang ketiadaan masalah, tetapi tentang kemampuan untuk melewati masalah bersama. Kejujuran, kesetiaan, komunikasi, dan pengampunan adalah kunci dari setiap hubungan yang bahagia.

Mulai Membaca
← SebelumnyaHalaman 5 dari 30Berikutnya →