
✍️ SLAMET RIYADI
Telah dibaca 12 kali
SINOPSIS SINGKAT JEJAK CINTA YANG TERTINGGAL Tiga Bulan Pengabdian, Sebuah Desa, dan Cinta yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi Sugianto, seorang mahasiswa magang, tiba di Desa Awan Biru dengan perasaan canggung dan gugup. Tiga bulan masa magangnya di Pemerintah Desa Awan Biru awalnya hanya ia anggap sebagai kewajiban sekolah—rutinitas belajar administrasi, pelayanan, dan perencanaan desa. Namun hari-hari di desa kecil itu perlahan mengubahnya. Dari meja pelayanan, ia belajar arti kesabaran dan pengabdian. Dari perangkat desa seperti Pak Iwan, Ibu Yuni, Pak Eko, Ibu Lulu, dan Si Amat, ia memahami bahwa pemerintahan desa bukan tentang dokumen, melainkan tentang melayani masyarakat. Dari tokoh masyarakat seperti Pak Sugeng dan Pak Hasan, ia belajar bahwa desa adalah manusia, bukan sekadar kantor. Di tengah rutinitas itu, ia bertemu Nadia—gadis desa yang tegar, bermimpi besar, dan perlahan membuat hatinya berubah. Persahabatan yang tumbuh di antara mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam, meskipun waktu terus bergerak menuju akhir masa magang. Kedatangan sepuluh mahasiswa KKN yang dipimpin Raka membawa warna baru. Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, pemuda, dan Sugianto melahirkan perpustakaan digital—sebuah warisan pengetahuan bagi generasi desa. Namun di balik kebersamaan itu, ada Anto—pemuda desa yang iri dan cemburu, yang melihat Sugianto sebagai saingan dalam memperebutkan hati Nadia. Konflik memuncak ketika kesalahan administrasi dimanfaatkan Anto untuk menjatuhkan Sugianto. Ancaman, sabotase, dan tekanan dari keluarga Nadia menjadi ujian terberat yang harus ia hadapi. Namun di tengah semua itu, Sugianto belajar bahwa pengabdian sejati bukan tentang berapa lama seseorang tinggal, melainkan tentang jejak kebaikan yang ditinggalkan. Tiga bulan yang terasa singkat mengajarkan Sugianto banyak hal: tentang pemerintahan dan pelayanan, tentang persahabatan dan tanggung jawab, tentang ketulusan dan pengorbanan. Dan di antara semua itu, ia belajar tentang cinta yang tidak pernah benar-benar pergi—sebuah jejak yang tertinggal di Desa Awan Biru, menunggu untuk kembali.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.