🏛️
PerpusDig Sriwidadi
Desa Sriwidadi
PROKER KKN '26
📦Rak Offline
Sistem Perpustakaan Aktif

Jendela Pengetahuan Desa

Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.

🔍
📑
✨
📚

Total Koleksi

241 Buku

👁️

Total Pembaca

3884 Kali

🏛️

Lokasi Layanan

Desa Sriwidadi

📚 Koleksi Terbaru

Menampilkan 241 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 7 KIARA DEWASA
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 7 KIARA DEWASA

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 7: KIARA DEWASA Oleh: Slamet Riyadi Dua tahun setelah kepergian Kiano, desa Bojong Sari bersiap meresmikan Kiara sebagai Penjaga Hutan. Warga bergotong royong—Pak Rasmin mengatur panggung, Bu Kasinem membagikan jamu, Topan memasang tenda, Dani membantu di dapur, Melati membawa buku hadiah buatannya sendiri. Kiara yang gugup ditemani Wati di klinik, lalu berjalan menuju balai desa bersama Raka, Wati, dan Bejo. Seluruh warga menyambut dengan tepuk tangan haru. Pak Rasmin berlutut, meminta maaf atas masa lalunya yang pernah memusuhi kancil. Bu Kasinem memberi jamu, Topan memberi bambu ukiran, Melati memberi buku "Kai, Kiano, Kiara: Kisah Persahabatan antara Manusia dan Alam". Kiara memberi penghormatan tertinggi—tiga kali menunduk. Ia tak bisa bicara, tapi bahasa tubuhnya menyampaikan janji: akan menjaga hutan selamanya. Makan bersama menyatukan semua. Pak Jarwo yang sudah sangat tua hadir dan berpesan—ia pergi beberapa minggu kemudian, dimakamkan dengan penghormatan penuh. Kiara membawa Kirana ke puncak Bukit Manoreh, menurunkan warisan leluhur. Generasi baru mulai belajar jejak di Klub Sahabat Alam pimpinan Melati. Kiara kini dewasa, Kirana mulai berlari—warisan Kai, Kai Muda, dan Kiano hidup dalam diri mereka. Kiara dewasa dan diakui. Kirana mulai tumbuh. Pak Jarwo telah pergi. Namun misteri baru mulai mengintai—hewan-hewan mati misterius di hutan Manoreh! Genre: Cerita Dewasa Muda / Drama / Konservasi / Persahabatan / Kepemimpinan Target Pembaca: Dewasa muda dan dewasa (17-30+ tahun) Pesan: Pengakuan adalah bentuk penghormatan tertinggi; perubahan manusia dimulai dari hati; warisan kepemimpinan diwariskan dari generasi ke generasi; persahabatan lintas spesies adalah bukti cinta sejati; dan kematian bukan akhir, melainkan awal dari warisan yang abadi.

"

Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

🎓 Proker KKN 2026

Sistem Informasi Perpustakaan Digital, dedikasi mahasiswa untuk memajukan literasi warga Desa Sriwidadi.

Dibuat dengan ❤️ di tahun 2026© Perpustakaan Digital Desa Sriwidadi. All Rights Reserved.
Mulai Membaca
DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 6 PERJUANGAN TERAKHIR KIANO
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 6 PERJUANGAN TERAKHIR KIANO

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 6: PERJUANGAN TERAKHIR KIANO Oleh: Slamet Riyadi Pagi itu, firasat berat menyelimuti Raka. Kiano tidak muncul seperti biasa. Kiara yang ditemui di Lembah Harapan hanya diam dan menangis—ia tahu di mana ayahnya, tapi Kiano ingin pergi dengan tenang, tanpa keramaian. Kiara membawa Raka ke puncak Bukit Manoreh, tempat suci yang hanya diketahui para pemimpin kancil sejak zaman Kai. Di bawah pohon beringin tua, Kiano terbaring lemah, menunggu saat terakhirnya. Raka memanggil Wati dan Bejo. Mereka bertiga berlutut di samping Kiano, menangis. Kiano bercerita tentang masa kecilnya, tentang Kai Muda yang selalu membawanya ke puncak bukit ini setiap bulan purnama, tentang janji bahwa suatu hari ia akan bertemu dengan Raka, Wati, dan Bejo—sahabat yang dinantikan selama sepuluh tahun. "Aku menunggu kalian pulang. Dan kalian datang. Aku bisa pergi dengan tenang," katanya. Satu per satu mereka berpamitan. Wati mengenang Kiano kecil yang jatuh bangun belajar menjadi pemimpin. Bejo mengenang nasi goreng pertamanya yang membuat Kiano muntah, tapi tetap dijilat tangannya dengan penuh kasih. Kiara mendekap ayahnya untuk terakhir kalinya. Kiano memejamkan mata, napasnya berhenti—ia melihat Kai dan Kai Muda tersenyum memanggilnya dari padang rumput yang luas. Kiano dikubur di titik Beringin, di samping Kai dan Kai Muda. Seluruh warga Bojong Sari datang memberi penghormatan. Kiara berdiri tegak di makam ayahnya, lalu berlari ke Lembah Harapan memimpin kawanannya. Di bawah pohon beringin, Raka, Wati, Bejo, dan Kiara berjanji: mereka akan terus menjaga hutan ini selamanya—sampai mereka bertemu lagi di padang rumput yang luas, di mana Kai, Kai Muda, dan Kiano sudah menunggu dengan senyum. Kiano telah pergi, bergabung dengan leluhurnya. Kiara kini pemimpin sejati. Tapi perjalanan masih panjang—generasi baru harus belajar dari generasi lama... Genre: Cerita Dewasa Muda / Drama / Konservasi / Persahabatan / Kehilangan Target Pembaca: Dewasa muda dan dewasa (17-30+ tahun) Pesan: Kematian adalah bagian dari siklus kehidupan; persahabatan sejati melampaui kematian; kepemimpinan diwariskan dari generasi ke generasi; kesedihan adalah bentuk cinta yang tak terucap; dan mereka yang pergi akan selalu hidup dalam kenangan dan perjuangan yang ditinggalkan.

Mulai Membaca
DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 5 KEBAKARAN HUTAN KEMBALI
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 5 KEBAKARAN HUTAN KEMBALI

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 5: KEBAKARAN HUTAN KEMBALI Oleh: Slamet Riyadi Musim kemarau terpanjang dalam sepuluh tahun melanda Bojong Sari. Langit berwarna jingga kusam karena asap kebakaran dari gunung sebelah. Bak-bak air menyusut, sungai mengering, tanah retak-retak. Tebing Merah—yang dulu basah dan beruap—kini menjadi zona mati total. Laporan dari titik Sungai dan titik Batu semakin mengkhawatirkan. Titik api pertama muncul di dekat Tebing Merah. Raka, Wati, Bejo, dan warga bergotong royong membuat sekat bakar—menebang pohon, membuka jalur kosong agar api tidak menyebar. Kiara dan kawanan kancil datang membantu dengan cara unik: berguling-guling di air lalu berguling di dekat api, membasahi rumput kering. Api berhasil dipadamkan. Namun titik api kedua muncul lebih dekat ke desa. Kali ini api lebih besar, angin lebih kencang, air lebih sedikit. Warga dievakuasi ke balai desa. Saat kepanasan memuncak dan nyaris menyerah, hujan deras turun—menyelamatkan hutan dan desa. Hujan berlangsung tiga hari, menghidupkan kembali tanah yang haus, serai wangi yang layu, dan sungai-sungai yang kering. Syukuran digelar di balai desa. Kiara diundang dan datang—warga menyambutnya dengan haru. Ia memberi penghormatan tertinggi. Di bawah pohon beringin, Raka, Wati, Bejo, Kiara, dan Pak Jarwo berjanji: akan terus menjaga hutan sampai kapan pun, sampai anak cucu mereka bisa melihat kancil berlarian di hutan yang hijau. Api telah padam, hujan telah turun. Namun perjuangan terbesar masih menanti—Kiano dalam perjalanan terakhirnya... Genre: Cerita Dewasa Muda / Petualangan / Bencana Alam / Konservasi / Persahabatan Target Pembaca: Dewasa muda dan dewasa (17-30+ tahun) Pesan: Alam bisa menjadi sahabat sekaligus musuh; kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana; kancil dan manusia bisa saling membantu; hutan yang sehat mengundang hujan; dan perjuangan konservasi adalah perjuangan seumur hidup.

Mulai Membaca
DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 4 KONFLIK DENGAN WARGA
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 4 KONFLIK DENGAN WARGA

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 8

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 4: KONFLIK DENGAN WARGA Oleh: Slamet Riyadi Konflik memuncak ketika Pak Rasmin memimpin puluhan warga protes ke balai desa. Mereka merasa dirugikan oleh aturan konservasi yang terlalu ketat—sawah diganggu kancil, kayu bakar dan rumput terbatas, tanaman obat berkurang, akses bambu untuk tanggul dilarang. Bu Kasinem menangis karena penghasilan jamunya turun drastis, anaknya tidak bisa kuliah. "Kalian sibuk dengan kancil, lupa sama warga," katanya menusuk. Raka, Wati, dan Bejo menyadari kesalahan mereka: selama ini mereka terlalu fokus pada program, lupa melibatkan warga. Mereka mendatangi rumah warga satu per satu—duduk di teras, minum kopi, mendengar keluhan dengan hati. Usulan demi usulan lahir: pagar hijau dari serai wangi untuk mengusir kancil, kebun tanaman obat di zona pemanfaatan, aturan pengambilan bambu dengan kewajiban menanam bibit baru, dan pembentukan Forum Konservasi Desa yang anggotanya warga, bukan tim konservasi. Forum terbentuk dengan Pak Rasmin sebagai ketua, Bu Kasinem sekretaris. Kerja bakti memasang pagar hijau menyatukan warga. Kiara datang ke balai desa untuk pertama kalinya—menunduk di hadapan Pak Rasmin, menjilati tangannya yang keriput. Pak Rasmin menangis dan minta maaf. Di titik Beringin, Kiara berlari kembali ke hutan, diikuti kawanannya. Konflik berakhir bukan dengan kemenangan salah satu pihak, tapi dengan kemenangan kebersamaan. Konflik berubah menjadi dialog, warga menjadi penjaga hutan. Namun ancaman baru datang—kebakaran hutan kembali mengancam Manoreh! Genre: Cerita Dewasa Muda / Drama Sosial / Konservasi / Konflik / Persahabatan Target Pembaca: Dewasa muda dan dewasa (17-30+ tahun) Pesan: Konservasi tanpa melibatkan warga akan gagal; mendengar keluhan adalah awal solusi; konflik bisa menjadi pintu menuju kebersamaan; warga yang merasa memiliki akan menjaga; perubahan harus datang dari bawah, bukan dipaksakan dari atas.

Mulai Membaca
DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 3 KIARA DAN GENERASI BARU
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 3 KIARA DAN GENERASI BARU

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 3: KIARA DAN GENERASI BARU Oleh: Slamet Riyadi Pagi itu, Raka bangun dengan firasat. Kiano tidak muncul seperti biasa. Ia berlari ke Lembah Harapan dan menemukan Kiara duduk di tepi sungai—di samping tubuh Kiano yang sudah tiada. Kiano pergi dengan tenang, tanpa pamit, setelah sepuluh tahun menunggu Raka pulang ke Bojong Sari. Raka, Wati, dan Bejo berkabung bersama Kiara. Seluruh warga Bojong Sari datang ke pemakaman Kiano di titik Beringin, di samping makam Kai dan Kai Muda. Kiara yang berduka mulai menghindar, kehilangan arah. Kawanan kancil terpecah tanpa pemimpin. Raka mencari Kiara di balik tebing, dan dengan sabar meyakinkannya bahwa ia bisa menjadi pemimpin sejati dengan caranya sendiri—tidak perlu menjadi seperti Kiano, Kai Muda, atau Kai, tetapi menjadi Kiara. Ujian pertama datang: tiga kancil jantan memberontak menantang kepemimpinannya. Kiara tak mundur. Ia berdiri tegak dan berkata, "Aku adalah diriku sendiri dan aku tidak akan mundur." Para pemberontak pergi. Kiara mulai memimpin, belajar dari kegagalan, tumbuh dari setiap tantangan. Dani yang dulu mendukung Sugiarto kini dekat dengan Kiara—kancil itu mengajarinya arti keteguhan. Kawanan akhirnya mengakui Kiara sebagai pemimpin dengan penghormatan tertinggi. Di bawah bulan purnama, Raka, Wati, Bejo, dan Kiara duduk bersama—janji abadi untuk menjaga hutan, generasi baru telah lahir, warisan Kai, Kai Muda, dan Kiano hidup dalam diri Kiara. Kiano telah pergi, Kiara bangkit. Namun ancaman baru datang bukan dari luar, tapi dari dalam—konflik dengan warga desa sendiri! Genre: Cerita Dewasa Muda / Drama / Konservasi / Persahabatan / Kepemimpinan Target Pembaca: Dewasa muda (17-30+ tahun) Pesan: Kematian adalah bagian dari siklus kehidupan; kepemimpinan sejati adalah menjadi diri sendiri, bukan meniru pendahulu; setiap generasi punya kelebihan masing-masing; kesedihan bisa diatasi dengan kebersamaan; dan kepercayaan pada diri sendiri adalah awal dari kepemimpinan.

Mulai Membaca
DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 2  ANCAMAN INVESTOR
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 2 ANCAMAN INVESTOR

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 8

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 2: ANCAMAN INVESTOR Oleh: Slamet Riyadi Sugiarto, pengusaha kaya dari Jakarta, memberi waktu satu minggu bagi Tim Penjaga Hutan untuk membuktikan bahwa konservasi lebih menguntungkan daripada resor mewah yang ia tawarkan. Di tengah tekanan, Raka mengunjungi Dani—pemuda yang paling vokal menolak konservasi karena kebutuhan ekonomi keluarganya. Ia melihat langsung penderitaan Dani dan berjanji akan melibatkannya dalam masa depan Bojong Sari. Wati membuka klinik hewan gratis dan merawat kambing Bu Juminten—satu-satunya sumber penghidupan janda tua itu. Bejo merancang acara makan bersama raksasa di titik Beringin, menggunakan bahan-bahan lokal dari warga. Mereka bekerja keras mempersiapkan segalanya: Wati menyiapkan materi edukasi, Bejo menyusun menu, Raka mengundang seluruh warga, termasuk yang pro-Sugiarto. Acara makan bersama sukses besar. Aroma opor ayam, rendang, dan nasi liwet menggoda warga. Dani yang datang bersama keluarga akhirnya tersentuh—ia melihat anak-anaknya bahagia bermain di hutan, istrinya tersenyum. Dani berdiri di depan semua warga, menyatakan mencabut dukungannya pada Sugiarto dan memilih Bojong Sari. Satu per satu warga mengikuti. Di bawah pohon beringin, Raka berjanji pada Kiara dan Kiano: mereka akan memenangkan perjuangan ini. Satu pertempuran dimenangkan. Namun perang melawan uang dan pengaruh baru saja dimulai... Genre: Cerita Dewasa Muda / Petualangan / Drama Sosial / Konservasi / Kuliner / Persahabatan Target Pembaca: Dewasa muda dan dewasa (17-30+ tahun) Pesan: Uang cepat tidak menjamin masa depan; kekayaan sejati ada pada alam dan kebersamaan; perubahan hati bisa terjadi melalui pengalaman nyata; makanan adalah jembatan menyatukan perbedaan; dan perjuangan konservasi adalah perjuangan melawan keserakahan.

Mulai Membaca
DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 1  KEMBALI UNTUK SELAMANYA
Buka Detail ↗

DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI EPISODE 1 KEMBALI UNTUK SELAMANYA

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF DEWASA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Remaja Bojong Sari Edisi IV: Penjaga Hutan Bojong Sari EPISODE 1: KEMBALI UNTUK SELAMANYA Oleh: Slamet Riyadi Sepuluh tahun setelah berpisah mengejar mimpi, Raka (ahli konservasi hutan IPB), Wati (dokter hewan Unpad), dan Bejo (koki ISI Jogja) kembali ke Bojong Sari untuk selamanya. Sambutan hangat warga dan pertemuan haru dengan Kiano—yang kini sudah sangat tua—menyambut kepulangan mereka. Kiano memperkenalkan Kiara, putrinya, generasi baru pemimpin kawanan kancil. Di balai desa, mereka memaparkan rencana besar: pusat penelitian konservasi, klinik hewan gratis, dan restoran organik. Namun ancaman datang dari Sugiarto, pengusaha kaya yang ingin membangun resor mewah di pinggir hutan. Dengan janji 50 miliar dan 200 lapangan kerja, ia mulai melobi warga—bahkan beberapa sudah tanda tangan dukungan. Perdebatan sengit terjadi di balai desa. Pak Jarwo memberi dukungan penuh pada tim, mengingatkan warga akan perjuangan mereka menyelamatkan hutan dulu. Sugiarto memberi waktu satu minggu—Tim Penjaga Hutan harus membuktikan konservasi lebih menguntungkan daripada resor. Di Lembah Harapan, Raka berjanji pada Kiara dan Kiano: mereka akan berjuang untuk hutan selamanya. Kembali ke rumah bukan akhir perjuangan. Ancaman baru mengintai—akankah uang atau alam yang menang di Bojong Sari? Genre: Cerita Dewasa Muda / Petualangan / Konservasi Alam / Drama Sosial / Persahabatan Target Pembaca: Dewasa muda usia 17-25 tahun ke atas Pesan: Pulang ke rumah setelah sukses adalah kemenangan sejati; konservasi dan ekonomi bisa berjalan beriringan; uang bukan satu-satunya ukuran kemajuan; persahabatan sejati melampaui waktu dan jarak; alam adalah warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Mulai Membaca
DETEKTIF REMAJA BOJONG SARI EPISODE 10 PERPISAHAN DI UJUNG SENJA
Buka Detail ↗

DETEKTIF REMAJA BOJONG SARI EPISODE 10 PERPISAHAN DI UJUNG SENJA

Buku Anak

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 7

SINOPIS SINGKAT DETEKTIF REMAJA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Cilik Bojong Sari Edisi III: Misteri di Balik Senja EPISODE 10: PERPISAHAN DI UJUNG SENJA (EPISODE FINAL EDISI III) Oleh: Slamet Riyadi Dua bulan setelah kepergian Kai Muda, Kiano masih berduka. Suatu pagi di Lembah Harapan, saat Tim Detektif Remaja duduk bersama Kiano, muncul seekor kancil putih bercahaya di seberang sungai—roh Kai Muda datang memberi penghormatan terakhir. Kiano akhirnya bisa ikhlas dan move on. Masa remaja mereka berakhir. Raka mendapat beasiswa ke Bogor (Konservasi Hutan), Wati ke Bandung (Kedokteran Hewan), dan Bejo ke Jogja (Kuliner). Tiga arah berbeda, tiga mimpi berbeda. Seluruh warga melepas mereka di stasiun dengan tangis haru. Kiano dan kawanan kancil datang diam-diam memberi salam perpisahan. Epilog: 10 Tahun Kemudian Raka (27), Wati (27), dan Bejo (27) kembali ke Bojong Sari sebagai orang dewasa. Raka ahli konservasi, Wati dokter hewan, Bejo koki organik. Kiano kini tua, dan Kiara—anaknya—mulai menunjukkan bakat kepemimpinan. Mereka mendirikan pusat penelitian, klinik hewan gratis, dan restoran organik. Di bawah pohon beringin, mereka berjanji: akan menjaga hutan Manoreh selamanya. Bukan akhir, tapi awal baru. Dari Detektif Cilik, Detektif Remaja, kini mereka adalah Penjaga Hutan Bojong Sari. Selamanya. Genre: Cerita Remaja / Drama / Persahabatan / Perpisahan / Konservasi / Pendidikan Target Pembaca: Remaja usia 13-17 tahun Pesan: Perpisahan bukan akhir, tapi awal perjalanan baru; persahabatan sejati melampaui waktu dan jarak; mimpi besar dimulai dari langkah kecil; dan pulang ke rumah setelah sukses adalah kemenangan sejati.

Mulai Membaca
← SebelumnyaHalaman 26 dari 31Berikutnya →