Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.
Total Koleksi
213 Buku
Total Pembaca
1116 Kali
Lokasi Layanan
Desa Sriwidadi
Menampilkan 213 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 3
Sinopsis: Di sebuah hutan, hiduplah seekor Babi gemuk bertaring tajam yang menjadi raja hutan karena kekuatannya yang luar biasa. Namun, ia sangat sombong dan selalu menantang siapa pun yang berani melawannya. Suatu hari, Si Kancil datang dan menantang Babi untuk bertanding kekuatan keesokan harinya. Saat pertandingan tiba, Babi menyeruduk Kancil berkali-kali, tetapi moncongnya justru terluka karena kepala Kancil terasa sangat keras. Ternyata, Kancil memakai topeng kayu keras yang menyerupai wajahnya. Babi yang kelelahan dan kesakitan akhirnya menyerah, dan Kancil keluar sebagai pemenang. Cerita ini mengajarkan bahwa kesombongan hanya membawa kehancuran, dan kecerdikan selalu lebih ampuh daripada kekuatan fisik belaka.
Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
Sinopsis: Di tengah hutan lebat, Si Kancil yang cerdik kembali berhadapan dengan Harimau yang berniat memangsanya. Saat terdesak, Si Kancil menggunakan akalnya dengan berpura-pura membawa kabar tentang "Raja Hutan baru" yang lebih kuat dari Harimau. Ia pun membawa Harimau ke tepi sungai dan menunjukkan sebongkah batu besar sebagai "raja" tersebut. Harimau yang tertipu emosi menerjang batu itu hingga sakit, sementara Si Kancil tertawa dan kabur dengan selamat. Cerita ini mengisahkan kecerdikan Si Kancil yang selalu mampu mengelabui musuh-musuhnya, menjadikannya legenda hewan paling cerdik di hutan.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS BUKU LITERASI SEJARAH DESA Membangun Identitas, Memori Kolektif, dan Peradaban Lokal Buku ini lahir dari keprihatinan atas semakin memudarnya kesadaran masyarakat terhadap sejarah lokalnya sendiri. Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, desa—sebagai entitas sosial, budaya, dan historis—sering kali dipahami hanya dalam konteks administratif dan pembangunan fisik semata. Padahal, desa menyimpan jejak panjang perjalanan peradaban, nilai-nilai kearifan lokal, serta dinamika sosial yang membentuk identitas kolektif masyarakatnya. Melalui pendekatan konseptual dan praktis, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa sejarah desa bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi identitas, modal sosial, dan energi peradaban yang menentukan arah masa depan. Buku ini mengupas secara sistematis bagaimana desa dapat membangun literasi sejarah yang kokoh—mulai dari pemahaman teoritis, metodologi penelitian, teknik penulisan narasi, hingga strategi pelestarian dan digitalisasi. Pembahasan utama buku ini meliputi: Desa dalam perspektif historis dan peradaban Identitas desa, memori kolektif, dan modal sosial Konsep dan teori literasi sejarah Metodologi penelitian sejarah desa (heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi) Teknik penulisan narasi sejarah yang komunikatif dan reflektif Dinamika sosial, ekonomi, dan politik desa sepanjang masa Transformasi budaya dan tantangan modernitas Strategi pelestarian dan digitalisasi arsip sejarah desa Peran generasi muda dan integrasi sejarah dalam pendidikan lokal Sejarah desa sebagai basis pembangunan berkelanjutan Rekomendasi strategis untuk penguatan kebijakan dan kelembagaan Buku ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan aplikatif, menjadikannya referensi penting bagi kepala desa, perangkat desa, pegiat literasi, pendidik, akademisi, serta generasi muda yang ingin memahami dan melestarikan sejarah desanya. Lebih dari sekadar panduan dokumentasi, buku ini adalah ajakan untuk menjadikan sejarah sebagai kompas moral dan energi peradaban dalam membangun masa depan desa yang berakar, adaptif, dan bermartabat. "Desa yang merawat sejarahnya adalah desa yang merawat peradabannya." Target Pembaca: Pemerintah desa dan aparatur desa Pegiat literasi dan dokumentasi sejarah lokal Guru dan tenaga pendidik di pedesaan Generasi muda dan komunitas pemuda desa Akademisi dan peneliti bidang sejarah, sosiologi, dan pengembangan masyarakat Mahasiswa KKN dan pegiat pemberdayaan desa Membangun masa depan desa tidak bisa dilakukan dengan melupakan masa lalu. Literasi sejarah adalah jembatan yang menghubungkan akar, identitas, dan arah perjalanan desa menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS BUKU OPINI DAN STRATEGI DALAM PENGELOLAAN WEBSITE DESA BAGI PEMERINTAH DESA Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan analitis bagi pemerintah desa dalam mengelola website desa sebagai instrumen strategis digitalisasi pemerintahan. Di era transformasi digital, website desa bukan lagi sekadar sarana publikasi, melainkan menjadi jendela informasi, media transparansi, alat pelayanan publik, dan ruang partisipasi masyarakat yang vital. Dengan pendekatan opini kritis dan strategi terapan, buku ini mengupas secara komprehensif berbagai aspek pengelolaan website desa, mulai dari kebijakan dan regulasi, struktur pengelolaan, peran pihak ketiga, hingga tantangan teknis dan SDM. Penulis menguraikan permasalahan nyata yang dihadapi desa—seperti keterbatasan SDM digital, anggaran terbatas, ketergantungan pada pihak ketiga, serta rendahnya konsistensi konten—sekaligus menawarkan solusi konkret yang dapat segera diterapkan. Pembahasan utama buku ini meliputi: Landasan hukum dan regulasi (UU Desa, Permendagri, Permen Kominfo) Peran kepala desa, perangkat desa, admin, kontributor, dan pengelola konten Mekanisme update informasi, monitoring, dan evaluasi konten Kerja sama dengan penyedia domain, hosting, dan pengembang aplikasi Strategi peningkatan partisipasi masyarakat dan literasi digital Penganggaran berbasis APBDes, hibah, CSR, dan partisipasi warga Penanganan masalah teknis: server down, keamanan data, koneksi internet terbatas Rekomendasi praktis: pelatihan SDM, SOP pengelolaan, template CMS desa, integrasi media sosial Buku ini disusun dengan bahasa yang lugas dan aplikatif, menjadikannya referensi penting bagi kepala desa, perangkat desa, admin website, kontributor, serta pihak ketiga yang terlibat dalam digitalisasi desa. Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa website desa adalah cerminan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, modern, dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat. "Website desa bukan sekadar simbol kemajuan digital, tetapi representasi tata kelola desa yang profesional dan berkelanjutan." Target Pembaca: Kepala Desa dan perangkat desa Admin dan pengelola website desa Pegiat literasi dan kontributor konten desa Pemerintah kecamatan, kabupaten, dan lembaga terkait Mahasiswa dan peneliti bidang pemerintahan desa dan digitalisasi Membangun desa digital dimulai dari pengelolaan informasi yang terbuka, partisipatif, dan berkelanjutan. Buku ini adalah langkah awal menuju tata kelola desa yang modern dan responsif.
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS BUKU LENTERA ILMU DESA Membangun Perpustakaan Digital Desa Secara Mandiri Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan inspiratif bagi desa-desa di Indonesia yang ingin membangun perpustakaan digital secara mandiri. Di tengah derasnya arus transformasi digital, disparitas akses terhadap bahan bacaan berkualitas masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat desa. Buku ini menawarkan solusi konkret dengan memanfaatkan teknologi sederhana, gratis, dan mudah diakses, seperti platform Blogger dan Website Desa. Mengambil latar belakang kisah sukses Perpustakaan Digital Lentera Ilmu di Desa Sriwidadi, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, buku ini mendokumentasikan secara utuh perjalanan perintisan perpustakaan digital yang berhasil menghimpun lebih dari 100 judul karya literasi dari kontributor lokal. Dari cerita anak, puisi, artikel pengetahuan umum, hingga dokumentasi sejarah dan budaya desa—semua terangkum dalam satu platform digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Buku ini membahas secara komprehensif: Konsep literasi digital dan urgensinya bagi pembangunan desa Model pengelolaan perpustakaan digital berbasis komunitas Langkah-langkah teknis memanfaatkan Blogger dan Website Desa Peran strategis pegiat literasi, guru, pemuda, dan aparat desa Strategi pengembangan konten literasi yang menarik dan relevan Analisis tantangan dan solusi untuk keberlanjutan program Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini adalah manifestasi semangat gotong royong, kemandirian, dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Ditulis oleh para pegiat literasi desa yang terlibat langsung dalam perintisan Perpustakaan Digital Lentera Ilmu, buku ini menjadi "obor" bagi desa-desa lain untuk menyalakan lentera ilmu di wilayahnya masing-masing. "Dari desalah Indonesia akan cerdas dan maju." Target Pembaca: Pemerintah desa dan aparatur desa Pengelola perpustakaan desa Pegiat literasi dan komunitas baca Karang taruna dan pemuda desa Guru dan tenaga pendidik di pedesaan Mahasiswa dan peneliti bidang pengembangan masyarakat Mari kita bersama-sama menyalakan Lentera Ilmu di setiap desa!
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS BUKU Memahami Perubahan, Pemberdayaan, dan Pembangunan Masyarakat Desa Buku ini menghadirkan pemahaman komprehensif tentang dinamika sosial masyarakat desa sebagai entitas hidup yang terus bergerak, berubah, dan beradaptasi dengan berbagai pengaruh—baik dari dalam maupun dari luar. Desa bukanlah objek pembangunan yang pasif, melainkan subjek dengan sistem sosial yang kompleks, di mana interaksi nilai, norma, kekuasaan, dan kepentingan senantiasa berdinamika dan menentukan arah perubahan serta kemajuan masyarakat itu sendiri. Melalui 30 bab yang sistematis, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek kehidupan desa—mulai dari konsep dasar dinamika sosial, struktur sosial, karakteristik sosial budaya, unsur-unsur dinamika, hingga faktor-faktor perubahan sosial. Pembaca diajak memahami peran vital nilai dan norma, interaksi sosial dalam komunitas, lembaga-lembaga sosial, serta kepemimpinan sosial di desa. Buku ini juga menguraikan secara mendalam peran pemerintah desa, tokoh masyarakat dan adat, pemuda, serta perempuan dalam pembangunan desa. Pada bagian selanjutnya, buku ini membahas modal sosial sebagai fondasi pembangunan, strategi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, pengembangan sumber daya manusia, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Konflik sosial dan cara penyelesaiannya, transformasi sosial di era modernisasi, pengaruh teknologi dan digitalisasi, hingga ekonomi sosial dan kemandirian desa turut dibahas secara kritis. Kearifan lokal sebagai filter budaya dan fondasi pembangunan berkelanjutan juga mendapat perhatian khusus. Bab-bab akhir buku ini menyoroti manfaat dinamika sosial bagi kemajuan desa, dampak perubahan sosial, tantangan pembangunan sosial, strategi penguatan ketahanan sosial desa, serta sinergi antar pemangku kepentingan. Model-model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dipaparkan sebagai penutup, sebelum akhirnya buku ini memproyeksikan masa depan desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berkarakter—sebuah desa cerdas (smart village) yang memadukan teknologi dengan kearifan lokal. Buku ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi pembangunan, aparat desa, serta masyarakat desa itu sendiri untuk bersama-sama merefleksikan dan memajukan kehidupan desa. Dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial, pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan dapat terwujud—karena desa bukanlah masa lalu yang statis, melainkan masa depan bangsa yang dinamis. "Desa bukanlah masa lalu yang statis, tetapi masa depan yang dinamis. Di sanalah akar budaya kita tumbuh, di sanalah masa depan bangsa kita dibangun."
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 4
SINOPSIS BUKU Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan komprehensif bagi pemerintah desa, perangkat desa, admin, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun dan mengelola website desa secara profesional, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Di era digital yang terus bergerak cepat, website desa bukan lagi sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan strategis yang menjadi cermin transparansi, akuntabilitas, dan keseriusan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Penulis menyajikan pembahasan sistematis mulai dari urgensi digitalisasi desa, dasar hukum pengelolaan website, hingga langkah-langkah teknis dan strategis yang aplikatif. Buku ini menguraikan pentingnya legalitas tim pengelola melalui Surat Keputusan Kepala Desa, struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas admin, editor, dan operator, serta mekanisme evaluasi kinerja. Tanpa landasan legal dan struktur yang tertata, pengelolaan website berisiko berjalan sporadis dan bergantung pada individu tertentu. Aspek pendukung seperti dukungan anggaran dalam APBDes, konektivitas internet, sarana dan prasarana, hingga bimbingan teknis bagi sumber daya manusia juga dibahas secara mendalam. Penulis menekankan bahwa website desa membutuhkan perencanaan biaya yang matang—mulai dari domain, hosting, pemeliharaan sistem, hingga produksi konten dan publikasi. Keterbatasan anggaran bukanlah halangan, melainkan tantangan yang dapat diatasi melalui strategi efisiensi dan kolaborasi. Buku ini juga menyoroti pentingnya kerja sama internal dan eksternal. Sinergi antarperangkat desa, koordinasi dengan BPD dan lembaga desa, kolaborasi dengan kecamatan dan kabupaten, serta kemitraan dengan pihak ketiga seperti media lokal, perguruan tinggi, dan komunitas IT menjadi kunci keberhasilan pengelolaan website yang profesional. Pelibatan masyarakat sebagai kontributor konten juga didorong untuk menciptakan website yang partisipatif dan representatif. Pada bagian akhir, buku ini mengupas pemanfaatan platform Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi pengelolaan website—mulai dari pembuatan konten, desain grafis, visualisasi data, hingga analisis pengunjung. Namun demikian, penulis mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai etika dan batasan yang jelas agar tetap aman, akuntabel, dan sesuai dengan nilai-nilai sosial serta regulasi yang berlaku. Buku ini diakhiri dengan refleksi bahwa website desa yang dikelola dengan baik akan menjadi pusat informasi, sarana dokumentasi pembangunan, media promosi potensi desa, serta instrumen penguatan partisipasi masyarakat. Dengan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi, website desa dapat menjadi wajah digital yang membanggakan dan warisan informasi berharga bagi generasi mendatang. "Website desa bukan sekadar teknologi, melainkan jembatan menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik."
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 3
SINOPSIS BUKU Buku ini hadir sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat desa dalam menghadapi tantangan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang semakin meningkat. Berbeda dengan penyakit menular, PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, kanker, penyakit paru kronis, dan penyakit ginjal kronis berkembang secara perlahan, bersifat kronis, dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini menyebabkan banyak penderita baru menyadari penyakitnya ketika sudah memasuki tahap lanjut dan memerlukan penanganan medis yang kompleks serta biaya yang tidak sedikit. Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan sistematis, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek penting seputar PTM. Pembaca diajak memahami konsep dasar penyakit tidak menular, karakteristiknya, serta perbedaannya dengan penyakit menular. Buku ini juga menguraikan secara mendalam berbagai jenis PTM yang paling banyak terjadi di masyarakat, lengkap dengan faktor risiko, gejala, dan cara pencegahannya. Salah satu pesan utama buku ini adalah bahwa sebagian besar PTM sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres berkepanjangan merupakan faktor risiko yang dapat dikendalikan. Dengan menerapkan pola makan seimbang (konsep "Isi Piringku"), rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, berhenti merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat dapat menekan risiko terkena PTM secara signifikan. Buku ini juga menekankan pentingnya deteksi dini melalui skrining kesehatan rutin. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan penunjang lainnya membantu menemukan gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Edukasi mengenai cara melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk deteksi dini kanker payudara, serta vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker serviks, turut disajikan sebagai langkah preventif yang konkret. Pada bagian akhir, buku ini menyoroti peran penting keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. Dukungan keluarga, keterlibatan kader kesehatan, serta kebijakan publik yang berpihak pada kesehatan menjadi fondasi keberhasilan pengendalian PTM secara berkelanjutan. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat demi masa depan yang lebih produktif dan sejahtera. "Pencegahan adalah investasi kesehatan terbaik. Mulailah dari diri sendiri, kuatkan dengan keluarga, dukung dengan masyarakat, dan rawat dengan kebijakan yang sehat."
Mulai Membaca