🏛️
PerpusDig Sriwidadi
Desa Sriwidadi
PROKER KKN '26
📦Rak Offline
Sistem Perpustakaan Aktif

Jendela Pengetahuan Desa

Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.

🔍
📑
✨
📚

Total Koleksi

241 Buku

👁️

Total Pembaca

3775 Kali

🏛️

Lokasi Layanan

Desa Sriwidadi

📚 Koleksi Terbaru

Menampilkan 241 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

ROMAN EPIK PEJUANG DANA DESA
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK PEJUANG DANA DESA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 10

SINOPSIS SINGKAT "Pejuang Dana Desa" adalah roman epik yang mengisahkan perjuangan Ratih Pramudita, Sekretaris Desa Sumber Waras, dalam mengelola amanah Dana Desa di tengah berbagai tantangan berat. Alur Cerita Perjalanan dimulai ketika tahun anggaran baru dimulai. Ratih, seorang ibu dari dua anak, harus menjalankan tanggung jawabnya sebagai Sekretaris Desa—jabatan yang menuntut ketelitian administrasi, kesabaran menghadapi masyarakat, dan pengorbanan waktu bersama keluarga. Bersama Kepala Desa Bambang Setiawan dan tim kecil perangkat desa, Ratih melalui serangkaian proses panjang: Pramusdes, Musyawarah Dusun, penyusunan RKP Desa dan APBDes, hingga pencairan Dana Desa. Namun di balik proses administratif, konflik mulai muncul. Hartono, mantan perangkat desa yang dipecat karena penyalahgunaan dana, berusaha membalas dendam melalui provokasi di musyawarah, penyebaran rumor, dan surat kaleng yang menuduh Ratih melakukan penyimpangan. Tekanan semakin berat ketika pembangunan fisik menghadapi hambatan nyata: hujan deras yang menggenangi lokasi, material yang tak kunjung datang, konflik antarwarga di lokasi pekerjaan, dan berbagai tuduhan yang mulai mengarah pada Ratih secara pribadi. Di tengah tekanan itu, Ratih juga harus berjuang menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga—putrinya, Nisa, terus menunggu ibunya pulang setiap malam. Puncak perjuangan terjadi ketika Tim Inspektorat Kabupaten datang melakukan audit. Seluruh dokumen diperiksa, lapangan diukur, dan berbagai tuduhan diverifikasi. Ratih dan timnya bekerja tanpa lelah mempersiapkan semua bukti, memperbaiki administrasi yang kurang, dan menjawab setiap pertanyaan auditor. Ketegangan memuncak ketika beberapa dokumen nyaris hilang dan catatan audit mengancam proses pertanggungjawaban. Pada akhirnya, hasil audit menyatakan bahwa pengelolaan Dana Desa Sumber Waras berjalan sesuai ketentuan. Tuduhan-tuduhan tidak terbukti. Desa bahkan menerima penghargaan atas tata kelola pemerintahan yang baik.

"

Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

🎓 Proker KKN 2026

Sistem Informasi Perpustakaan Digital, dedikasi mahasiswa untuk memajukan literasi warga Desa Sriwidadi.

Dibuat dengan ❤️ di tahun 2026© Perpustakaan Digital Desa Sriwidadi. All Rights Reserved.
Mulai Membaca
ROMAN EPIK DI BAWAH PANJI SERIBU BINTANG
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK DI BAWAH PANJI SERIBU BINTANG

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 11

SINOPSIS SINGKAT Novel ini mengisahkan perjalanan epik Panji, seorang anak yang lahir di bawah fenomena langka "malam seribu bintang" dengan ramalan bahwa ia akan membawa panji kebenaran dan menyelamatkan desanya. Sejak kecil, Panji memiliki kemampuan melihat arwah dan dibimbing oleh tetua adat, Ki Guno. Bersama sahabatnya, Jojo, dan kekasihnya, Mintarsih, Panji tumbuh dan berjuang melawan ketidakadilan yang datang dari keluarga konglomerat yang ingin merebut tanah adat desa mereka. Konflik memuncak ketika Jojo, yang diliputi rasa iri, mengkhianati Panji dan memihak musuh, menyebabkan Panji diusir dari desanya. Panji merantau ke kota, belajar dan menempa diri, sementara Jojo yang tersesat akhirnya sadar dan bertobat. Setelah kembali ke desa, Panji memimpin perlawanan, membongkar kejahatan musuh, dan memenangkan kembali tanah leluhur. Jojo, yang telah berubah, gugur sebagai pahlawan saat melindungi desa dari serangan balasan. Kisah berlanjut ke generasi berikutnya: Baskara (anak Panji), Lintang (cucu) yang melawan kapitalisme digital, Sekar yang melestarikan warisan dalam bentuk digital, hingga Kirana yang membangun museum virtual. Novel berakhir dengan pesan abadi bahwa perjuangan melawan ketidakadilan akan terus berlanjut, dan panji kebenaran serta cinta tak akan pernah padam, diwariskan dari generasi ke generasi.

Mulai Membaca
ROMAN DI BAWAH LANGIT KAPUAS CINTAKU BERLABUH
Buka Detail ↗

ROMAN DI BAWAH LANGIT KAPUAS CINTAKU BERLABUH

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 10

SINOPSIS SINGKAT Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Arman Maulana, seorang pemuda dari desa sederhana, Sriwidadi, yang berjuang meraih mimpi melalui pendidikan. Di SMK Negeri Kuala Kapuas, ia bertemu dengan Erika Permatasari, gadis pemalu yang duduk di bangku nomor delapan, dan menjalin persahabatan dengan Junaidi Pratama. Persahabatan dan benih cinta itu tumbuh di tengah kesibukan sekolah, namun kandas saat Arman merantau ke Banjarmasin untuk kuliah. Di tengah kesibukannya menjadi mahasiswa, Arman bertemu Alina Prameswari, seorang teman diskusi yang kemudian menjadi kekasihnya. Namun, hubungan mereka kandas karena pilihan hidup yang berbeda; Alina memilih kemapanan bersama bosnya, Darmanto Prakoso, sementara Arman memilih kembali ke kampung halaman dan mengabdikan diri. Setelah menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan konsultan di Kuala Kapuas, takdir mempertemukan Arman dengan Erika kembali dalam sebuah proyek pembangunan. Pertemuan itu membawa kembali kenangan lama dan perasaan yang tak pernah padam. Namun, ujian datang dari Junaidi, yang ternyata juga masih menyimpan perasaan pada Erika. Melalui berbagai konflik, kejujuran, dan kedewasaan, cinta lama Arman dan Erika akhirnya bersemi kembali. Diiringi restu keluarga dan keikhlasan Junaidi, mereka pun menikah dan membangun kehidupan sederhana namun penuh makna di bawah langit Kapuas. Novel ini ditutup dengan gambaran kebahagiaan mereka sebagai sebuah keluarga kecil, dengan Arman yang tetap mengabdi pada masyarakat desanya, dan Erika sebagai pendamping setianya.

Mulai Membaca
ROMAN EPIK DI BAWAH LANGIT KAPUAS AKU MENANTI
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK DI BAWAH LANGIT KAPUAS AKU MENANTI

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 10

SINOPSIS SINGKAT Kisah dimulai dari sebuah janji dua sahabat yang sedang hamil, Siti Aminah dan Khodijah, yang bersepakat untuk menjodohkan anak-anak mereka sejak dalam kandungan. Janji itu melahirkan Joko Prayitno (Si Tengil), seorang anak laki-laki nakal namun baik hati, dan Siti Nurjanah (Janah), seorang gadis pemalu dan penurut. Mereka tumbuh bersama di tepian Sungai Kapuas, Kuala Kapuas. Sejak kecil, Joko dan Janah telah diikat oleh perjodohan dan cinta yang tumbuh perlahan. Namun, saat Janah kuliah di Yogyakarta melalui program Bidik Misi, hubungan jarak jauh mereka mulai renggang. Di tanah rantau, Janah dekat dengan Dimas, sementara Joko di Kapuas dekat dengan Maya. Keduanya pun berpisah. Setelah lulus, Janah kembali ke Kapuas dan bertemu dengan Rendy, seorang rekan kantor yang mendekatinya. Namun, takdir mempertemukan Joko dan Janah kembali di Taman Simpang Adipura, tempat mereka dulu berjanji. Cinta lama bersemi lagi, dan setelah melewati berbagai konflik—termasuk fitnah dari Mirna, sahabat lama yang iri—serta tekanan sosial dari keluarga, mereka akhirnya menikah. Pernikahan mereka dikaruniai dua anak, Putra Sadewa dan Diah Pitaloka. Hingga usia senja, Joko dan Janah hidup bahagia, meninggalkan warisan cinta sejati yang abadi bagi anak-cucu mereka. Epilog menggambarkan kematian mereka yang damai, bersamaan dengan keyakinan bahwa cinta mereka akan terus hidup dalam kenangan.

Mulai Membaca
ROMAN EPIK DI BAWAH BAYANG-BAYANG ASMARA
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK DI BAWAH BAYANG-BAYANG ASMARA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 10

SINOPSIS SINGKAT Di desa Tegorejo yang sunyi, seorang gadis miskin bernama Ariyanti dan pemuda sederhana Akang Supriyadi menemukan cinta di antara perjuangan hidup. Namun, kebahagiaan mereka dihadang oleh Rahmadi, anak konglomerat kaya yang terbiasa mendapatkan semua yang diinginkannya. Obsesi Rahmadi pada Ariyanti memicu serangkaian peristiwa keji: fitnah, penganiayaan, kebakaran, kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Akang, hingga penculikan Ariyanti. Di tengah gempuran kekejaman Rahmadi yang didukung oleh preman dan uang, Akang dan Ariyanti tidak menyerah. Mereka dibantu oleh sekutu-sekutu setia: Bu Sumi, guru bijak yang menjadi otak strategi; Pak Dullah, mantan sopir keluarga Rahmadi yang berubah menjadi mata-mata; Marni, sahabat yang menjadi saksi dan dokumentator; serta Siti, sahabat yang sempat menjadi pengkhianat namun akhirnya bertobat. Perjuangan mereka mengungkap rahasia kelam Rahmadi, yang ternyata adalah anak haram dari hubungan terlarang, serta persekongkolan ayah kandung Akang dengan musuh mereka untuk merebut tanah warisan. Puncaknya, Rahmadi diadili dan dijatuhi hukuman penjara setelah percobaan pembunuhan dan penculikan gagal. Setelah melewati badai panjang, Akang dan Ariyanti akhirnya bersatu dalam pernikahan yang dihadiri oleh semua orang yang pernah berjuang bersama mereka, termasuk Rahmadi yang telah bertobat dan datang untuk meminta maaf. Epilog menggambarkan kehidupan mereka dua puluh lima tahun kemudian: mereka hidup bahagia dengan anak-anak yang meneruskan perjuangan mereka, sementara Tegorejo menjadi saksi bisu dari sebuah kisah epik tentang cinta sejati, pengorbanan, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.

Mulai Membaca
ROMAN EPIK CINTA TERHEMPAS, PUTUS DI UJUNG TAKDIR
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK CINTA TERHEMPAS, PUTUS DI UJUNG TAKDIR

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 10

Sinopsis Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Paijo, seorang anak pendiam dari pinggiran Sungai Kapuas di Handel Sungai Beras, Kalimantan Tengah. Kisah berawal dari masa kecilnya yang sederhana, di mana ia menjalin persahabatan erat dengan seorang gadis cerewet bernama Paijem. Di tepian sungai dan sudut-sudut kota Kuala Kapuas, benih cinta pertama tumbuh dalam diam di hati Paijo, namun ia tak pernah berani mengungkapkannya. Ketakutan akan kehilangan justru menjadi kenyataan pahit ketika Paijem harus pindah ke Jawa. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam yang tak kunjung sembuh, mengantarkan Paijo pada fase panjang kesepian dan penyesalan di perantauan. Ia bekerja keras di Banjarmasin, menghidupi diri dan keluarganya, namun bayangan masa lalu terus menghantuinya. Takdir mempertemukannya dengan Painem, seorang perempuan kuat dan pekerja keras dari kampung yang sama. Pernikahan mereka lahir bukan dari cinta yang menggebu, tetapi dari penerimaan dan kebutuhan untuk melanjutkan hidup. Di tengah pergulatan ekonomi dan kenangan lama, Paijo harus belajar menjadi suami dan ayah, sambil berdamai dengan cinta pertamanya yang tak pernah sempat ia perjuangkan. Cerita mencapai klimaksnya saat kabar dan surat dari Paijem datang, membuka luka lama sekaligus memberi kesempatan untuk penyelesaian. Pertemuan terakhir mereka di ranjang sakit menjadi titik balik di mana Paijo akhirnya melepaskan masa lalu dengan ikhlas. Kembali ke keluarganya, ia dan Painem memulai hidup baru dari nol, membangun bengkel dan rumah tangga yang kokoh di atas fondasi kesetiaan dan pengertian. Novel ini adalah kisah epik tentang cinta pertama yang tak terucap, pengorbanan, dan perjuangan hidup masyarakat sederhana. Mengambil latar belakang budaya Kalimantan yang kaya, karya ini menyampaikan pesan universal bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki, tetapi tentang melepaskan dan menerima takdir, serta menemukan kedamaian di dalam diri sendiri dan rumah yang kita pilih.

Mulai Membaca
ROMAN EPIK BATAS PENANTIAN DI UJUNG SENJA
Buka Detail ↗

ROMAN EPIK BATAS PENANTIAN DI UJUNG SENJA

Fiksi & Sastra

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 8

Sinopsis Singkat Tentang Perjalanan Panjang Seorang Perempuan Desa yang Menantang Takdir, Mengejar Cita-Cita, dan Menemukan Cinta Sejati di Ujung Senja Yanti lahir pada malam gerhana bulan di Desa Tegorejo, sebuah desa kecil di Kendal. Dukun bayi meramalkan bahwa ia akan menjadi perempuan kuat dengan perjalanan cinta yang penuh liku—banyak lelaki datang dan pergi, tetapi hatinya sering terluka. Sejak kecil, Yanti tumbuh dalam kemiskinan bersama ayahnya, Wiryo, dan ibunya, Sulastri. Di tengah keterbatasan, ia bercita-cita menjadi guru. Masa kecil Yanti diwarnai persahabatan dengan Bambang (anak tengil yang diam-diam mencintainya), Dandang (si pelawak), Anita, Yuli, dan Lila (yang menyimpan rasa iri). Saat SMP, ia jatuh cinta pada Ahmad—anak kalem dari dusun tetangga. Cinta mereka tumbuh indah, namun diwarnai kecemburuan Ahmad yang berlebihan, fitnah dari Lila, dan konflik dengan Bambang yang juga mencintai Yanti. Mereka beberapa kali putus dan kembali, tetapi luka demi luka terus menggerogoti hubungan mereka. Memasuki SMA, kehadiran Raihan—cowok populer dan dewasa—mulai menggoyahkan hati Yanti. Ahmad yang semakin posesif dan cemburu justru membuat Yanti lelah. Di tengah kebingungan antara cinta lamanya (Ahmad) dan kenyamanan baru (Raihan), Yanti terjebak dalam dilema. Puncaknya terjadi saat ulang tahun Yanti, ketika Raihan mengaku menyukainya di depan Ahmad. Pertanyaan Ahmad, "Kamu masih cinta sama aku nggak?" tidak bisa langsung dijawab Yanti. Mereka pun berpisah. Ahmad memilih mundur dengan luka, dan Raihan pun menjaga jarak. Yanti kehilangan kedua sosok penting dalam hidupnya. Ia menulis surat untuk Ahmad yang tak pernah sempat diberikan. Pada perjumpaan terakhir di bawah hujan, Ahmad pamit untuk selamanya—bukan karena tidak cinta, tetapi karena mencintai berarti melepaskan agar Yanti tidak terus terluka. Bertahun-tahun kemudian, Yanti menjadi guru SD seperti cita-citanya. Ahmad bekerja di kota. Pada reuni 15 tahun setelah SMA, mereka bertemu kembali. Tidak ada air mata, tidak ada pelukan, tidak ada cinta yang kembali. Hanya dua orang dewasa yang menerima bahwa tidak semua cinta harus dimiliki—sebagian hanya pantas dikenang sebagai bagian paling jujur dari perjalanan hidup. Novel ini mengisahkan bahwa cinta pertama tidak selalu berakhir bahagia, tetapi ia tetap menjadi bagian penting yang membentuk siapa kita. Bahwa terkadang, mencintai berarti melepaskan, dan penantian terpanjang bukanlah menunggu seseorang kembali, melainkan menunggu hati sendiri untuk benar-benar menerima kenyataan.

Mulai Membaca
ROMAN JEJAK SENJA DI UJUNG DESA
Buka Detail ↗

ROMAN JEJAK SENJA DI UJUNG DESA

Fiksi & SastraAgama & Spiritualitas

✏️ Slamet Riyadi

👁️ 11

Sinopsis Singkat Amat lahir pada 17 Agustus 1950 di Desa Awan Biru, sebuah desa terpencil yang tertinggal oleh waktu—tanpa listrik stabil, jalan becek, dan hanya mengandalkan lampu minyak untuk belajar. Sejak kecil, rasa ingin tahunya luar biasa: ia pernah membongkar radio tetangga untuk mencari "orang di dalam kotak", dan menulis huruf pertama di atas pasir yang diajarkan Serena, gadis kota yang menjadi sahabatnya. Dari seorang anak desa yang belajar membaca di bawah pohon trembesi, Amat tumbuh menjadi pemuda yang merantau ke kota kabupaten. Di sana, ia menemukan dunia baru: warnet, internet, dan mimpi untuk membawa desanya masuk ke layar dunia. Ia bekerja serabutan, belajar otodidak, dan menulis blog tentang desanya—"Desa Awan Biru – Dari Ujung Jalan Tanah". Setelah bertahun-tahun merantau, Amat pulang ke desa dengan laptop bekas (tombol "E"-nya harus ditekan keras) dan satu modem USB lambat. Di tengah keraguan warga dan penolakan generasi tua (terutama Pak Surono yang setia dengan mesin ketik), ia mulai membangun website desa. Perlahan, ia mengajak sahabat-sahabatnya—Iwan, Yuni, Eko, Lulu, Endang, dan Didit—untuk bersama-sama mendigitalkan desa. Perjalanannya penuh rintangan: server down, fitnah politik saat Pilkades, serangan hacker dari generasi muda yang iri, hingga konflik dengan keluarga dan persahabatan yang retak. Namun dengan ketekunan, kejujuran, dan kemampuan memaafkan, Amat berhasil membangun sistem transparansi yang mengubah Desa Awan Biru dari desa tertinggal menjadi model nasional transformasi digital. Ia menikah dengan Rania, memiliki anak bernama Anita, dan kemudian menjadi kakek dari Arjuna yang kelak meneruskan perjuangannya sebagai kepala desa. Di usia senja, Amat pensiun, menghadapi kesepian, dan menemukan makna baru dalam berkebun dan menulis buku. Ia mewariskan nilai-nilai kejujuran, ketekunan, dan keberanian kepada generasi penerus—Herman, Bambang, Joko, dan lainnya—yang kemudian mengembangkan desa lebih jauh. Amat wafat di usia 70 tahun dengan tenang, meninggalkan warisan abadi: sebuah desa yang mandiri secara digital, generasi muda yang berdaya, dan jejak yang tak pernah hilang. Kisahnya dikenang melalui museum, prasasti, dan semangat yang terus hidup di setiap sudut Desa Awan Biru. Novel ini mengisahkan bahwa dari keterbatasan paling ekstrem sekalipun, mimpi besar bisa lahir. Seorang anak desa dengan laptop bekas dan satu modem bisa mengubah seluruh kampung halamannya—bukan dengan kekayaan atau kekuasaan, tetapi dengan ketekunan, kejujuran, dan keyakinan bahwa teknologi harus melayani rakyat, bukan sebaliknya.

Mulai Membaca
← SebelumnyaHalaman 14 dari 31Berikutnya →