Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.
Total Koleksi
213 Buku
Total Pembaca
1027 Kali
Lokasi Layanan
Desa Sriwidadi
Menampilkan 213 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
SINOPSIS **Timun Mas** adalah legenda tentang seorang gadis pemberani yang lahir secara ajaib dari sebuah mentimun emas dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh Mbok Srini. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung selamanya. Sebuah janji lama kepada **Buto Ijo**, raksasa yang menginginkan Timun Mas, menjadi ancaman yang memaksa sang gadis menghadapi bahaya besar. Dengan keberanian, kecerdasan, dan empat benda ajaib pemberian seorang pertapa—**biji mentimun, jarum, garam, dan terasi**—Timun Mas berusaha menyelamatkan dirinya dari kejaran Buto Ijo. Perjalanan penuh ketegangan itu bukan sekadar tentang melarikan diri dari raksasa. Timun Mas belajar tentang **kasih sayang seorang ibu, keberanian menghadapi ketakutan, kecerdasan dalam memecahkan masalah, pentingnya meminta pertolongan, dan arti pantang menyerah**. **Sebuah legenda Nusantara yang penuh drama, petualangan, keajaiban, dan pesan edukatif untuk anak-anak dan keluarga.**
Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 5
Sinopsis Singkat Si Kancil dan Buaya Kancil adalah binatang paling cerdik di hutan. Suatu hari, ia bersama sahabat-sahabatnya (Monyet, Gajah, Kelinci, dan Tikus) membantu keluarga Kambing yang kekurangan makanan dengan mencari buah-buahan. Di tengah perjalanan, Kancil kehausan dan menemukan sungai jernih. Ia juga melihat pohon berbuah merah ranum di seberang sungai yang sangat ia inginkan, tetapi arus sungai terlalu deras untuk diseberangi. Kancil lalu melihat seekor Buaya sedang berjemur di tebing. Ia pun menipu Buaya dengan mengatakan bahwa Raja Sulaiman mengundang semua buaya ke istana untuk pesta makanan dan pemberian hadiah. Buaya itu segera memanggil teman-temannya hingga terkumpul enam ekor buaya berbaris di sungai. Kancil berpura-pura menghitung mereka sambil menginjak punggung buaya satu per satu sambil bernyanyi, hingga akhirnya ia sampai ke seberang dan memakan buah merah itu dengan lezat. Namun, seekor Tupai yang jujur memberitahu buaya bahwa undangan itu sudah berlalu minggu lalu. Buaya-buaya pun marah karena ditipu dan bersumpah akan membalas dendam. Sementara itu, Kancil tertawa riang dan pergi menikmati buah-buahan lainnya. Pesan moral: Gunakan akal pikiranmu dan jangan mudah putus asa. Di saat paling sulit sekalipun, masalah sesulit apa pun pasti ada jalan keluarnya jika kita mau berusaha.
Mulai Membaca
✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
Sinopsis Singkat Hikayat Hang Tuah Hang Tuah adalah seorang pemuda dari Sungai Duyung, anak dari Hang Mahmud dan Dang Merdu. Keluarganya pindah ke Bintan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sejak kecil, Hang Tuah menunjukkan keistimewaan—ayahnya bermimpi bulan turun ke pangkuannya, dan tubuh Hang Tuah berbau harum. Ia didoakan dan diselamatkan oleh para pemuka agama. Suatu hari, terjadi pemberontakan di pasar Bintan. Saat orang-orang ketakutan berlarian, Hang Tuah tetap tenang membelah kayu. Seorang pemberontak menyerangnya, tetapi Hang Tuah dengan cekatan mengelak lalu membunuh pemberontak itu dengan kapaknya. Keempat sahabatnya—Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu—menyaksikan keberaniannya. Namun, para menteri dan pegawai istana yang iri hati memfitnah Hang Tuah kepada Raja. Mereka menuduhnya berkhianat dan berbuat serong dengan seorang dayang istana bernama Dang Setia. Sang Raja murka dan memerintahkan agar Hang Tuah disingkirkan. Hang Tuah pun menghilang dari negeri itu—konon ia tidak mati, melainkan pergi ke hulu Sungai Perak dan menjadi raja di kalangan suku Batak dan orang hutan. Hingga akhirnya, Raja ingin menikahkannya lagi, tetapi Hang Tuah menolak. Pesan moral: Kejahatan dan fitnah sering kali datang dari orang-orang yang iri hati. Namun, orang yang benar dan berbudi luhur akan tetap selamat meskipun menghadapi berbagai cobaan. Kesetiaan dan keberanian adalah nilai yang sangat penting dalam kehidupan.
Mulai Membaca
✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
Sinopsis Singkat Si Kancil Tidak Suka Hujan Kancil sangat tidak menyukai hujan karena setiap hari hujan turun, udara menjadi dingin, dan ia tidak bisa keluar mencari makanan sehingga harus menahan lapar. Suatu hari, Kancil diundang Bibi Beruang untuk makan bersama di rumahnya. Di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat dan membuat tubuh Kancil basah kuyup. Sesampainya di rumah Bibi Beruang, Kancil mengeluh dan marah-marah tentang hujan. Bibi Beruang pun menegurnya dengan bijak. Ia menjelaskan bahwa tanpa hujan, semua makhluk hidup tidak akan bisa bertahan. Hujan memberikan air yang melimpah bagi pohon-pohon untuk tumbuh dan berbuah, sehingga hewan-hewan bisa makan. Hujan juga mencegah hutan dari kekeringan. Kancil mendengarkan penjelasan itu dan merasa sangat malu karena selama ini ia tidak pernah menyadari betapa besarnya manfaat hujan. Sejak saat itu, Kancil tidak pernah mengeluh lagi saat hujan turun. Ia justru selalu bersyukur dan berdoa semoga hujan bermanfaat bagi seluruh penghuni hutan dan tumbuhan yang membutuhkan air. Pesan moral: Kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, termasuk hal-hal yang tampaknya mengganggu seperti hujan. Setiap kejadian pasti memiliki manfaat dan kebaikan di dalamnya.
Mulai Membaca
✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
Sinopsis Singkat Ande-Ande Lumut Ande-Ande Lumut adalah seorang pangeran tampan yang menyamar sebagai pemuda desa untuk mencari calon istri yang tulus dan berbudi pekerti luhur. Tiga gadis datang melamarnya: dua kakak tiri yang sombong bernama Klenting Kuning dan Klenting Biru, serta adik tiri mereka yang baik hati bernama Yuyu Kangkang. Dalam perjalanan menuju rumah Ande-Ande Lumut, ketiganya bertemu seorang nenek tua yang meminta tolong menyeberangi sungai. Klenting Kuning dan Klenting Biru menolak membantu karena sombong dan egois, tetapi Yuyu Kangkang dengan sabar menolong nenek itu. Sebagai hadiah, nenek tua memberikan buah ajaib kepada Yuyu Kangkang. Sesampainya di rumah Ande-Ande Lumut, kedua kakak tiri berlomba-lomba memamerkan kecantikan dan kepintaran mereka dengan sikap angkuh. Sementara itu, Yuyu Kangkang bersikap rendah hati dan memberikan buah ajaib pemberian nenek tua kepada Ande-Ande Lumut. Ande-Ande Lumut pun memilih Yuyu Kangkang sebagai istrinya karena ketulusan dan kebaikan hatinya. Kedua kakak tirinya akhirnya menyadari kesalahan mereka dan memperbaiki diri. Pesan moral: Ketulusan, kebaikan hati, dan kesederhanaan lebih berharga daripada kecantikan atau kepintaran. Belajarlah dari kesalahan dan jadilah pribadi yang lebih baik.
Mulai Membaca
✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
Sinopsis Singkat Legenda Roro Jonggrang Di Kerajaan Prambanan hiduplah putri cantik bernama Roro Jonggrang. Kerajaannya diserang dan dikuasai oleh Bandung Bondowoso, seorang raja dari Pengging yang kejam dan sakti serta memiliki pasukan jin. Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Roro Jonggrang dan ingin menjadikannya permaisuri. Roro Jonggrang tidak suka padanya, tetapi takut menolak secara langsung. Ia pun mengajukan syarat: Bandung Bondowoso harus membuatkan 1.000 candi dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupi dan memerintahkan pasukan jinnya untuk membangun candi. Pekerjaan berjalan cepat dan hampir selesai. Melihat itu, Roro Jonggrang cemas. Ia lalu memerintahkan dayang-dayangnya membakar jerami dan menumbuk lesung, sehingga menimbulkan suara dan cahaya seperti fajar menyingsing. Pasukan jin mengira matahari akan terbit dan segera pergi meninggalkan pekerjaan. Paginya, candi yang terbangun hanya berjumlah 999 buah, kurang satu. Roro Jonggrang menyatakan syarat gagal. Bandung Bondowoso murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Seketika Roro Jonggrang berubah menjadi patung batu. Candi-candi tersebut kini dikenal sebagai Candi Prambanan, dan patung Roro Jonggrang masih ada di dalamnya. Pesan moral: Kecerdikan memang penting, tetapi kita tidak boleh menggunakan tipu daya untuk merugikan orang lain, karena akibatnya bisa sangat fatal. Selain itu, cinta tidak boleh dipaksakan.
Mulai Membaca
✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
Sinopsis Singkat Si Kancil Anak Nakal Pada suatu malam, Kancil yang merasa kepanasan dan kehausan pergi menuju danau. Di perjalanan, ia mendengar suara teriakan minta tolong. Ternyata seekor Tikus terjebak perangkap pemburu. Tanpa ragu, Kancil segera menolong dan membebaskan kaki Tikus. Tikus pun berterima kasih dan Kancil berpesan agar lebih berhati-hati. Beberapa hari kemudian, Kancil sedang asyik makan dedaunan tanpa menyadari bahwa Pemburu datang dan membidiknya dengan senapan. Namun, Tikus yang melihat kejadian itu segera menggigit kaki Pemburu dengan keras hingga tembakan meleset. Kancil terselamatkan berkat pertolongan Tikus. Mereka pun segera berlari menjauh dan berhasil meloloskan diri. Tikus merasa sangat bahagia karena dapat membalas kebaikan Kancil yang pernah menolongnya. Pesan moral: Tolong-menolonglah sesama teman. Orang yang suka membantu akan disukai orang lain dan suatu saat kebaikannya akan dibalas.
Mulai Membaca
✏️ SLAMET RIYADI
👁️ 4
Sinopsis Singkat Legenda Danau Toba Di daerah Sumatera Utara hiduplah seorang pemuda miskin bernama Toba yang rajin bertani dan memancing. Suatu hari, ia menangkap seekor ikan bersisik indah. Saat ia pergi mencari kayu bakar, ikan itu berubah menjadi tumpukan uang emas dan seorang wanita cantik. Wanita itu adalah jelmaan ikan—seorang dewi yang dikutuk menjadi ikan. Mereka menikah dengan satu syarat: Toba tidak boleh pernah mengungkit asal-usul istrinya sebagai ikan. Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Samosir. Samosir tumbuh menjadi anak yang manja dan nakal, sering membuat Toba kesal. Suatu hari, Samosir disuruh mengantarkan makanan ke sawah, tetapi ia malah bermain dan memakan bekalnya sendiri, hanya menyisakan sedikit untuk ayahnya. Toba yang kelaparan dan lelah menjadi marah besar, lalu tanpa sadar membentak: "Dasar anak ikan!" Ia pun melanggar janjinya. Sang istri yang mendengar hal itu sangat kecewa. Ia menyuruh Samosir naik ke puncak bukit, lalu sang ibu terjun ke sungai dan berubah menjadi ikan besar. Hujan deras disertai badai pun turun, air sungai meluap dan membanjiri seluruh daerah, menenggelamkan Toba dan penduduk lainnya. Daerah itu berubah menjadi danau luas yang kini dikenal sebagai Danau Toba, sementara bukit yang didiami Samosir menjadi Pulau Samosir di tengah danau. Pesan moral: Kita harus menepati janji dan menjaga amanah, karena melanggar janji dapat berakibat fatal. Selain itu, orang tua hendaknya mendidik anak dengan bijaksana, tidak terlalu memanjakan sehingga anak menjadi nakal.
Mulai Membaca