Eksplorasi ribuan karya dan bangun masa depan melalui keajaiban membaca di Desa Sriwidadi.
Total Koleksi
241 Buku
Total Pembaca
3907 Kali
Lokasi Layanan
Desa Sriwidadi
Menampilkan 241 buku ditemukan berdasarkan pencarian Anda.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF REMAJA BOJONG SARI Serial Lanjutan dari Detektif Cilik Bojong Sari Edisi III: Misteri di Balik Senja EPISODE 1: KEMBALINYA RAKA Oleh: Slamet Riyadi Lima tahun telah berlalu. Raka (17) pulang ke Bojong Sari setelah menyelesaikan pendidikan kehutanannya. Desa berubah: jalan beraspal, rumah warga lebih baik, dan muncul patung perunggu tiga bocah cilik dengan seekor kancil—menghormati Tim Penyelidik Cilik. Wati kini asisten dokter hewan, Bejo merintis usaha katering. Mereka bertiga berpelukan di stasiun, persahabatan tak lekang waktu. Di hutan, mereka bertemu Kiano—pemimpin baru kawanan kancil, anak Kai Muda yang mulai tua dan jarang terlihat. Di Lembah Harapan, Kai Muda terbaring lemah di bawah pohon besar, bulunya hampir putih seluruhnya. Saat melihat Raka, matanya tetap bersinar—ia telah menunggu kepulangan sahabatnya. Raka berlutut dan berjanji akan terus menjaga hutan dan kawanan kancil. Raka memulai program remaja konservasi, melibatkan puluhan anak muda desa. Ia juga berniat menulis buku tentang petualangan mereka. Di makam Kai, Raka berbisik bahwa perjuangan akan terus berlanjut. Babak baru petualangan dimulai—bukan lagi sebagai anak-anak, tapi sebagai remaja yang siap menghadapi tantangan lebih besar. Kai Muda semakin tua. Misteri baru mulai muncul. Persahabatan akan diuji oleh perasaan yang tumbuh dan ancaman yang lebih berbahaya. Selamat datang di Detektif Remaja Bojong Sari! ________________________________________ Genre: Cerita Remaja / Petualangan / Konservasi Alam / Persahabatan / Perasaan Remaja Target Pembaca: Remaja usia 13-17 tahun Pesan: Perjalanan waktu mengubah segalanya, tapi persahabatan sejati abadi; generasi penerus harus melanjutkan perjuangan; masa remaja membawa tantangan baru yang harus dihadapi dengan kedewasaan; dan cinta pada alam adalah warisan untuk selamanya.
Membaca adalah tiket gratis untuk keliling dunia tanpa harus melangkah keluar dari desa.

✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 20: PESTA PANEN DAN PERPISAHAN (EPISODE FINAL EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Musim panen tiba di Bojong Sari—hasil berlipat ganda setelah setahun penuh perjuangan. Pesta syukur digelar meriah: ibu-ibu memasak, bapak-bapak mendirikan tenda, anak-anak berlarian gembira. Tim Penyelidik Cilik mendapat kehormatan bercerita di atas panggung tentang Kai, persahabatan, dan pelajaran menjaga alam yang membuat semua warga menangis haru. Kejutan demi kejutan hadir: Pak Joko memberikan beasiswa penuh untuk Raka, Wati, dan Bejo dari SMP hingga kuliah. Namun kabar berikutnya mengiris hati—Raka diterima program beasiswa khusus ke Jakarta selama satu tahun. Perpisahan yang berat. Sebelum pergi, Raka mengunjungi Kai Muda di Lembah Harapan untuk berpamitan, berjanji akan kembali. Setahun kemudian, Raka pulang. Warga menyambut dengan spanduk dan pelukan hangat. Persahabatan mereka abadi. Wati menjadi dokter hewan, Bejo koki organik, Raka ahli kehutanan. Kai Muda menua dengan bijaksana, meneruskan warisan Kai. Sebuah batu peringatan untuk Kai berdiri di bawah pohon beringin, mengingatkan semua akan sahabat sejati yang mengajarkan cinta alam. Bukan akhir, tapi awal dari kenangan abadi. Persahabatan sejati tak pernah berakhir—di mana pun mereka berada, di kaki Bukit Manoreh, cinta dan alam tetap bersatu. ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Konservasi Alam / Persahabatan / Perpisahan Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Persahabatan sejati melampaui waktu dan jarak; perpisahan bukan akhir, tapi awal pertemuan baru; kebaikan berbuah manis; dan cinta alam adalah warisan terbaik untuk generasi mendatang
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 19: KUNJUNGAN ISTIMEWA (EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Lima mobil dinas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tiba di Bojong Sari. Dr. Hartono dan timnya datang untuk melihat langsung program konservasi yang digagas Tim Penyelidik Cilik. Raka, Wati, dan Bejo dengan gugup menceritakan seluruh perjalanan mereka—dari menemukan jejak kancil, bertemu Kai, kebakaran hutan, hingga Lembah Harapan. Tim kementerian terkesima. Mereka mengunjungi titik Beringin, mata air utama, gua kancil dengan lukisan purba, gua ajag, dan puncaknya—Lembah Harapan yang masih terjaga keasriannya. Dr. Hartono merekomendasikan Hutan Manoreh sebagai kawasan konservasi khusus dan desa Bojong Sari sebagai percontohan ekowisata. Beberapa minggu kemudian, Tim Penyelidik Cilik menerima penghargaan nasional dari Menteri. Desa pun berubah: jalan diperbaiki, pusat informasi konservasi dibangun, wisatawan edukasi berdatangan, ekonomi warga meningkat. Raka, Wati, dan Bejo menjadi selebriti—diwawancarai TV, diundang ke berbagai forum. Namun mereka tetap rendah hati, ingat pesan Kai: "Pemimpin sejati adalah pelayan." Di makam Kai, Raka bersyukur. Semua berkat persahabatan yang dimulai dari seekor kancil tua bijaksana. Kebaikan telah berbuah manis. Tapi satu episode terakhir masih menyimpan kejutan yang akan menutup Edisi II dengan indah. Ketenaran dan kemajuan telah datang. Namun ujian terakhir masih menanti di episode final yang penuh haru... ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Konservasi Alam / Penghargaan / Perubahan Desa Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Kebaikan akan berbuah manis, ketenaran membawa tanggung jawab baru, rendah hati adalah kunci kesuksesan sejati, dan persahabatan adalah fondasi segala perubahan baik
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 18: BENCANA LONGSOR (EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Hujan deras mengguyur semalaman. Paginya, longsor besar melanda lereng Bukit Manoreh, mengancam Desa Bojong Sari. Warga panik dan berlari menyelamatkan diri. Namun Raka teringat Kai Muda dan kawanan kancil yang masih di hutan—mereka tidak tahu harus lari ke mana. Raka, Wati, dan Bejo nekat berlari ke hutan di tengah bahaya. Mereka menemukan kawanan kancil yang panik dan memimpin mereka ke tempat aman. Dalam pelarian, Bejo terjatuh dan terseret lumpur. Raka, Wati, dan Kai Muda bekerja sama—Kai Muda menggigit baju Bejo dan menariknya keluar tepat sebelum longsor besar melanda. Semua selamat. Bencana menghancurkan sebagian desa, namun warga bergotong royong membangun kembali. Pak Joko menyumbang material, Pak Jarwo memantau hutan agar longsor susulan tidak terjadi. Raka merenung di makam Kai—longsor terjadi karena hutan gundul. Alam marah jika disakiti. Mereka berjanji akan lebih baik menjaga lingkungan. Di Lembah Harapan, Raka, Wati, Bejo, dan Kai Muda duduk bersama di bawah langit yang mulai cerah. Bencana telah berlalu. Persahabatan tetap abadi. Dan mereka akan terus menjaga hutan, bersama-sama. Bencana mengajarkan satu hal: alam yang rusak akan mendatangkan petaka. Namun ujian terbesar masih menanti di episode-episode akhir Edisi II... ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Bencana Alam / Konservasi / Persahabatan Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Alam yang rusak mendatangkan bencana; keberanian dan kerja sama menyelamatkan banyak nyawa; persahabatan sejati diuji di saat krisis; dan menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 8
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 17: KAI MUDA DAN TANDA ANEH (EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Raka bermimpi tentang Kai tua yang menunjuk ke arah hutan. Keesokan harinya, ia menemukan Kai Muda sedang duduk sendirian di tepi sungai Lembah Harapan—matanya sayu, seperti memikirkan sesuatu yang berat. Di leher Kai Muda, muncul tanda aneh berbentuk lingkaran hitam seukuran koin, sama persis dengan tanda yang pernah digambar Raka pada Kai tua di buku catatannya. Tim Penyelidik Cilik menyelidiki ke gua kancil dan gua ajag. Di kedua gua, mereka menemukan lukisan pemimpin dengan tanda lingkaran yang sama. Mbah Kromo mengungkapkan bahwa itu adalah Tanda Pilihan—tanda bahwa seekor makhluk telah resmi menjadi penjaga keseimbangan alam, dipilih bukan oleh sesamanya, tapi oleh kekuatan yang lebih besar. Kini tugas Kai Muda semakin berat: menjaga harmoni antara semua makhluk di Hutan Manoreh. Ujian pertamanya datang saat anak kancil sakit—ia menyembuhkannya dengan insting alami. Ujian kedua saat ajag mendekati wilayah kancil—ia berkomunikasi diam dengan pemimpin ajag, dan mereka saling menghormati batas wilayah. Raka, Wati, dan Bejo berjanji akan selalu mendukung Kai Muda. Di Lembah Harapan, terjalin janji suci antara manusia dan penjaga hutan. Tanda di leher Kai Muda bersinar—ia adalah pemimpin sejati, penerus Kai, penjaga keseimbangan. Kai Muda telah menerima tugas berat. Namun ujian terbesar masih menanti—bencana alam yang akan menguji segalanya... ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Konservasi Alam / Persahabatan / Kepemimpinan Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Kepemimpinan sejati adalah tentang tanggung jawab, bukan kekuasaan; setiap makhluk punya peran dalam menjaga keseimbangan alam; persahabatan sejati akan selalu mendukung di saat sulit; dan tanda kebesaran muncul dari kesiapan menerima amanah
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 8
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 16: SERANGAN HEWAN MALAM (EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Malam itu, Desa Bojong Sari diselimuti keheningan aneh. Suara lolongan panjang dan mengerikan terdengar dari hutan—bukan lolongan anjing, tapi lebih dalam dan menakutkan. Bejo yang penasaran keluar sendirian dan menghilang. Raka dan Wati memimpin tim pencarian besar-besaran. Di sebuah gua tersembunyi, mereka menemukan Bejo gemetar ketakutan. Di dinding gua, terdapat lukisan purba bercahaya yang menggambarkan seekor hewan besar sedang melolong—ajag, anjing hutan jawa yang hampir punah. Pak Jarwo menjelaskan bahwa ajag adalah predator alami yang menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa hewan sakit atau lemah. Warga awalnya panik, namun akhirnya belajar hidup berdampingan dengan ajag. Mereka memahami bahwa setiap makhluk punya peran—kancil menjaga tanaman, ajag menjaga populasi kancil, semua saling terhubung. Kini di bawah pohon beringin, manusia, kancil, dan ajag hidup berdampingan—bukan sebagai kawan, tapi sebagai bagian dari ekosistem yang sama, saling menghormati dan memberi ruang. Kehadiran ajag mengajarkan satu hal: alam selalu menjaga keseimbangannya sendiri. Namun misteri baru mulai muncul di dahi Kai Muda... ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Konservasi Alam / Satwa Langka / Ekosistem Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Setiap makhluk punya peran penting dalam ekosistem, predator bukan musuh tapi penjaga keseimbangan, keberanian menghadapi ketakutan, dan hidup berdampingan dengan alam
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 7
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 15: RAHASIA MATA AIR KEDUA (EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Musim kemarau kembali melanda. Saat memeriksa bak-bak air yang mulai menyusut, Kai Muda membawa Tim Penyelidik Cilik dalam perjalanan panjang ke timur hutan. Mereka menemukan sebuah lembah tersembunyi yang indah—dengan sungai jernih, bunga liar bermekaran, dan beberapa mata air yang menyembur dari celah batu. Lembah Harapan lahir sebagai nama tempat itu. Raka, Wati, dan Bejo bersama Pak Kades memutuskan menjadikannya rahasia desa. Tim kecil dibentuk untuk menjaga lembah: memasang pagar bambu, menanam pohon, dan membuat jadwal minum alami untuk hewan-hewan. Ajaibnya, hewan-hewan mengikuti aturan dengan tertib—kancil di pagi hari, hewan besar di siang, hewan kecil di sore. Mata air kedua menjadi penyelamat di puncak kemarau. Namun lebih dari itu, Lembah Harapan mengajarkan mereka bahwa alam selalu menyimpan cadangan bagi mereka yang menjaganya dengan baik. Di bawah pohon beringin, Raka, Wati, Bejo, dan Kai Muda duduk bersama—menikmati anugerah, bersyukur atas persahabatan, dan berjanji menjaga rahasia ini selamanya. Lembah Harapan telah ditemukan. Tapi masih ada misteri lain yang mengintai di balik kegelapan hutan... ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Konservasi Alam / Persahabatan / Konservasi Air Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Alam selalu menyediakan cadangan bagi yang menjaganya, kebijaksanaan dalam mengelola sumber daya, kerja sama menjaga rahasia untuk kebaikan bersama, dan harmoni antara manusia, hewan, dan alam
Mulai Membaca
✏️ Slamet Riyadi
👁️ 6
SINOPIS SINGKAT DETEKTIF CILIK BOJONG SARI Serial Misteri Kancil Bukit Manoreh EPISODE 14: KANCIL KECIL TERSESAT (EDISI II) Oleh: Slamet Riyadi Pagi itu, warga Bojong Sari dikejutkan oleh seekor anak kancil kecil yang tersesat di kebun belakang rumah Pak Carik. Ketakutan dan gemetar, kancil kecil itu sendirian tanpa induk. Raka, Wati, dan Bejo segera bertindak—menenangkan, memberi makan, dan memutuskan mengembalikannya ke hutan. Dengan bantuan Kai Muda, mereka menjelajahi hutan hingga menemukan sebuah lembah tersembunyi. Di sana, seekor kancil betina mondar-mandir gelisah kehilangan anaknya. Pertemuan mengharukan terjadi: induk menjilati anaknya penuh kasih, seolah tak percaya anaknya kembali. Induk kancil memberi penghormatan tertinggi kepada Raka—tiga kali menundukkan kepala. Peristiwa ini menginspirasi lahirnya Klub Detektif Cilik Bojong Sari, kini beranggotakan puluhan anak desa yang belajar mencintai dan melindungi satwa. Raka, Wati, dan Bejo menjadi pelatih, sementara Pak Jarwo—mantan pemburu—ikut mengajari pentingnya menjaga hutan. Cinta kasih ibu ternyata universal, melampaui batas antara manusia dan hewan. Keluarga kancil telah bersatu kembali. Namun masih ada misteri baru yang menanti di balik keindahan Hutan Manoreh... ________________________________________ Genre: Cerita Anak / Petualangan / Konservasi Alam / Persahabatan / Keluarga Target Pembaca: Anak-anak usia 9-13 tahun Pesan: Cinta kasih ibu universal, menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan keluarga, kepedulian terhadap satwa liar, dan inspirasi untuk menjadi generasi penerus penjaga alam
Mulai Membaca