
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 3 kali
SINOPSIS SINGKAT Novel ini mengisahkan perjalanan cinta Andika Pratama, seorang mekanik bengkel di Kuala Kapuas, dan Reni Ayu Wulandari, seorang gadis SMA yang dilarang keras oleh orang tuanya untuk berpacaran sebelum kuliah. Kisah cinta mereka dimulai dari sebuah kecelakaan kecil di Bundaran Besar Kapuas—ketika Andika secara tidak sengaja menyenggol bahu Reni hingga jatuh, dan dari situlah benih cinta pertama kali tumbuh. Perjalanan mereka tidaklah mudah. Pak Wulandari, ayah Reni yang mantan polisi dan kini politisi, melarang keras hubungan mereka. Andika dianggap tidak pantas karena hanya seorang mekanik tanpa masa depan jelas. Rahmat, teman sekelas Reni yang berasal dari keluarga terpandang, menjadi saingan Andika yang terus berusaha merebut hati Reni dengan segala cara. Di tengah larangan dan tekanan, Andika dan Reni tetap berkomunikasi melalui surat yang dikirim secara diam-diam melalui sahabat mereka, Susan. Surat-surat cinta itu menjadi jembatan yang menjaga hubungan mereka tetap hidup, meskipun jarak dan larangan memisahkan. Andika berjanji akan setia menunggu di bangku kayu Bundaran Besar setiap akhir pekan, dan ia menepati janjinya—bahkan ketika Reni tidak bisa datang. Setelah bertahun-tahun berjuang, Reni lulus SMA dan memilih kuliah di Banjarmasin tanpa sepengetahuan ayahnya, sebuah keputusan berani yang menunjukkan kedewasaannya. Di tengah perjalanan kuliahnya, Rahmat terus berusaha mendekati Reni, bahkan hingga melibatkan orang tua dan merencanakan lamaran. Namun cinta Andika dan Reni terbukti lebih kuat. Kebahagiaan mereka nyaris sirna ketika Reni mengalami kecelakaan lalu lintas di Banjarmasin—kakinya patah parah akibat ditabrak mobil yang ternyata dikendarai adik Rahmat yang kabur dari kejaran polisi. Rahmat kemudian kabur ke Malaysia, sementara Reni harus menjalani terapi panjang untuk bisa berjalan normal kembali. Andika tidak pernah meninggalkan sisi Reni. Dengan kesabaran dan cinta yang tulus, ia mendampingi setiap langkah terapi, menguatkan Reni saat putus asa. Sementara itu, bisnis bengkel Andika berkembang pesat hingga memiliki cabang di Palangkaraya. Kesuksesannya membuktikan bahwa ia layak menjadi pendamping hidup Reni. Akhirnya, setelah melalui badai larangan, cemburu, kecelakaan, dan pengkhianatan, restu dari Pak Wulandari pun datang. Andika dan Reni menikah sederhana di bawah senja Bundaran Besar Kapuas—tempat di mana semuanya dimulai. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Renita Ayu Andika. Dua puluh lima tahun kemudian, Andika dan Reni yang kini telah beruban masih setia duduk di bangku kayu yang sama, menyaksikan putri mereka tumbuh dewasa dan menemukan cintanya sendiri. Bundaran Besar Kapuas tetap menjadi saksi bisu bahwa cinta sejati, meski harus melalui rintangan, akan selalu menemukan jalannya pulang.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.