
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 4 kali
SINOPSIS SINGKAT NOVELET ANDAI KU TAHU Oleh: Slamet Riyadi Raka Pratama adalah pemuda polos berusia 23 tahun yang hidup di Desa Sido Mukti. Sejak kecil, ia tumbuh sebagai anak yang cerdas matematika tetapi canggung dalam pergaulan sosial. Setelah lulus, Raka bekerja sebagai staf Administrasi Pemerintahan di Kantor Desa—dan di sinilah segala kesalahpahamannya dimulai. Raka selalu membaca segala sesuatu secara harfiah. Ketika atasannya berkata "segera", ia pikir itu berarti "besok". Ketika harus membuat notulen rapat, ia mencatat semua kejadian—termasuk batuk dan ajakan ngopi. Ketika harus menjelaskan data kemiskinan, ia dengan polosnya mengatakan "hampir miskin" kepada warga yang jelas-jelas miskin. Semua ini membuatnya menjadi bahan ejekan, bahan gosip di warung-warung desa. Di tengah semua kesalahpahaman itu, ada Larasati—guru PAUD yang mulai memperhatikannya. Namun Raka bahkan gagal memahami isyarat cinta: ia tidak tahu kapan harus mengantar, kapan harus mendekat, kapan harus berkata-kata lembut. Semua ia hadapi dengan buku catatan kecil berisi "aturan-aturan sosial" yang ia susun sendiri. Puncaknya terjadi ketika Raka melakukan kesalahan fatal dalam musyawarah desa—menyampaikan informasi yang salah karena menggunakan draft lama. Ia dihujat di depan forum. Nama kantor desa jadi tercemar. Dan untuk pertama kalinya, Raka yang selama ini pendiam dan penurut, meledak. "Iya, saya memang tidak tahu! Saya memang sering salah! Tapi bukan berarti saya tidak mau belajar!" Ledakan itu adalah titik balik. Sejak hari itu, Raka tidak lagi hanya mencatat aturan—ia mulai benar-benar belajar menjadi manusia. Ia membaca buku komunikasi, menonton video psikologi, belajar mendengar dan merasa, bukan sekadar mengerti. Perlahan, ia berubah: dari pemuda kaku menjadi pribadi yang lebih hangat, dari bahan ejekan menjadi staf yang diandalkan. Ketika musyawarah desa besar tiba, Raka dipercaya untuk menyampaikan laporan administrasi. Ia melakukannya dengan tenang, jelas, dan mantap. Kali ini, tidak ada kesalahan. Tepuk tangan terdengar tulus. Pak Darto yang dulu marah, kini mengangguk hormat. Bu RT yang dulu bergosip, kini tersenyum malu. Di tengah transformasinya, Raka menemukan cinta pada Laras—dengan cara yang sederhana, jujur, dan tanpa buku catatan. Kini, di kantor desa, ada staf baru bernama Deni yang sama canggungnya dengan Raka dulu. Dan Raka-lah yang kini menjadi pembimbingnya. Ia mengajarkan satu hal: tidak tahu itu bukan aib. Aib adalah jika kita tidak mau belajar.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.