
✍️ Slamet Riyadi
Telah dibaca 3 kali
Sinopsis Novel ini mengisahkan perjalanan epik Ki Lurah Jayabaya, seorang abdi dalem dari Kesultanan Pajang yang memilih meninggalkan hiruk-pikuk intrik istana demi mencari tanah yang belum bernama. Di tengah kehancuran moral Pajang, ia bersama sekelompok kecil pengikut setia—termasuk istri dan anak-anak mereka—berjalan menuju barat, menuju lereng Gunung Sumbing, dipandu oleh mimpi dan firasat akan sebuah tempat suci yang diliputi kabut biru. Perjalanan mereka penuh ujian gaib dan spiritual. Mereka dihadang oleh sungai yang menolak, diuji oleh hutan yang hidup dan marah, serta harus menghadapi penjaga-penjaga tak kasatmata seperti Nyi Rondo Alas dan Ki Tunggul Wasesa. Mereka juga dihantui oleh pengkhianatan dari dalam rombongan, kelaparan, dan wabah penyakit yang merenggut nyawa para pengikut setia. Setiap langkah adalah pertaruhan, menguji kesetiaan, ketulusan, dan keyakinan mereka bahwa manusia bisa hidup berdampingan dengan alam, bukan menaklukkannya. Di tengah konflik batin dan pertempuran melawan kekuatan alam yang dahsyat, Jayabaya harus membuktikan bahwa ia dan pengikutnya layak diizinkan tinggal. Melalui tirakat, doa, dan pengorbanan, mereka akhirnya diterima oleh penjaga alam dan diizinkan membangun sebuah desa di tanah yang berdenyut itu. Desa yang kemudian diberi nama "Awan Biru" —sebuah nama yang turun dari langit sebagai anugerah dan amanah. Novel ini adalah kisah tentang pengorbanan tanpa pamrih, keyakinan di tengah kegelapan, dan sebuah warisan abadi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
*Versi PDF/Digital dari buku ini akan terbuka otomatis di tab baru (Online), atau tersimpan di browser jika diunduh (Offline).
Bagikan Buku Ini ke Warga Lain:
*Untuk Instagram, gunakan tombol "Salin Tautan" lalu tempel (paste) ke Story atau Bio Anda.